Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
124. RENCANA HESTI


__ADS_3

Di jam istirahat, Hesti keluar dari kelas langsung menelpon Chintia karena ingin makan bareng di kantin.


Tut...Tut..


📞 "Hallo, Assalamualaikum Hes," ucap Chintia


📞 "Waalaikumsalam Chin, kamu ada dimana sekarang?" tanya Hesti


📞"Aku baru saja keluar kelas mau ke kantin. ada apa Hes?" tanya balik Chintia


📞"Kebetulan aku mau ke kantin juga Chin, ada yang ingin aku bicarakan kepadami," ucap Hesti


📞"Ok baiklah, kita ketemuan disana saja langsung," jawab Chintia


📞"Iya Chin, aku tutup dulu ya, assalamualaikum," ucap Hesti


📞"Waalaikumsalam," jawab Chintia


Setelah mematikan teleponya, Chintia bertanya tanya pada dirinya sendiri karena tumben Hesti mengajaknya ketemuan mendadak dan membicarakan sesuatu padanya.


"Kok tumben ya Hesti ngajak aku ke kantin mendadak. katanya ada hal yang diomongin. apa dia ada masalah? semoga saja baik baik saja. sekarang aku akan menemuinya," batin Chintia


--- Di Kantin ---


Di Kantin terlihat Hesti yang duduk di meja nomer 19 melambaikan tanganya memanggil Chintia.


"Chintia...aku disini," ucap Hesti


Chintia yang melihat keberadaan Hesti langsung memesan makanan pada ibu kantin kemudian menghampiri Hesti.


"Iya Hes, aku akan segera kesitu," jawab Chintia


Hesti dan Chintia saat itu duduk berhadapan. Chintia saat itu penasaran dengan apa yang dikatakan Hesti. Tanpa ragu, Chintia bertanya pada Hesti.

__ADS_1


"Hes, kamu tadi mau membicarakan apa?" tanya Chintia


"Oh tadi, sebenarnya aku cuma kepo aja sih," jawab Hesti gugup


"Kepo gimana?" tanya Chintia


"Bagaimana cara kamu membahagiakan suamimu?" tanya Hesti balik


Chintia menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal karena merasa aneh dengan pertanyaan Hesti. Chintia saat itu balik bertaya pada Hesti.


"Hes, tanpa aku jawab seharusnya kamu udah ngerti cara membahagiakan suami," ucap Chintia


"Hehe...kamu tahu sendiri kan aku nikah paksa sama Mas Galih. tentunya aku harus belajar darimu. karena kamu dan Mas Daniel kan juga nikah paksa," jawab Hesti


"Kalau aku sih simpel aja Hes. sebagai seorang wanita yang sudah menikah. tentunya kita harus memenuhi tanggung jawab kita sebagai seorang istri pada suami," ucap Chintia


"Tapi bukanya dulu kamu tidak mencintainya? bahkan kamu menyembuyikan statusmu pada sahabatmu sendiri," tanya Hesti


"Kamu membutuhkan waktu berapa lama untuk bisa mencintai suamimu?" tanya Hesti


"Dua sampai tiga bulan Hes. aku bersyukur memiliki suami kaya Mas Daniel. Mas Daniel adalah laki laki yang bertanggung jawab. aku mencintainya," jawab Chintia


Hesti saat itu tersenyum kecil karena Chintia mulai membahas suaminya. Sebenarnya pertanyaan pertanyaan Hesti tadi adalah bagian dari rencanya yang bertujuan untuk menggiring Chintia agar membahas tentang Daniel.


Hesti hendak mau menggali informasi tentang Daniel saat itu. Namun tiba tiba pesanan makanan Hesti dan Chintia sudah datang. Chintia merasa lapar saat itu langsung mengajak Hesti makan.


"Hes, ayo dimakan dulu sotonya. nanti kita lanjutkan lagi bicaranya. tidak baik makan sambil bicara," ucap Chintia


"Iya Chin," jawab Hesti


"Haduh, hampir saja berhasil," batin Hesti


15 menit kemudian, Hesti dan Chintia sudah menyelesaikan aktivitas makan siangnya. Hesti saat itu masih berniat menggali informasi tentang Daniel melalui Chintiam Tanpa ragu Hesti bertanya pada Chintia.

__ADS_1


"Chin, selama kamu menikah dengan Mas Daniel. apakah kamu berkunjung ke rumah mertua kamu?" tanya Hesti


"Orangtua Mas Daniel sudah meninggal. Mas Daniel masih 19 tahun saat itu. Saat lulus SMA, Mas Daniel mau ikut seleksi TNI. tetapi baru saja mau berangkat ikut tes, tiba tiba orangtua Mas Daniel meninggal karena kebakaran," jawab Chintia


"Kebakaran yang menimpah rumah itu apa karena korsleting listrik atau karena tabung elpiji meledak?" tanya Hesti


"Bukan, kebakaran itu disengaja oleh pacar Mas Daniel sendiri dulu namanya Ratih. mereka baru saja tiga hari pacaran. Ratih balas dendam pada Mas Daniel karena cintanya dulu sering ditolak," jawab Chintia


Mendengar kata Ratih tentu saja, Hesti sangat terkejut karena Ratih merupakan mantan istri Galih.


"Hah? Ratih?" tanya Hesti


"Iya Hes, bahkan Ratih juga mencelakai pacar Mas Daniel saat itu. kalau nggak salah namanya Fira. seminggu setelah Fira meninggal, Mas Daniel dapat musibah orang tuanya meninggal dan lagi lagi si Ratih pelakunya, hingga akhirnya Mas Daniel liar menjadi preman kemudian langsung merampok rumah Ratih" jawab Chintia


"Mas Galih juga bilang Ratih kerampokan, apa salinh berhubungan ya?" batin Hesti


"Ya ampun Chin, sangat malang nasib Mas Daniel," ucap Hesti


"Iya Hes, bahkan kenang kenangan keluarganya yang tersisa saat ini adalah maskawin nikah," jawab Chintia


"Maksudmu?" tanya Hesti


"Cincin yang aku pakai ini adalah mahar dulu waktu menikah. kata Mas Daniel cincin ini adalah peninggalan atau kenang kenangan dari ibunya," jawab Chintia


Degg...


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2