
Malam hari, pada jam 20.30 Chintia baru sampai di kontrakan. Aktivitas padat berkuliah di hari pertama dan bekerja membuat tubuhnya merasa lelah. Chintia tidak ingin dirinya sakit, tanpa berpikir panjang Chintia merebahkan tubuhnya di ranjang untuk beristirahat.
15 menit kemudian, dari luar pintu kontrakan terdapat seseorang yang mengetuk pintu.
"Dok...Dok...Dok..."(bunyi ketukan pintu)
Suara ketukan pintu membuat Chintia terbangun dari tidurnya. Chintia kemudian beranjak dari kamar dan berjalan menuju sumber suara ketukan pintu. Sesampainya di depan pintu, Chintia langsung membukakan pintu dan dilihatnya ternyata suaminya sudah ada diteras dengan pakaian seragam satpam.
"Ceklek" (Chintia membuka pintu)
"Mas Daniel," ucap Chintia
"Chintia, wajah kamu pucat. apa kamu sakit?" tanya Daniel memegang pipi Chintia
"Tidak mas, mungkin karena mikir tugas di hari pertama kuliah. ayo masuk Mas," ucap Chintia
Chintia dan Daniel masuk kedalam kontrakan menuju kamar tidur. Sesampainya di kamar Chintia merasa ada keanehan mengapa suaminya pulang cepat.
"Mas, kamu kok sudah pulang?" tanya Chintia
"Oh, Mas tadi khawatir sama kamu. biasanya kamu mampir ke pos pas pulang kerja. tapi mas tunggu kamu nggak datang datang, makanya Mas ngecek kamu sudah pulang atau belum," jawab Daniel
"Maaf Mas, tadi aku langsung pulang nggak mampir bikin Mas khawatir," ucap Chintia
__ADS_1
"Iya, tidak apa apa. Mas ada temanya disana. Mas sudah izin tadi," jawab Daniel
Chintia merasa senang memiliki suami yang perhatian seperti Daniel. Sebenarnya pada saat pulang kerja tadi, Chintia mau mampir di pos perumahan tempat Daniel berjaga. Tapi sesampainya di pos, Chintia melihat Daniel sedang sibuk berbincang dengan kepala desa. Karena tidak ingin mengganggu Daniel bekerja, Chintia memutuskan langsung pulang ke kontrakan.
Di dalam kamar, Daniel terus menatap Chintia sepertinya sedang melamun memikirkan sesuatu dan wajahnya juga terlihat pucat. Daniel tanpa ragu menempelkan punggung tanganya di dahu Chintia. Daniel merasakan punggung tanganya terasa hangat saat menyentuh dahi Chintia. Suhu tubuh Chintia yang hangat membuat Daniel beranggapan kalau Chintia sedang demam.
"Chintia, badan kamu panas. sepertinya kamu demam," ucap Daniel
"Aku tidak apa apa kok Mas, besok pasti aku sembuh," jawab Chintia
"Sekarang ayo kita ke dokter. kamu harus diperiksa," saut Daniel
"Aku tidak mau Mas, ini sakit biasa aku tidak mau," ucap Chintia
"Huwek.."(Chintia muntah)
"Udah sekarang kita ke dokter. ini kamu sedang sakit," jawab Daniel sembari memijat tengkuk Chintia
"Mas, aku tidak apa apa. cuma sakit biasa," saut Chintia
Daniel tidak menggubris ucapan Chintia, tanpa berpikir panjang dirinya menggendong tubuh mungil Chintia dan dibawanya ke dokter. Chintia memberontak ingin turun dari gendongan Daniel, tapi Daniel menahanya.
"Mas, aku tidak mau ke dokter. turunkan aku Mas," ucap Chintia
__ADS_1
"Tidak bisa, kamu harus ke dokter untuk berobat." jawab Daniel
"Mas, turunkan aku. aku tidak mau ketemu dokter," rengek Chintia
"Chintia, jangan membantah. Mas pesankan taksi dulu," jawab Daniel
Daniel memesan taksi online dari ponselnya, 10 menit kemudian taksi yang dipesan Daniel sudah datang. Saat taksi online datang di depan gang masuk kontrakan, Daniel langsung membawa Chintia masuk dalam taksi kemudian berangkat menuju klinik.
--- Klinik ----
Sesampainya di klinik, Chintia pura pura tidur agar dirinya tidak jadi diperiksa dan kembali pulang. Namun Chintia salah besar, Daniel tidak membawanya pulang justru Daniel menggendongnya berjalan masuk ke ruang pemeriksaan.
Di ruang pemeriksaan, Daniel melihat ada antrian dua orang didepanya. Daniel akhirnya memutuskan ikut duduk mengantri. Saat mengantri berkali kali Daniel memegang dahi dan tangan Chintia yang merasa hangat. Daniel merasa khawatir terjadi sesuatu pada Chintia.
"Chintia, badan kamu masih panas. bertahanlah, kamu pasti baik baik saja," ucap Daniel lirih
Daniel mengecup kening Chintia hingga membuat Chintia yang tertidur menggeliat. Chintia masih dalam kondisi pura pura tidur, sebisa mungkin Chintia terus memejamkan matanya agar tidak ketahuan suaminya kalau dirinya pura pura tidur. Namun dirinya juga merasa terharu dibalik pura puranya tidur. Chintia merasa Daniel benar benar tulus mencintainya.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga