
Esok hari, Galih dan Daniel beraktivitas kembali seperti biasanya di kantor. Daniel sejak kemarin malam kepikiran terus rencana Galih agar dirinya bisa bertemu paman Yasir. Tanpa ragu, Daniel bertanya pada Galih.
"Galih, katakan padaku. apa rencanamu kemarin? bagaimana cara aku agar bisa bertemu paman Yasir?" tanya Daniel
"Satu jam lagi kita akan mengadakan pertemuan dengan klien istimewa." jawab Galih
"Galih, jangan berbelit belit, katakan rencanamu sekarang," saut Daniel
"Sabarlah, kamu akan tahu nanti," jawab Galih
Satu jam kemudian Galih dan Daniel mewakili Haidar Group bertemu dengan klien istimewa yang bernama Evelin. Galih menegur salam Eveline dengan senyum formalnya diikuti dengan Daniel. Setelah menegur salam, Galih memperkenalkan Daniel pada Eveline.
"Nyonya Eveline, sebelumnya perkenalkan ini sekretaris baru saya bernama Daniel Saputra," ucap Galih
"Perkenalkan saya Eveline Anggreini, sekretaris dari Jovany Group." saut Eveline
"Saya Daniel Saputra sekretaris Haidar Group,' jawab Daniel
"Apa maksud Galih klien istimewa? Apa sebenarnya rencana Galih. aku bahkan belum pernah bertemu Eveline," batin Daniel
"Iya senang berkenalan dengan anda. tapi sebelumnya saya mewakili Jovany Group memita maaf. Hari ini Pak Albert Jovany selaku direktur Jovany Group masih ada kunjungan di Brazil. jadi tidak bisa hadir pada pertemuan hari ini," jawab Eveline
"Iya Nyonya, tidak masalah. mari kita mulai pembahasan kerja sama perusahaan kita," ucap Galih
"Baik Tuan," jawab Eveline
__ADS_1
Dua jam kemudian rapat sudah selesai. Setelah rapat selesai Galih memulai siasatnya menjalankan rencananya.
"Nyonya Eveline, terima kasih banyak atas kesepakatan kerjasama yang saling menguntungkan ini. ternyata anda masih Eveline sama yang saya kenal waktu kuliah," ucap Galih
"Haha..Tuan Galih bisa saja. lebih baik kita jangan bicara terlalu formal jika rapat selesai." jawab Eveline
"Baiklah Eveline, aku mau bertanya kepadamu. aku mohon kamu jangan tersinggung. aku penasaran kira kira mengapa satu tahun lalu kamu berpaling dari Mahardika Group dan sekarang kamu menjadi sekretaris Jovany Group," tanya Galih
"Aku di Mahardika Group sudah 3 tahun lamanya. tapi aku sangat heran, direktur Mahardika Group sekarang seperti boneka yang dikendalikan. Tuan Mahardika selalu mencampuri urusan perusahaan. itu menbuatku tertekan dengan prinsip kebijakan Mahardika Group yang berubah ubah." jawab Eveline
"Maksudnya apakah direktur Mahardika Group sekarang tidak bejus?" tanya Galih
"Entahlah, aku merasa pak direktur itu tegas dan bijak sebenarnya. tapi dia selalu tunduk sama Tuan Mahardika. Kebijakan yang dibuatnya bagus mendadak di setir oleh Tuan Mahardika menjadi berbanding terbalik. padahal Tuan Mahardika sudah turun dari jabatanya setelah melantik putra keduanya sebagai direktur setelah putra pertamanya meninggal," jawab Eveline
Mendengar ucapan Eveline sontak Daniel langsung bertanya sesuatu pada Eveline.
"Tentu saya, Tuan Yasir Mahardika." jawab Eveline
Degg
Daniel sangat terkejut dan tidak menyangka kalau pamanya menjadi CEO di Mahardika Group. Daniel saat itu kembali menanyakan sesuatu pada Eveline.
"Apakah kamu mengenal dekat Tuan Yasir?" tanya Daniel
"Iya saya mengenalnya, Tuan Yasir itu orangnya cuek, pendiam dan sangat patuh terhadap peraturan. Tuan Yasir juga disiplin sekali. Tuan Yasir sangat menghargai waktu. Akan tetapi beda lagi ceritanya jika bersama anaknya," jawab Eveline
__ADS_1
"Maksudnya?' tanya Daniel
"Asal kalian tahu, Tuan Yasir memiliki anak namanya Zeva. Bisa dibilang Zeva adalah penyelamat karyawan karyawan disana termasuk diriku. Tuan Yasir selalu tunduk kalau menyangkut keputusanya. Tidak hanya Tuan Yasir, seluruh keluarga Mahardika selalu tunduk dengan Zeva, Bahkan sifat arogansi Tuan Mahardika mendadak hilang ketika bertemu dengan Zeva," jawab Eveline
"Maksudmu gadis kecil umur 6 tahun itu?" tanya Galih
"Nah, tebakanmu tepat, dulu dia usia 3 tahun lucu sekali dia," jawab Eveline
"Oh, apakah yang dimaksud Eveline adalah gadis kecil berumur 6 tahun itu? gadis kecil itu memang sangat imut," batin Daniel
Eveline saat itu menceritakan tentang kelakuan lucu Zeva yang mampu membuat keluarga Mahardika tunduk.
Pernah suatu kejadian, Yasir marah marah pada karyawanya karena berbuat kesalahan yang sebenarya tidak terlalu fatal. Zeva secara tidak sengaja mengintip ayahnya marah marah. Yasir menyadari Zeva mengintip dirinya saat marag marah.Yasir langsung menujukan raut wajah panik berlari menghampiri Zeva tetapi Zeva malah berlari dan menangis.
Yasir tidak menyerah mengejar Zeva, akhirnya mampu menangkap Zeva dalam gendonganya. Yasir membujuk Zeva dengan membelikanya mainan tapi tidak mempan. Justru Zeva menyuruh ayahnya tidak memecat karyawanya dan menyuruh ayahnya meminta maaf pada karyawan yang habis dibentak. Yasir saat itu mau tidak mau langsung menuruti perintah anaknya.
Mendengar cerita Eveline, akhirnya Daniel memiliki ide briliant ingin mendekati Zeva agar diirnya bisa bertemu pamanya.
"Zeva, gadis kecil itu ternyata menjadi kesayangan keluarga Mahardika. aku harus mendekati Zeva agar aku bisa segera menemui paman, dan dengan begitu aku akan mengetahui fakta fakta masa laluku dari cerita paman," batin Daniel
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga