
Siang hari, Bu Halimah melakukan pekerjaanya membantu Chintia merawat Erlan. Mulai dari memandikan, memakaikan pakaian, mengganti popok, membuatkan susu Erlan. Chintia merasa terbantu dengan kehadiran Bu Halimah, karena sebagai ibu muda Chintia memerlukan bimbingan Bu Halimah saat merawat Erlan. Kebetulan saat itu popok Erlan penuh, Bu Halimah seperti guru di sekolah membimbing Chintia cara melepas dan memakaikan popok bayi.
"Nona, pertama kita sobek pinggir popoknya seperti ini," ucap Bu Halimah
"Iya Bu, saya mengerti," jawab Chintia
Chintia merobek dua pinggiran popok Erlan kemudian membukanya terdapat cairan air seni Erlan yang sudah penuh.
"Bu, habis ini bagaimana? popoknya yang bekas cara ngambilnya giman? maaf bu, banyak tanya soalnya kadang masih takut," ucap Chintia
"Gak apa apa Nona, caranya angkat kedua kakinya seperti ini, lalu ambil popok bekasnya. setelah menggantinya dengan yang baru," jawab Bu Halimah
"Oh, iya Bu saya mengerti," jawab Chintia
Chintia kemudian memakai mengambil popok dalam bungkusan lalu memasangkanya popoknya pada Erlan. Namun sebelum Chintia memasangkan popok Bu Halimah mencegahnya.
"Nona, jangan dipakaikan dulu. Nona bersihkan area bawah den Erlan dengan air hangat lalu kasih salep biar gak infeksi," ucap Bu Halimah
"Baik Bu, saya mengerti," jawab Chintia
Perlahan namun pasti, Chintia akhirnya berhasil memasangkan popok pada Erlan dengan benar. Chintia sangat senang sekali saat itu bisa belajar banyak sama Bu Halimah.
"Bu, makasih ya telah bimbing saya rawat Erlan," ucap Chintia
"Sama sama Bu, saya permisi ke belakang dulu," jawab Bu Halimah
"Iya Bu," saut Chintia
Tak lama kemudian, Hesti dan Fiona memasuki kamar Chintia ingin melihat Erlan.
__ADS_1
"Eh, keponakan aunthy baru ganti popok ya," ucap Hesti
"Iya aunthy, tadi Bu Halimah yang bantuin ibu," jawab Chintia
"Uluh uluh makin gemes deh," saut Fiona
"Eh, aunthy Fiona datang lagi," ucap Chintia
"Iya dong, mumpung kuliahnya gak padat aunthy langsung capcuz aja main sama Erlan," jawab Fiona
Hesti dan Fiona bergantian menggendong Erlan dan tak jarang mereka mencium dan mengajak Erlan bicara. Sementara Chintia saat itu melihat jam sudah menunjukan pukul 13.00. Chintia segera izin pada kedua sahabatnya ingin memanggil Bu Halimah untiuk membantu dirinya mempersiapkan ASI untuk Erlan.
"Hesti, Fiona, kalian jaga Erlan ya? aku mau panggil Bu Halimah untuk minta tolong mempersiapkan ASI untuk Erlan, aku gak bisa sendiri soalnya," ucap Chintia
"Ya pergilah sana, bawa ASI yang banyak untuk Erlan, Erlan biar main sama aunthy nya dulu," ucap Hesti
"Ok, aunthy sayang," jawab Chintia
"Bu Halimah, saya minta tolong ibu bantu saya siapin ASI untuk Erlan," ucap Chintia
"Iya Nona," jawab Bu Halimah
Bu Halimah mengambil stok ASI di kulkas lalu menghangatkanya setelah itu diberikan kepada Chintia.
"Ini Nona," ucap Bu Halimah
"Terima kasih Bu, saya sebenarnya malu loh bu, gak bisa nyiap nyiapin sendiri," jawab Chintia
"Gak apa apa Nona, Nona kan baru pertama kali punya anak di usia muda. jadi wajar saja," saut Bu Halimah
__ADS_1
"Iya Bu," jawab Chintia
Bu Halimah saat itu tiba tiba memegang kepalanya merasa pusing. Chintia yang melihat Bu Halimah pusing langsung menanyainya.
"Bu, Ibu gak apa apa? kepala ibu pusing?" tanya Chintia
Belum sempat menjawab tiba tiba Bu Halimah pingsan terjatuh di lantai. Chintia yang melihat Bu Halimah pingsan langsung panik.
"Bu...Bu...bangun Bu," ucap Chintia
Belum ada tanda tanda kesadaran, Chintia saat itu berjalan cepat menuju kamar menemui Hesti dan Fiona.
"Fiona, Hesti. Bu Halimah pingsan," ucap Chintia
"Astaga, kita harus membawanya ke rumah sakit," jawab Fiona
"Baiklah gini saja, aku dan Fiona akan membawa Bu Halimah ke rumah sakit," ucap Hesti
"Ok, aku akan mengabari keluarganya dan menjaga Erlan di rumah. kalian bisa panggil satpam untuk bantu membopong Bu Halimah di mobil," jawab Chintia
"Iya Chin, pakai mobilku saja kalau gitu. ayo Hes kita berangkat," saut Fiona
"Ok ayo," jawab Hesti
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga