Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
44. TETAP PEDULI


__ADS_3

Daniel hari ini masih merasa marah dengan Chintia yang menganggapnya sepupu di hadapanya teman temanya. Pagi ini, Daniel memutuskan untuk sarapan di warung dekat perumahan. Saat makan di warung tidak sengaja Daniel bertemu dengan teman lamanya Gerry dan Martin.


"Eh, kalian disini?" ucap Daniel


"Hmm...kita ada perlu Nil sama kamu," jawab Gerry


"Keperluan apa?" tanya Daniel


"Ini perintah dari tuan muda sekarang. tapi sasaranya sama dan hadiahnya lebih besar," jawab Martin


"Apa maksud kalian? aku tidak mengerti," tanya Daniel


"Kau ingat gadis dulu yang pernah kita sekap? ternyata musuhnya banyak juga. kali ini aku menawarkan pekerjaan ini untukmu juga karena kami masih menganggapmu teman." jawab Gerry


Entah mengapa Daniel merasakan gadis sasaran sahabatnya nanti adalah Chintia.Tapi Daniel menepis pikiran itu, dirinya merasa Chintia anak baik baik dan tidak ada musuh. Daniel tidak tertarik dengan tawaran kedua sahabatnya karena dirinya sudah bertekad memutuskan berhenti dari pekerjaan haram itu.


"Terima kasih atas penawaranya. tapi maaf aku tidak tertarik tawaean kalian. aku tidak ingin kembali ke dunia gelapku dulu," jawab Daniel

__ADS_1


"Apa kau yakin? Tuan Muda memberi imbalan 1 Miliyar, kita akan kaya Nil," bujuk Martin


"Maaf, sebaiknya kalian nikmati saja uang itu. aku sudah bahagia hidup bersama istriku." jawab Daniel


Mendengar kata istri, Gerry dan Martin saling bertatap mereka menyadari kalau Daniel sudah menikahi gadis yang akan menjadi sasaranya nanti malam. Gadis yang akan disekap Gerry dan Martin atas perintah tuan muda adalah istri Daniel. Untung saja Martin dan Gerry tidak memberi tahu siapa gadis sasaranya yang akan dirampok dan disekap kepada Daniel. Dengan perasaan takut dan kebingungan Martin dan Gerry izin untuk pergi.


"Nil, kami izin pergi dulu, ada urusan dengan tuan muda," ucap Martim


"Iya Nil, kami duluan ya?" saut Gerry


"Hmm..." jawab Daniel


"Apakah sasaran mereka Chintia? Ah...mengapa aku memikirkanya gadis itu? aku hanya dianggapnya sepupu. aku tidak berarti lagi bagi dia. mungkin gadis incaran mereka adalah gadis lain. Chintia lagian tidak punya musuh. Hmm...aku tidak peduli sama tindakan mereka," batin Daniel


Sore hari, Daniel menunggu kepulangan Chintia dari kampus di kontrakan. Walaupun sudah berpikiran positif, tetap saja Daniel khawatir dengan Chintia. Daniel masih tetap peduli dengan Chintia meski hatinya sudah tersakiti. Sebenarnya satu jam lagi Daniel berangkat bekerja, namun sebelum berangkat dirinya ingin memastikan Chintia pulang dari kampus terlebih dulu.


15 menit kemudian, Chintia sudah kembali ke kontrakan. Chintia melihat Daniel duduk alas karpet ruang tamu dengan sudah bereseragam satpam. Chintia merasa Daniel masih mendiamkanya. Chintia berusaha memdekati dan duduk disamping Daniel.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Mas." ucap Chintia


"Waalaikumsalam," jawab Daniel datar


"Mas, sudah makan?" tanya Chintia


"Sudah, ini sudah mau jam 5, aku berangkat dulu, assalaimualaikum," jawab Daniel


"Waalaikumsalam," saut Daniel


Setelah menatap kepergian Daniel, Chintia memikirkan sikap Daniel yang mendiamkanya. Namun saat itu juga Chintia teringat juga tugas kimia anorganik dari dosen. Dengan terburu buru takut bentrok dengan jamnya bekerja, Chintia bergegas menuju kamar mengerjakan tugas kimia anorganik dari dosen.


1 jam kemudian, seperti bisa Chintia berangkat bekerja menjadi guru bimbel. Sekarang Chintia menjadi wanita yang super sibuk dengan harus membagi waktunya untuk kuliah dan bekerja. Dulu satu bulan pertama, Chintia hanya mengajar tiga hari dalam seminggu.Namun karena banyaknya siswa disana yang suka metode pengajaran Chintia, sekarang Chintia mengajar lima hari dalam seminggu.


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2