Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
100. WAKTU TIDAK BANYAK


__ADS_3

"Tok...Tok...Tok..." (bunyi ketukan pada jendela mobil)


Daniel terkejut mendengar suara ketukan seseorang dari jendelanya. Daniel sontak membalikan badanya lalu melihat seseorang yang mengetuk jendela mobil. Awalnya Daniel takut seseorang dari luar mengetahui aksi tindakanya mengintrogasi Niken. Tapi ketakutan itu mereda saat seseorang tersebut mengatakan sesuatu.


"Pak, mohon sedekahnya. saya dan anak saya belum makan dua hari," ucap seseorang tersebut


Seseorang yang mengetuk jendela mobil itu ternyata adalah seorang pengemis. Niken berdecak kesal karena tadinya yang mengira ada orang yang menyelamatkanya ternyata hanyalah seorang pengemis.


"Ih, mengapa sih harus pengemis kumuh. bau, dan kumus itu yang datang. amit amit deh nasibku hari ini. ngarep diselamatin orang dapatnya pengemis.aku harus berpikir mencari cara untuk keluar. sampai kapanpun aku tidak sudi memelas pada Chintia dan keluarganya," batin Niken


Berbeda dengan Niken, Daniel malah membukakan jendela mobilnya lalu memberikan sedekah untuk pengemis itu.


"Bu, ini saya ada sedikit sedekah dari saya," ucap Daniel


"Iya Nak, terima kasih sedekahnya," jawab Pengemis


"Iya Bu, sama sama," saut Daniel


Pengemis itu membenakan kain gendongan anaknya lalu bersiap pergi meninggalkan mobil yang ditumpangi Galih dan Daniel. Galih saat itu melihat Daniel sangat takjub dengan kemurahan hatinya memberikan sedekah uang 50 ribu pada pengemis. Entah mengapa Galih tiba tiba tergerak hatinya ingin ikut membantu pengemis itu. Tanpa berpikir panjang Galih sontak memanggil pengemis itu untuk besedekah.


"Bu, tunggu jangan pergi dulu. saya ada sedikit rejeki juga untuk Ibu," ucap Galih


Galih menyalurkan uang pemberianya kepada Daniel. Kemudian Daniel mengasihkanya kepada pengemis itu. Daniel dan Niken yang terkejut melihat Galih memberikan puluhan lembar seratus ribuan pada pengemis. Apalagi pengemis yang menerima sedekah dari Galih. Pengemis itu langsung menangis haru kemudian berterima kasih pada penghuni mobil.


"Ya Allah Pak, terima kasih banyak. ini pertama kali saya pegang uang sebanyak ini. saya berdoa agar kalian selalu diberikan kebahagiaan," ucap Pengemis


"Iya Bu, saya juga terima kasih doanya. semoga bisa bermanfaat ya Bu," jawab Galih

__ADS_1


"Iya pasti bermanfaat Pak. sekarang lampunya mau hijau saya permisi dulu wasaalamualaikum," ucap Pengemis


"Waalaikumsalam," jawab Daniel dan Galih


Galih dan Daniel kemudian melanjutkan perjalananya saat lampu berubah jadi hijau. Selama diperjalanan berbagai kemacetan dengan sebab sebab tertentu terus menghambat perjananan Galih dan Daniel. Saat itu Hujan deras dan suara gelegar petir juga menemani perjalanan mereka. Pejalanan mereka untuk ke rumah Chintia juga menjadi terlambat


"Lih, apakah kita masih punya waktu? hari ini sudah sore," tanya Daniel


"Berdoa saja Nil, perjalanan kita masih 2 jam lagi," jawab Galih


"Lih, jangan sampai kita terlambat. aku mohon tambah lagi kecepatanmu," saut Daniel


"Aku tidak tahu kita akan terlambat atau tidak, yang penting kita berusaha dulu," jawab Galih


"Aku sungguh suami yang bodoh, jika aku tidak bisa membatalkan pertunangan itu.aku akan merasa bersalah dan menyesal seumur hidupku," gerutu Daniel


-----------------


Jam menunjukan pukul 17.00. Daniel dan Galih belum sampai di rumah Chintia. Daniel saat itu panik karena pejalanan masih dua jam lagi. Kepanikan Daniel semakin bertambah ketika Chintia menelponya. Daniel saat itu tidak berani mengangkat teleponya karena bingung apa yang haru nanti dirnya katakan.


"Chintia, apa yang harus aku katakan padamu? aku masih dua jam lagi akan sampai. apakah waktunya cukup untuk aku kesana? apakah aku terlambat." batin Daniel


Galih sebenarmya juga ikut panik karena waktunya sudah tidak banyak lagi.Tepat pukul 19.00 dalam susunan acara terdapat prosesi pemasangan cincin tunangan. Namun Galih berusaha mengontrol kepanikanya. Karena Daniel sudah dalam keadaan tidak baik. Galih melihat Daniel mulai frustasi. sebagai seorang sahabat, Galih berusaha memberi dukungan untuk Daniel.


"Nil, kamu harus optimis setidaknya kamu jangan frustasi seperti ini yang membuat dirimu rapuh. pikirakan istrimu yang menangis, ketakutan, gugup dan yang pasti sedang membutuhkanmu. yakinkan istrimu kalau kamu pasti berhasil membatalkan pertunangan itu," ucap Galih


"Baiklah apa yang kamu ucapakan benar. Chintia membutuhkanku, aku akan balik menghubungi istriku," jawab Daniel

__ADS_1


Tut...Tut...


📞 "Hallo, assalamualaikum Mas," ucap Chintia


📞"Waalaikunsalam, apakah terjadi sesuatu?" tanya Daniel


📞 "Mas, habis maghrib acara sudah dimulai Mas. waktu kita tidak banyak. aku takut jika Mas tidak datang," jawab Chintia


📞"Chintia, jangan menangis. Mas pasti datang ke pesta pertunangan itu. Mas masih dalam perjalanan," saut Daniel


📞 "Mas, aku mengharapkan kehadiranmu. Mas pokoknya harus datang. aku tidak mau Mas bertunangan dengan Mas Zaka," ucap Chintia


📞 "Mas juga tidak rela kamu bertunangan dengan Zala. Percayalah sama Mas. Mas janji nggak akan mengecewakanmu. Kita berada dipihak yang benar jadi jangan takut," jawab Daniel


📞"Iya Mas, aku percaya dengan suamiku. aku menunggumu Mas." saut Chintia


📞"Baiklah, sekarang Mas tutup dulu teleponya. Mas dan Galih akan segera datang. tunggu Mas ya, assalamualaikum," jawab Daniel


📞"Waalaikumsalam," saut Chintia


Tut...Tut...


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2