Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
91. UNDANGAN


__ADS_3

--- Di Jakarta ---


Sesampainya di jakarta, Daniel memikirkan nasib pernikahanya yang berada di ambang kehancuran. Daniel bingung harus melakukan tindakan apa untuk membatalkan acara lamaran Zaka dan Chintia. Di sela sela memikirkan nasib pernikahanya tiba tiba terdapat pesan masuk diponselmya. Daniel membuka pesan itu terkejut melihat foto foto kebersamaan Chintia dengan Zaka. Apalagi saat melihat foto makan malam romantis Chintia menyuapi Zaka dengan tangan. Hal itu membuat Daniel frustasi dan marah.


"Dasar biadab...awas aja kamu Zaka. aku tidak akan membiarkan dirimu memiliki istriku seutuhnya. mungkin hari ini kamu bisa menang. tapi tunggu pembalasanku. Chintia sayang, aku pasti akan kembali," gumam Daniel


Daniel saat itu kebingungan mencari jalan keluar permasalahanya. Di kamar, dirinya hanya bisa melempar perabotan kamar untuk meredam emosinya. Belum reda emosinya, tiba tiba ada suara ketukan pintu. Daniel kemudian beranjak dari ranjang kamarnya berjalan menuju pintu kontrakan. Sesampainya di depan pintu, Daniel membuka pintunya dan betapa terkejutnya Daniel bertemu dengan Galih.


"Galih," ucap Daniel


"Hai Nil, ada suatu hal yang ingin aku bicarakan kepadamu," jawab Galih


"Baiklah, masuklah dulu kita bicara saja didalam," ucap Daniel


"Iya Nil," jawa Galih


Daniel menuntun Galih masuk kedalam ruang tamu kontrakanya. Di ruang tamu, Daniel langsung memulai obrolanya dengan Galih.


"Tadi, apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku?" tanya Daniel


"Nil, ini seputar istrimu. istrimu itu namanya Chintia kan?" ucap Galih


"Iya benar, Chintia adalah istriku," jawab Daniel


"Nil, aku barusan mendapat undangan pesta pertunangan Zaka dan Chintia," ucap Galih


"Apa? darimana kamu mendapatkanya?" tanya Daniel

__ADS_1


"Perusahaanku mendapat undangan dari Perusahaan Zaka. aku terkejut dengan undangan itu. makanya aku bertanya padamu kebenaran undangan pesta pertunangan ini," jawab Galih


Galih memberikan undangan pertunangan Zaka dan Chntia kepada Daniel. Terlihat dalam undanganya pesta pertunangan Zaka dan Chintia dilaksanakan besok lusa.


Daniel tanpa sadar meneteskan air matanya melihat kenyataan istrinya akan bertunangan dengan pria lain. Daniel merasa tidak terima jika nasib pernikahanya akan berakhir. Galih saat itu melihat kesedihan Daniel langsunh menenangkanya.


"Nil, kamu harus kuat. aku tahu istrimu juga merasakan hal yang sama persis seperti yang kamu rasakan," ucap Galih


"Istriku dijodohkan oleh orangtuanya. Zaka sungguh cerdik. dia menghasut ayah mertuaku agar aku dan Chintia berpisah," jawab Daniel


"Apakah kamu menghadiri undangan pesta pertunangan itu? atau apakah kamu memiliki rencana?" tanya Galih


"Aku ingin membatalkan pesta pertunangan Zaka dan Istriku.tapi aku tidak berdaya. aku suami yang lemah yang membiarkan istrinya bertunangan dengan pria lain," jawab Daniel


"Aku bisa membantumu untuk itu. karena sepertinya Zaka tidak mencintai Chintia," ucap Galih


"Dia itu terobsesi dengan Chintia, bukan cinta. kalau kamu mau membatalkan pesta pertunanganya, aku siap membantumu," jawab Galih


"Baiklah, aku memiliki rencana sebenarnya. tapi aku butuh bantuanmu juga," ucap Daniel


"Katakan saja apa rencanamu," jawab Galih


Daniel menceritakan dengan rinci strategi dan rencananya untuk membatalkan pesta pertunangan Zaka dan Chintia yang diselenggarakan besok lusa. Galih mengangguk paham dengan apa yang dikatakan Daniel langsung menyetujuinya.


"Baiklah aku setuju," ucap Galih


"Terima kasih Lih, kamu bersedia membantuku," jawab Daniel

__ADS_1


"Tapi ada syaratnya.jika kamu ingin membantuku," ucap Galih


"Syarat? kamu tidak ikhlas membantuku," jawab Daniel


"Bukan begitu maksudku. syarat yang aku maksud kamu harus berjanji padaku jika rencanamu berhasil. kamu harus gantian membantuku," saut Galih


Daniel yang merasa keheranan dengan bantuan apa yang dibutuhkan Galih. Tanpa berpikir panjang Daniel menyetujuinya.


"Iya baik, aku harus membantumu apa?" tanya Daniel


"Kamu dan Chintia harus membantuku untuk kembali dekat dengan Hesti. Semenjak kejadian aku menembaknya jadi pacarku, dia hanya menggantungku lalu menjauhiku," jawab Galih


"Hahaha...jadi kamu habis di tolak cewek?" sindir Daniel


"Gak ditolak, tapi masih digantung. Hesti itu temanya Chintia. karena aku gak deket sama Chintia, ya terpaksa aku harus melibatkan kamu," jawab Galih


"Ok deh, kalau rencana kita berhasil. aku dan istriku akan bantuin kamu," saut Daniel


"Kalau gitu kita simbiosis mutualisme ya saling untung. aku balik dulu besok pagi kesini lagi. assalamualaikum," ucap Galih


"Waalaikumsalam," jawab Daniel


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2