Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
204. IRAHWATI, SE


__ADS_3

Degg


Pak Hendro terkejut dan baru menyadari kalau istrinya sudah masuk kedalam lingkungan keluarganya. Pak Hendro tidak pernah cerita masa lalunya kepada Bu Halimah. Dalam pikiran Pak Hendro, dirinya takut di cap penipu karena tidak jujur dengan Bu Halimah


Sementara Ihsan, dirinya heran mengapa ayahnya menyembunyikan rahasia besar ini kepada ibunya. Tanpa berpikir panjang, Ihsan mencoba bertanya pada ayahnya.


"Pak, mengapa ibuk belum tahu kebenaran ini?" tanya Ihsan


"Nak, semasa itu bapak udah nama bapak udah tercontreng di keluarga. jadi bapak terpaksa menyembunyikan masa lalu bapak," jawab Pak Hendro


"Pak, apa ibuk akan kecewa setelah mendengar ini?" tanya Ihsan


"Itu yang bapak takutkan Nak," jawab Pak Hendro


"Pak, lalu dimana ibunya Pak Galih dan Pak Daniel? aku disana hanya melihat neneknya saja," tanya Ihsan


"Bapak gak tahu itu Nak, bapak cerai sama ibuknya Putra dan Galih sudah lama. kalau gak salah Galih usianya masih 4 tahun, dan Putra masih kecil. Saat kami bercerai, mantan istri bapak membawa Putra pergi, dan gak tahu bagaimana ceritanya Putra kembali lagi bersama Galih," jawab Pak Hendro


"Pak, apakah rahasia ini harus ditutup rapat?" Tanya Ihsan


"Beri bapak waktu untuk memikirkan semuanya," jawab Pak Hendro


"Iya Pak " saut Ihsan


----- Di Rumah Haidar -----


Malam hari di rumah Haidar, saat itu Galih dan Daniel masih berada di ruang kerjanya. Mereka berdua memikirkan apa yanf terjadi haei esok jika Ihsan dan semua orang tahu kebenaranya.


"Kak, apa kakak menceritakan kebenaranya pada Ihsan tadi?" tanya Daniel


"Aku hanya memberinya petunjuk. selebihnya biar ayah yang menjelakan," jawab Galih


"Menurutmu apa nenek marah atau senang jika tahu hal ini?" tanya Daniel


"Aku juga gak tahu Nil, aku akan mencoba bertanya tentang ayah pada nenek," jawab Galih

__ADS_1


"Baiklah, semoga nenek senang dengan berita ini," saut Daniel


"Iya Nil, semoga saja. sekarang sebaiknya kita ke kamar dulu, besok kita pikirkan rencana berikutnya," jawab Galih


"Hmm...ok," ucap Daniel


-------------


Esok hari, Daniel, Galih, Chintia, Hesti, dan Nenek Irah sedang sarapan bersama. Namun saat sarapan Galih dan Daniel terlihat gelisah. Hal itu tentu disadari Chintia saat mengambilkan nasi untuk Daniel.


"Mas Daniel, Mas Galih, kalian kok kayaknya gelisah," ucap Chintia


"Eh, mas gak apa apa kok," jawab Daniel


Hesti saat itu menatap Galih kemudian membenarkan ucapan Chintia


"Eh bener, Mas Galih juga kayaknya keliatan gelisah, ada apa Mas?" tanya Hesti


"Nggak ada, Mas sama Daniel hanya memikirkan kerjaan aja," jawab Galih


"Iya bener," jawab Galih


Chintia dan Hesti nampak tidak puas dengan jawaban suaminya. Tapi mereka berdua diam saja karena tidak enak dengan Nenek Irah. Sementara Nenek Irah yang mendengar sekilas obrolan kedua cucunya dengan cucu menantunya langsung menatap cucunya. Dn benar saja, Nenek Irah melihat Galih dan Daniel seperti memikirkan suatu rencana.


"Apa yang sedang cucuku pikirkan? aku harus menanyainya selesai makan nanti," batin Nenek Irah


Selesai makan, Daniel dan Galih bergegas ke kantor. Namun baru saja hendak berdiri Nenek Irah mencegahnya.


"Tunggu, kalian duduklah dulu," ucap Nenek Irah


"Iya Nek, ada apa?" tanya Galih


Nenek Irah menyuruh cucu menantunya membersihkan meja makan, kemudian mengajak Galih dan Danie berbicara.


"Apa terjadi sesuatu pada kalian?" tanya Nenek Irah

__ADS_1


"Tidak ada Nek, hanya masalah kerjaan," jawab Galih bohong


"Terjadi masalah di kantor?" tanya Nenek Irah


"Sedikit Nek, yah benar sedikit. nanti akan segera kami berdua atasi," jawab Galih bohonh


"Sedikit? jelaskan pada Nenek. karena Nenek ragu dengan penjelasan kalian," ucap Nenek Irah


"Oh, itu urusan kantor Nek, sebaiknya Nenek istirahat dan tidak perlu ikut berpikir dalam hal ini. kami berdua pasti bisa menanganinya," jawab Daniel bohong


"Kalian meremehkan Nenek?" tanya Nenek Irah kesal


Galih dan Daniel kompak menggelengkan kepalanya. Nenek Irah tidak terima kedua cucunya terkesan meremehkanya. Tanpa ragu Nenek Irah langsung mencecar Galih dan Daniel


"Hei kalian berdua, walaupun nenek sudah tua, nenek ini sarjana ekonomi, ada gelar SE di nama nenek. jangan remehkan Irahwati, SE," ucap Nenek Irah


Daniel saat itu baru tahu nama lengkap neneknya lansung keceplosan terkesan tak mempercayainya.


"Kak Galih, apa benar yang dikatakan nenek?sungguh aku baru tahu dan tidak menyangka, nenek kita hebat,"ucap Daniel


Galih yang menyadari Daniel keceplosan dan di dengar Daniel langsung mencari aman menghindari ceramah Nenek Irah


"Nil, yang dikatakan nenek benar, maaf Nil kayaknya kamu keceplosan, masih ada nenek dihadapan kita. itu ucapanmu aku gak mau ikutan. tanggung konsekuensi ucapanmu sendiri," ucap Galih


"A...Apa?" tanya Daniel panik menyadari


"Hei kalian, tetap diam di tempat. kalian memancing kesabaran nenek. ayo nenek buktikan, mari kita debat topik ekonomi mikro," jawab Nenek tegas


"Hah !!!" saut Galih dan Daniel terkejut


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2