Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
27. CEMBURU DALAM DIAM


__ADS_3

1 jam kemudian, Chintia sudah selesai belanja kebutuhan dapur di pasar. Sesampainya di kontrakan, Chintia menuju dapur untuk menata hasil belanjanya. Setelah itu, Chintia menuju kamar dirinya melihat Daniel sedang terduduk dikursi dekat jendela kamar. Chintia menatap Daniel dari tadi hanya menatap awan di jendela mencoba menyapanya.


"Mas," sapa Chintia


Daniel membalikan badanya hanya diam tidak menggubris sapaan Chintia. Dirinya berjalan keluar kamar tanpa pamit menuju ruang tamu. Chintia merasa heran dengan sikap cuek Daniel yang tak mendiamkan dirinya.


"Mas Daniel mengapa ya? apa ada masalah? aku coba hampiri deh," batin Chintia


Chintia mencoba menghampiri Daniel di ruang tamu. Terlihat Daniel berdiri di depan jendela ruang tamu. Chintia merasa Daniel memiliki masalah dan berusaha menyembunyikanya darinya. Chintia tidak nyaman dengan perlakuan Daniel kepadanya, tanpa berpikir panjang Chintia bertanya pada Daniel.


"Mas, kamu ada masalah?" tanya Chintia


"Tidak ada," jawab Daniel datar tak menoleh


"Mas, ingin aku buatkan sesuatu?" tanya Chintia


Daniel hanya diam saja tidak menggubris ucapan Chintia. Chintia yang masih melihat Daniel mendiamkanya semakin merasa tidak nyaman. Hingga akhirnya terlintas dipikiran Chintia mencoba menawarkan membuatkan secangkir kopi.


"Mas, aku buatin kopi ya?" tawar Chintia


"Tidak perlu," jawab Daniel datar tak menoleh


"Atau mungkin Mas pingin susu, teh, wedang jahe atau yang lainya? akan aku buatkan," saut Chintia

__ADS_1


"Tidak perlu," jawab Daniel datar tak menoleh


Chintia merasa geram dengan Daniel yang masih mendiamkanya tanpa sebab. Karena merasa geram Chintia tiba tiba mendekati Daniel kemudian memegang lengan kekar Daniel dan mengajaknya bicara.


"Mas, aku mau bicara," ucap Chintia


"Hmm..." jawab Daniel datar tak menoleh


"Mas, ada apa denganmu? kamu tiba tiba bersikap seperti ini kepadaku?" ucap Chintia


"Aku hanya merenung." jawab Daniel datar


"Apa yang kamu renungkan? apa aku berbuat salah padamu?" tanya Chintia


Sesampainya di teras Chintia ingin menegur Daniel. Namun saat Chintia hendak menegur Daniel, dirinya terkejut melihat Daniel meneteskan air mata. Chintia memegang lengan Daniel kemudian bertanya tentang apa alasan dibalik diam dan tangisnya hari ini.


"Mas, kamu menangis. kamu kalau ada masalah cerita saja sama aku," ucap Chintia


"Apa kamu bahagia hidup bersamaku?" tanya Daniel


"Mas, kok tiba tiba tanya gitu?" tanya balik Chintia


"Ada seorang pria yang lebih mapan dariku, dirinya percaya bisa membahagiakanmu. jika kamu bahagia dengan pria itu, kamu boleh meninggalkan aku. maaf, aku ingin menenangkan diriku. aku pamit pulang dulu." jawab Daniel

__ADS_1


"Mas, maksudnya apa mas? aku tidak paham dengan apa yang Mas katakan?" saut Chintia


Daniel tak menjawab ucapan Chintia kemudian pergi berjalan keluar kontrakan meninggalkan Chintia. Chintia hanya terdiam dan berusaha mencerna ucapan Daniel barusan kepadanya.


"apa maksud dari yang Mas Daniel katakan? megapa tiba tiba tanya sepert itu kepadaku? pria itu yang dimaksud mas Daniel siapa? hingga membuat mas Daniel marah kepadaku," batin Chintia


Beberapa menit kemudian, Chintia berhasil mencerna ucapan Daniel, Chintia teringat kejadian tadi siang saat Zaka berkunjung didepan kontrakanya. Chintia tiba tiba merasa bersalah saat mengingat Zaka memegang bahunya dan mengatakan kepadanya kalau Zaka ingin membahagiakanya. Chintia menebak kalau Daniel cemburu melihat percakapan dirinya dengan Zaka berharga gumam Chintia sembari menangis.


"Mas, apakah kamu melihatku dengan mas Zaka ? aku benar benar menyesal. aku merasa bersalah. maafin aku Mas, aku tidak peka dengan perasaanmu. aku akan belajar mencintaimu Mas, walaupun aku belum mencintaimu karena selalu terngiang masa kelam itu." gumam Chintia


Disisi lain, Daniel yang awalnya ingin pulang dirinya tiba tiba melihat kertas bertuliskan lowongan satpam di perumahan. Lokasi perumahan tidak jauh dari kontrakan Chintia. Daniel yang merasa mampu memenuhi persayaratan di kertas, tanpa berpikir panjang Daniel mencoba menghubungi nomer tertera.


10 menit kemudian, Daniel diterima berkerja sebagai satpam mulai besok malam. Sebenarnya terdapat waktu kerja pagi-siang (05.00-17.00) dan sore-malam (17.00-04.00). Tetapi Daniel lebih memilih waktu sore-malam karena dirinya mengetahui Chintia mengajar bimbel di malam hari. Dengan memgambil waktu sore malam, Daniel yakin dirinya bisa tetap menjaga dan melindungi Chintia saat bekerja.


"Alhamdulillah, aku dapat pekerjaan. semoga Chintia bahagia dengan kabar ini." gumam Daniel


Hari ini ingin sekali kembali pulang ke kontrakan Chintia. Tapi niat itu dirinya urungkan karena ingin Chintia berpikir untuk memutuskan kehidupanya denganya kedepanya. Seperti biasa walaupun Daniel masih marahan dengan Chintia, setiap malam dini hari Daniel tetap melakukan aktivitas rutinanya berjaga di kontrakan Chintia.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2