
-- Di rumah Mahardika.---
Sore hari, Yasir mulai menjalankan strateginya untuk menemui Sofia. Akan tetapi hanya Mahardika yang tahu tempat tinggal Sofia. Yasir tidak mungkin mengatakan langsung pada Mahardika tentang keberadaan Sofia. Hingga akhirnya Yasir meminta bantuan Zeva Kirana Mahardika untuk meluluhkan hati Mahardika.
"Sayangnya ayah, ayah boleh minta tolong nggak?" tanya Yasir
"Ayah minta aku tolong apa?" tanya balik Zeva
Yasir mendekatkan wajahnya di telinga putrinya lalu membisikan strateginya agar bisa tahu keberadaan Sofia. Zeva menolak
dan tidak setuju karena baginya berbohong itu dosa.
"Ayah, Zeva gak mau bohong sama kakek, bohong itu dosa," ucap Zeva
"Sayang, kamu lihat paman kemarin yang menjadi temanmu itu, dia sedang mencari kebenaran tentang keluarganya, dan kebenaranya ada di kakek. kamu gak kasihan sama pamanmu itu? jadi Zeva mau ya menolongnya? lagian Zeva tahu sendiri kan paman itu baik?" tanya Yasir
Zeva mengangguk paham dirinya ingin menolong Daniel dan Galih. Zeva tanpa berpikir panjanf langsung berlari ke kamar kakeknya.
Sesampainya dikamar kakek, Zeva mulai melakukan aksi manjanya dihadapan sang kakek.
"Kakek..." teriak Zeva
"Eh, cucu kakek datang, ada apa cucu kesayangan kakek?" tanya Mahardika
"Kakek, aku pingin ketemu bibi Sofia," jawab Zeva
Mahardika mengenyitkan dahinya tumben sekali Zeva ingin bertemu Sofia. Padahal Zeva tidak dekat dengan Sofia.
"Mengapa cucu kakek pingin ketemu sama bibi Sofia?" tanya Mahardika
"Zeva bosan kek, ibu dan ayah gak pernah ajak Zeva main," jawab Zeva
"Kalau gitu ayo main sama kakek, atau main sama nenek?" tanya Mahardika
"Nggak mau, Zeva pinginya sama bibi Sofia. sudah lama bibi Sofia gak berkunjung. kata ayah hanya kakek yang tahu tempat tinggal bibi Sofia," jawab Zeva
Yasir kemudian datang memulai dramanya agar Mahardika luluh memberi tahu keberadaan Sofia.
__ADS_1
"Maaf ayah, aku juga gak tahu Zeva ternyata kangen sama Sofia. aku sudah mengajaknya bermain tapi Zeva kukuh ingin menemui Sofia, aku jadi bingung kalau Zeva sudah rewel," ucap Yasir
"Haha..cucu kakek memang keras kepala kaya kakeknya. baiklah Yasir, sekarang kamu datang saja di alamat yang ada di CV Sofia. kakek menyimpanya di map warna hijau," jawab Mahardika
"Baik ayah," saut Yasir
Yasir mengambil map hijau di laci dan benar saja terdapat CV Sofia
"Nah akhirnya aku dapat," batin Yasir
Setelah mendapatkan alamat Sofia, Yasir yang kemarin sempat menanyakan nomer ponsel Daniel langsun menghubunginya.
📩 "Daniel, ini CV Sofia, kamu bisa menemuinya di alamat sini. semua ini berkat putri cantiku," pesan Yasir
📩 "Terima kasih paman, sampaikan salamku sama Zeva aku akan memberikanya hadiah," jawab Daniel
📩 "Siap," pesan Yasir
---- Di Kontrakan Daniel dan Chintia -----
Daniel saat itu baru pulang kerja, habis magrib Daniel menunaikan shalat kemudian makan bersama Chintia. Setelah makan bersama, Daniel ingin mengajak Chintia disuatu tempat.
"Wah, bagus dong Mas," jawab Chintia
"Mas mau mengajakmu menemui Sofia hari ini, sekalian Mas akan ajak Galih dan Hesti," ucap Daniel
"Baik Mas, aku persiapan dulu," jawab Chintia
"Hmm..." saut Daniel
30 menit kemudian, Galih dan Hesti sampai dikontrakan setelah mendapat kabar dari Daniel. Tanpa menunggu lama mereka berempat berangkat dalam satu mobil.
----- Di Rumah Sofia ----
2 jam perjalanan, Daniel, Galih, Chintia dan Hesti telah sampai di rumah Sofia. Sofia yang tidak mengenal Daniel dan teman temanya langsung mengintrogasinya.
"Kalian siapa?" tanya Sofia
__ADS_1
"Aku Daniel cucu dari Mahardika, dan mereka bertiga semua teman temanku," jawab Daniel
"Baiklah,apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Sofia
"Iya aku mau mencari kebenaran, dan hanya kamu yang bisa mengungkap kebenaran ini" jawab Daniel
"maksud kamu?" tanya Sofia
"Mbak, apa kami tidak dipersilahkan masuk?" saut Chintia
Chintia saat itu merasa pegal di kakinya. Entahlah, Chintia bingung mengapa belakangan ini sering pegal. Kalau hamil jelas tidak mungkin karena tadi Chintia hasilnya negatif saat mencoba tespeck.
Sementara Sofia yang merasa tidak enak saat itu langsung menyuruh Daniel dan teman temanya duduk.
"Eh, maaf monggo silahkan masuk," ucap Sofia
"Terima kasih," jawab bersama sama.
Daniel dan teman temanya duduk diruang tamu. Tanpa ragu, Daniel saat itu memulai langsung menceritakan kepada Sofia tentang cerita masa lalunya yang dirinya dapatkan dari pamanya. Sofia awalnya enggan memberitahu nanun akhirnya langsung memberitahu karena dirinya mennganggap Mahrdika sekeluarga mungkin siap memberitahu hal sakral itu kepada Daniel.
"Iya cerita paman kamu benar, nama kamu diganti karena agar Yazid bisa menjadi direktur, mengingat kamu bukan anak kandung Yazid" ucap Sofia
"Lalu siapa nama asliku?" tanya Daniel
"Aku ambilkan berkasmu dulu, aku lupa soalnya," jawab Sofia
Sofia berjalan sejenak mengambil map plastik berisikan berkas pengurusan peralihan nama. Daniel kemudian mengambil berkas dari Sofia lalu membacanya.
Saat membacanya Daniel dan teman temanya terkejut melihat nama asli Daniel. Dalam map itu terlihat tulisan
"SAPUTRA HAIDAR KUSUMA BERALIH NAMA MENJADI DANIEL SAPUTRA"
Degg...
---------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga