Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
198. BELUM TERLAMBAT


__ADS_3

Sore hari setelah pekerjaanya selesai, Daniel dan Galih bersama sama berangkat ke rumah sakit. Namun sesampainya di rumah sakit Daniel dan Galih tak menemukan pasien yang dicarinyam


"Nil, kamu beneran suami Bu Halimah di rawat disini?" tanya Galih


"Iya, setiap hari aku menyempatkan mengunjunginya," jawab Daniel


"Tapi bagaimana bisa pasien tidak ada ditempat? tidak mungkin pasien itu kabur," ucap Galih


"Iya benar, aku akan coba menghubungi Ihsan," jawab Daniel


Baru saja hendak mau menghubungi Ihsan, Ihsan tiba tba datang menghampiri Galih dan Daniel.


"Pak Galih, Pak Daniel, maaf apa bapak mau menjenguk bapak saya?" tanya Ihsan


"Iya San, dimana bapak kamu?" tanya balik Daniel


"Bapak tadi mengalami sesak nafas, sekitar 30 menit yang lalu dibawa di ruang ICU," jawab Ihsan lesu


"Hah? ada di ruang ICU?" tanya Daniel panik


"Iya Pak, maaf saya tadi disini mau ambil tas saya di kamar, eh gak tahunya ketemu Pak Daniel dan Pak Galih. terima kasih telah peduli sama bapak saya," jawab Ihsan


"Sebaiknya kita ke ruang ICU menunggu pemeriksaan bapaknya Ihsan," saut Galih


Daniel dan Ihsan mengangguk kemudian mereka bertiga bersama sama pergi ke ruang ICU.


Sesampainya di ruang ICU, terlihat Bu Halimah terduduk lemas di depan ruang ICU. Ihsan saat itu langsung memeluk ibunya dan menenangkanya.


"Buk, ibuk harus yakin kalau bapak pasti sembuh. ibuk jangan nangis terus ya," ucap Ihsan


"Iya, semoga bapak nggak apa apa," jawab Bu Halimah lemah

__ADS_1


"Ibuk pulang dulu ya? biar Ihsan yang jaga bapak. nanti Ihsan kabarkan kondisi bapak," saut Ihsan


Bu Halimah mengangguk akhirnya memutuskan untuk pulang. Sekarang di rumah sakit hanya tersisa Galih, Daniel, dan Ihsan. Mereka bertiga menunggu pemeriksaan Pak Hendro selesai.


20 menit kemudian dokter keluar dari ruang ICU mengatakan pasien sudah selesai diperiksa dan sekarang dalam keadaan koma


"Kondisi pasien sudah melewati masa kritisnya. dan sekarang pasien masih dalam keadaan koma,," ucap Dokter


"Koma dok?" tanya Ihsan


"Iya, leukimia yang menyerang pasien tadi menyerang imunitas pasien, beruntung pasien masih bisa bertahan sampai saat ini," jawab Dokter


"Dok, lakukan apapun masalah biaya dokter gak usah risau. lakukan yang terbaik untuk pasien ini," ucap Daniel


"Baik Pak, saya dan tim dokter lainya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk pasien. pasien akan segera dipindah ruangan. sekarang saya permisi dulu," jawab Dokter


---------------


"Nil, apakah dia mengenalmu?" tanya Galih


"Maksudnya Pak Hendro? aku dan Pak Hendro baru baru ini saja saling mengenal. dan jujur saja foto ayah yang kamu tunjukan menurutku mirip dengan Pak Hendro," jawab Daniel


"Iya Nil, dugaanmu tidak salah. memang benar Pak Hendro memang ayah kita," ucap Galih


"A..Apa? mengapa Kak Galih yakin sekali Pak Hendro itu ayah kita?' tanya Daniel


"Iya aku yakin, Hendro Purnama Haidar Kusuma. dia ayah kita," jawab Galih


Degg...


Mengetahui fakta dari ucapan Galih, Daniel saat itu terduduk lemas di kursi tunggu.

__ADS_1


"Nil, kamu tidak apa apa?" tanya Galih


"Aku tidak apa apa Kak, aku hanya merasa mengapa dunia kita penuh teka teki. mulai dari awal aku tahu kamu adalah saudaraku, membongkar kebusukan ibunya Ratih, lalu sekarang kita menemukan ayah," jawab Daniel


"Nil, kita hadapi semua ini bersama sana. ayah kita masih bernafas. kita masih ada kesempatan. kita belum terlambat," saut Galih


"Apakah perlu kita memberitahu Ihsan? kalau Ihsan adalah adik tiri kita?" tanya Daniel


"Semua perlu waktu. ada waktunya kita mengungkap semuanya," jawab Galih


Daniel sudah mulai tenang saat Galih menenangkanya. Tak lama kemudian, Ihsan keluar dari ruangan menanyakan sesuatu pada Galih dan Daniel.


"Pak Daniel, Pak Galih, maaf menganggu. apakah kalian mau menjenguk bapak?" tanya Ihsan


"Hmm..pasti," jawab Galih.


"Baiklah, tapi harus gantian," ucap Ihsan


"Hmm..baiklah," jawab Galih


"Iya kami mengerti," saut Daniel.


Galih dan Daniel saat itu bergantian menjenguk Pak Hendro yang berbaring lemah di ruangan. Setelah menjenguk Pak Hendro, Galih dan Daniel izin pulang ke rumah.


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2