
Malam hari, Daniel di kamar tidak bisa tidur. Sementara Chintia sudah tidur pulas sejak satu jam yang lalu. Ingin sekali Daniel memejamkan matanya tapi dirinya tidak bisa tidur. Daniel saat itu juga lapar dan berkali kali perutnya berbunyi.
"Kruyuk...kruyuk..."(bunyi perut Daniel)
"Haduh, lapar sekali malam ini. cacing di perut gak berhenti demo," batin Daniel
Daniel merasa kelaparan, ingin sekali dirinya membangunkan Chintia untuk membuatkan makanan. Tapi saat melihat Chintia tertidur dengan pulas, Daniel tidak tega membangunkanya. Daniel saat itu bingung dengan apa yang harus dilakukan. Jika dikontakan mungkin Daniel bisa saja membuat mie instan. Tapi sekarang kondisinya berbeda, Daniel sedang berada di rumah mertuanya. Tidak ada pilihan lain, Daniel terpaksa membangukan istrinya untuk membuatkanya makanan.
"Chintia..bangun..." ucap Daniel sambil menepuk pelan pipi Chintia
Saat dibangunkan. Chintia menggeliat dan membuka matanya perlahan. Setelah matanya terbuka, Chintia bertanya pada Daniel.
"Ada apa, Mas?" tanya Chintia
"Maaf, Mas telah menganggu tidurmu. Mas sekarang lapar ingin makan," jawab Daniel
"Mas, sekarang jam berapa?" tanya Chintia
"Jam sebelas malam, kalau kamu ngantuk tidur lagi saja tidak apa apa. Mas minum air saja," jawab Daniel
"Eh, jangan Mas. aku ambili makanan di dapur. Mas tunggu disini aja," saut Chintia
Chintia turun dari ranjangnya kemudian berjalan menuju dapur. Di dapur, Chintia melihat Ibunya sibuk membuat getuk.Chintia teringat di perjalanan ke rumahnya tadi, Daniel penasaran tentang getuk buatan Ibunya. Tanpa berpkir panjang, Chintia meminta getuk pada Ibunya untuk Daniel.
"Bu, aku boleh minta getuknya ya?" ucap Chintia
__ADS_1
"Ambil aja, suamimu suruh coba getuk buatan Ibu," jawab Bu Rahma
"Iya Bu, kebetulan pas tadi jalan mau kesini, Mas Daniel penasaran banget sama getuk," ucap Chintia
"Kalau gitu ambilin aja yang banyak untuk suamimu," saut Bu Rahma
"Iya Bu," jawab Chintia
Chintia mengambilkan beberapa irisan getuk dan menaburinya dengan parutan kelapa. Setelah mengambil getuk, Chintia berjalan menuju kamar untuk menemui Daniel.
Sesampainya di kamar, Chintia memberikan getuk buatan Ibunya kepada Daniel.
"Mas, ini aku bawa getuk." ucap Chintia
"Sekarang Mas coba makan getuknya," ucap Chintia
"Iya, Mas akan makan getuknya, ini masaknya pakai oven ya?" tanya Daniel
"Getuk ini di kukus Mas, kalau di oven yang ada malah garing," jawab Chintia
"Hehe...Mas baru tahu," saut Daniel
Daniel memakan getuk buatan Ibu mertuaya benar benar sangat takjub. Rasanya yang manis, gurih, dan tekstur lembuat membuat Daniel dengan lahap menghabiskan getuknya. Terdapat 9 irisan getuk di piring, Daniel memakan 7 irisan sementara Chintua hanya makan 2 irisan. Setelah makan getuk, Daniel memuji getuk buatan mertunya.
__ADS_1
"Chintia, getuk buatan ibumu enak banget," ucap Daniel
"Iya Mas, Ibu jualan getuk sudah sejak zaman aku masih SD. jadi udah 10 tahun lebih Ibu jualan getuk," jawab Chintia
"Kamu bisa buat getuk?" tanya Daniel
"Bisa Mas, tapi gak seenak buatanya Ibu," jawab Chintia
"Emang kamu sudah pernah buat dan ada yang udah nyicipin getuk buatan kamu?" ucap Daniel
"aku pernah buat getuk pas zaman aku baru masuk SMA. yang nyicipin cuma Bapak sama Ibu. katanya buatanku kurang lembut dan kurang manis," jawab Chintia
"Mas yakin kalau kamu buat lagi pasti enak."ucap Daniel
"Iya Mas, pas di kontrakan nanti aku coba buat. tapi kita butuh singkong. di jakarta gak ada tanaman singkong. di pasar mahal kalau mau beli," jawab Chintia
"Iya, nanti kita bawa singkong pas balik ke kontrakan," saut Daniel
Setela perut terasa kenyang, akhirnya Daniel dan Chintia melanjutkan tidurnya dengan saling berpelukan.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga