
Daniel menuntun Chintia ke kamar mandi dengan menggunakan senter ponsel. Sesampainya di kamar mandi, Daniel memberikan ponselnya pada Chintia sebagai penerang dalam kamar mandi.
"Chintia, ini bawa ponselnya untuk penerangan dalam kamar mandi. aku menunggumu diluar," ucap Daniel
Chintia menerima ponsel dari Daniel kemudian masuk dalam kamar mandi. Setelah masuk kedalam kamar mandi, Chintia menutup pintunya lalu segera berjongkok untuk melakukan aktivitasnya mengeluarkan air seninya. Di dalam kamar mandi Chintia masih ketakutan, dirinya berpikiran hal yang aneh aneh didalam kamar mandi.
"Ada hantu nggak ya disini? malam malam lampu mati, gelap, nggak ada cahaya, jangan jangan ada kuntilanak disini. atau jangan jangan suster keramas kaya di film. haduh, aku kok jadi merinding gini," ucap Chintia lirih
Karena kebayang bayang hantu kuntilanak dan suster keramas terus Chintia menjadi semakin ketakutan. Walaupun dirinya sudah membawa penerangan tetap saja Chintia masih takut. Chintia takut sendirian, dirinya takut Daniel meninggalkanya karena tidak ada suara Daniel diluar.Tanpa berpikir panjang, Chintia memanggil Daniel berkali kali.
"Mas," ucap Chintia
"Iya, ada apa?" jawab Daniel
"Mas," ucap Chintia
"Iya, aku di depan pintu." jawab Daniel
"Mas," ucap Chintia
Daniel merasa gemas dengan Chintia yang berkali kali memanggilnya karena ketakutan. Dari luar kamar mandi, Daniel mencoba iseng tidak menjawab sauran dari Chintia.
"Mas, kok nggak jawab?" tanya Chintia
"Mas, aku takut mas," lanjut Chintia
"Mas," ucap Chintia sembari terisak tangis
__ADS_1
Tidak tega dengan istrinya yang terus memanggilnya menangis ketakutan. Daniel menjawab sauran dari Chintia
"Iya, aku masih disini kok, jangan takut," jawab Daniel
Dari dalam kamar mandi, Chintia sudah selesai dengan aktivitasnya langsung mengambil gayung di bak mandi. Namun karena rasa ketakutan yang berlebih terbayang bayang kuntilanak dan suster keramas. Saat berjalan menuju bak mandi Chintia kepleset karena tidak sengaja menyandung detergen.
"Bruak" (Chintia jatuh kepleset )
"Aaaa...aduh...sakit," teriak Chintia menangis
"Chintia, ada apa?" tanya Daniel panik dari luar
Dari luar kamar mandi, Daniel panik melihat Chintia berteriak. Daniel membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci, dirinya terkejut mendapati Chintia terjatuh dalam keadaan tengkurap
"Chintia !" teriak Daniel
Daniel menggedong Chintia yang kondisinya keadaan basa kuyub. Daniel hendak membawa Chintia ke kamar tapi Chintia menghentikanya.
"Iya ada apa? kamu harus segera ganti pakaian. biar tidak masuk angin." ucap Daniel
"Aku habis pipis belum anu mas," jawab Chintia
"Anu apa? untuk kamar mandinya nanti biar aku yang bersihin," ucap Daniel
"Bukan itu mas, aku malu mengatakanya," jawab Chintia
"Aku suamimu, tidak usah malu. ayo katakan saja," tegas Daniel
__ADS_1
"Aku habis pipis belum sempat membersihkan bagian ituku Mas, karena tadi udah jatuh duluan," jawab Chintia
Daniel yang mengerti maksud Chintia langsung membuka daster Chintia. Kemudian Daniel membersihkan dan mengguyur bagian intim Chintia dengan air tanpa ada rasa jijik.Chintia yang memperhatikan Daniel saja jijik seharusnya Daniel lebih jijik darinya.
"Mas, kok nggak jijik?" tanya Chintia
"Mengapa jijik? kamu istriku." jawab Daniel
Setelah selesai dikamar mandi, Daniel menggedong Chintia untuk masuk kedalam kamar tidur kemudian merebahkam tubuh Chintia. Chintia ingin sekali megambil baju di lemari, tapi kakinya sakit karena kepleset tadi. Daniel yang mengerti dengan keadaan Chintia tidal bisa jalan , bernisiatif mengambil pakaian Chintia dan memakaikanya pada Chintia
"Chintia, aku bantu kamu memakai pakaian ini ya?" izin Daniel
"Maaf mas, tapi aku malu. aku juga takut kamu menyiksaku," jawab Chintia
Daniel memegang kedua pipi Chintia dengan kedua tanganya lalu mengatakan sesuatu pada Chintia.
"Tidak usah malu. tenanglah, aku tidak akan menyakitimu. kamu jangan takut. kamu adalah istriku. dan aku adalah suamimu. suka dukamu adalah suka dukaku juga," ucap Daniel
"Maaf Mas ,aku masih takut. aku belum mempercayaimu," jawab Chintia
"Aku mencintaimu. aku tidak mungkin menyakitimu.kamu boleh melarangku dalam segala hal. tapi jangan kamu larang aku untuk menjagamu, melindungimu, dan membahagiakanmu." saut Daniel
Chintia akhirnya membiarkan Daniel membantunya memakaiakan pakaian.
-------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga