
Setelah shalat shubuh, sesuai perjanjian Galih membantu Hesti memasak di dapur. Galih saat itu memulai aktivitasnya mengupas bawang merah. Galih awalnya beranggapan tugas yang sangat mudah hanya mengupas bawang merah. Namun baru saja mengupas 5 siung bawang merah, mata Galih merasa pedih. Berkali kali Galih mengucek matanya tapi tetap saja rasa pedih di matanya tak tertahankan. Hesti yang melihat Galih saat itu tertawa dan tentunya Galih bingung apa yang membuat Hesti menertawainya.
"Hes, apa ada yang lucu? kamu menertawakan Mas?" tanya Galih
"Mas Galih lucu deh kalau nangis," jawab Hesti
"Hah? maksudmu?" tanya Galih
"Mas coba ngaca deh di kaca wastafel dapur" jawab Hesti
Galih mencoba berkaca di kaca wastafel sangat terkejut melihat dirinya seperti orang menangis. Galih berpikir saat itu mungkin saja Hesti beranggapan dirinya menangis karena merenungi hukuman mengupas bawang. Galih tidak ingin Hesti salah paham langsung membantah jika dirinya menangis.
"Hes, beneran Mas nggak nangis, Mas gak tahu mengapa tadi mata Mas perih ngupas bawang sampek nangis," ucap Galih
Galih memang tidak pernah melakukan pekerjaan dapur. Jadi wajar saja kalau Galih tidak tahu apa apa tentang alasan mengapa dirinya menangis saat mengupas bawang.
Hesti yang mengetahui kepolosan Galih dalam hal aktivitas di dapur langsung tertawa.
"Mas, gak usah dijelasin aku juga udah tahu kok. Mas Galih kalau panik lucu dan gemesin deh," ucap Hesti
Mendengar ucapan Hesti kalau dirinya menggemaskan sontak Galih menjadi salah tingkah.
"Ah masa? benarkah aku gemesin?" tanya Galih
"Nggak aku cuma bercanda, sebaiknya Mas sekarang ngulek sambel. udah aku sediakan bumbunya dalam cobek. Mas Galih tinggal ngulek aja," jawab Hesti
"Hmm..iya deh," saut Galih
Galih cemberut saat Hesti mengatakan bercanda mengatai dirinya menggemaskan. Sementara Hesti melanjutkan aktivitas memasaknya sembari menahan tawa melihat Galih yang cemberut.
Saat itu, Galih mengulek sambal dengan wajah cemberut. Galih merasa kesal karena dirinya sebenarnya berharap Hesti merayunya. Tetapi bukan rayuan yang didapatkanya, melainkanndirinya malah disuruh mengulek sambal.
"Mengapa sih dia gak peka? gak tahu apa kalau suaminya lagi ngambek minta dirayu dan dicium. Eh ini malah suruh ngulek. apa semua wanita kaya gitu ya sukanya jual mahal. selalu aja cowok duluan yang harus ngerayu. sekali kali kek bilang suaminya tampan, baik, perhatian," geruru Galih
Hesti saat itu mendengar Galih yang menggerutu membicarakan dirinya menahan tawanya saat memasak. Hesti merasa Galih sangat lucu jika cemberut. Ditambah lagi saat menggerutu dirinya. Ingin sekali Hesti mencubit pipi suaminya.
"Mas Galih lucu juga ternyata.gemesin kalau cemberut kaya anak kecil. jadi pingin cubit pipinya, hihi..." batin Hesti
__ADS_1
Hesti masih dengan melanjutkan memasaknya saat itu. Sementara Galih dengan perasaan badmood dengan sekuat tenaga mengulek sambal yang ada dalam cobek. Saking kuatnya Galih mengulek sambal, tiba tiba cobek terbelah menjadi empat bagian.
"Pletak" (bunyi cobek pecah)
"Hah, pecah?" ucap Galih
Galih saat itu takut kalau Hesti marah. Tapi tidak ada cara lain,Galih terpaksa mengatakan kepada Hesti kalau cobeknya pecah karena ulah dirinya. Lagian jika Galih menyembunyikan cobeknya yang pecah. Yang ada Hesti akan bertanya tanya mencari cobeknya yang sekarang terpecah jadi empat bagian.
"Hesti," sapa Galih
"Iya Mas," jawab Hesti tak menoleh karena memasak
"Itu anunya pecah," ucap Galih
"Apa Mas yang pecah?" tanya Hesti
"Itu, Mas gak sengaja. pecah jadi empat bagian," jawab Galih
"Empat bagian?" ucap Hesti terkejut
"Mas, kok bisa pecah sih?" tanya Hesti
"Anu Mas nguleknya terlalu kuat ditambah lagi Mas lagi badmood. makanya pecah," jawab Galih
Hesti saat itu ingin tertawa terbahak bahak meihat kelakuan konyol suaminya. Namun Hesti tidak ingin melepaskan tawanya. Hesti malah mengerjai Galih saat itu.
"Mas, kamu tahu nggak harga cobek itu berapa?" tanya Hesti
"Gak tahu, kamu tenang saja. kita akan membelinya di supermarket," jawab Galih
"Cobek ini langka Mas, hanya ada di Jerman. ini harganya 2500 euro.Dan sekarang Mas memecahkanya? Mas gak tahu apa cobek itu sekarang langka dan susah dicari," ucap Hesti
2500 euro \= Rp 43.500.000
Author : "Halu banget kamu Hes, kan kasihan Mas Galih nya wkwk"
__ADS_1
Galih saat itu merasa bersalah telah memecahkan cobek langka itu. Tanpa ragu, Galih meminta maaf.
"Mas minta maaf, Mas gak bermaksud mecahin cobek itu," ucap Galih
"Lalu kita nyari cobek langka itu dimana, Mas?" tanya Hesti
"Baiklah Mas nanti sore akan berangkat ke jerman. Mas akan siap siap sekarang dan menelpon Wawan sekretaris Mas agar menggantikan meeting hari ini untuk memperebutkan tender besar. kamu jangan khawatir, Mas akan segera mendapatkan cobek langka itu. demi kamu Mas akan melakukan apapun," jawab Galih
Galih saat itu ternyata beneran menelpon Wawan. Hesti merasa kali ini terlalu kelewatan mengerjai Galih. Hesti tidak menyangka kalau Galih bakal percaya omonganya dan nekad demi dirinya.Hesti saat itu memeluk Galih dari belakang meminta maaf.
"Mas, aku minta maaf. tolong jangan telepon Wawan. Mas tetep harus ikut meeting," ucap Hesti
"Nggak Hes, Mas harus mendapatka cobek langka itu di Jerman," jawab Galih
"Mas aku cuma bercanda, cobeknya nggak langka. itu cobek biasa yang dijual di pasaran. Lagian Mas percaya banget sih sama aku. Mas bahkan gak tahu kalau Mas sedang aku kerjain," ucap Hesti
"Mas mencintaimu. Mas akan melakukan apapun demi kamu asalkan kamu bahagia. Mas percaya sama kamu karena Mas tahu kami adalah wanita terbaik pendamping hidup Mas," jawab Galih
Hesti saat itu mengeratkan pelukanya yang melingkar di perut Galih. Saat itu air mata Hesti menetes mendengar Galih yang ternyata sangat mencintainya.
Galih saat itu tersenyum lalu berbalik menatap Hesti dengan intens. Tanpa ragu, Galih mencium pipi kanan Hesti dan tentunya membuat Hesti terkejut. Anehnya Hesti tidak memberontak padahal dirinya ingin menolak.
"Mas," ucap Hesti
"Iya Hes, Mas minta maaf ya tadi lancang menciumu," jawab Galih
"Gak apa apa Mas, sekarang aku buat sambel blender aja sebentar lalu menyiapkan makanan di meja makan. Mas antar nenek ya di meja makan," ucap Hesti
"Iya baik," jawab Galih
Setelah kepergian Galih dari dapur, Hesti memegangi dadanya. Hesti merasa jantungnya merasa berdebar debar. Bahkan Hesti ingat betul rasanya sama saat ketika dirinya berpacaran dengam Joshua.
"Ada apa ini? jantungku berdebar debar saat didekat Mas Galih. rasanya sama saat waktu aku berpacaran. apakah ini cinta? apakah aku sudah mulai mencintai Mas Galih?. tunggu Hes, kamu harus memastikanya jangan langsung menyimpulkan begitu saja." batin Hesti.
---------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga