Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
83. PENGGANGGU


__ADS_3

---- Stasiun Pasar Senen ----


Esok hari Daniel dan Chintia sudah berada di stasiun untuk menanti kereta datang. Dalam jadwalnya pemberangkatan kereta pukul 10.30. Chintia saat itu merasa lapar menunggu keretanya yang dinaikinya belum datang. Chintia yaang merasa bosan mengecek jam di ponselnya masih pukul 09.50. Menunggu 45 menit lagi sangat lama dan membuatnya semakin lapar. Apalagi dirinya dan Daniel tadi tidak sempat sarapan karena bangun kesiangan. Bangun kesiangan mereka berdua mungkin efek bergadang mendengar drama cerita masa lalu Daniel.


Chintia tidak mau kelaparan di dalam kereta. Tanpa berpikir panjang, Chintia berinisiatif izin pada Daniel untuk membeli makanan.


"Mas, aku izin ke market stasiun sebentar ya? aku mau beli Pop Mie untuk kita makan berdua," ucap Chintia


"Perlu Mas antar?" tanya Daniel


"Tidak usah Mas, marketnya deket kok," jawab Chintia


"Iya baiklah, jangan lama lama," saut Daniel


"Iya Mas, kamu mau Pop Mie rasa apa, Mas?" tanya Chintia


"Mas rasa kari ayam saja," jawab Daniel


"Baik Mas, aku ke market stasiun bentar," ucap Chintia


"Iya," jawab Daniel


Chintia meninggalkam Daniel sejenak untuk membeli Pop Mie di Market Stasiun. Pop Mie yang dibeli disana sudah langsung dimasak. Chintia saat itu memesan Pop Mie rasa ayam bawang untuk dirinya, sementara Pop Mie rasa kari ayam untuk Daniel.


"Mbak, saya pesan dua Pop Mie rasa ayam bawang dan kari ayam." ucap Chintia


"Iya Mbak, tunggu sebentar," jawab Pelayan


7 menit kemudian, dua Pop Mie yang dipesan Chintia sudah selesai dimasak.


"Mbak, ini pesananya totalnya 30 ribu," ucap Pelayan


"Hah? 30 ribu?" saut Chintia


"Iya Mbak," jawab Pelayan

__ADS_1


"Aiiihh...ini Pop Mie mahal banget ya, biasanya beli di indomaret beli cuma 5 ribu doang, masa cuma dikasih air panas aja harganya jadi 15 ribu. Dompetku ketinggalan di tas lagi, di saku cuma bawa 20 ribu," batin Chintia


Pelayan disana menatap Chintia melamun dengan tatapan kosong. Dengan gaya khas marketingnya, Pelayan itu menagih uang yang belum dibayar oleh Chintia.


"Permisi Mbak, untuk total dua Pop Mie nya harganya 30 ribu," ucap Pelayan


"Eh Iya Mbak, maaf saya ambil dulu..."jawab Chintia terpotong


"Mbak, sekalian total belanjaan saya dengan dua Pop Mie pembeli itu," saut seseorang


"Baik Pak, " jawan Pelayan


Pelayan memberikan belanjaan seseorang itu dan memberikan Pop Mie nya untuk Chintia. Chintia merasa berterima kasih dengan seseorang yang menolongnya. Orang yang menolongnya adalah seorang pria berjaket kulit warna coklat, memakai masker, kaca mata hitam ,dan topi.


"Mas, terima kasih bantuanya tadi. mari, ikut saya sebentar. saya akan mengganti uang anda. tadi dompet saya ketinggalan," ucap Chintia


Pria berpenampilan serba tertutup itu langsung membuka kacamata, masker dan topinya di hadapan Chintia. Chintia sangat terkejut melihat seseorang yang dihadapanya sekarang. Seseorang itu tak lain adalah anak sulung dari Bu Hartatik alias anak pemilik kontrakan.


"Mas Zaka," ucap Chintia


"Aku mau pulang kampung," jawab Chintia


"Di Tulungagung ya? kebetulan tujuan keretaku juga di tulungagung," saut Zaka


"Mas, aku permisi mau kembali ke kursi tunggu. Mas Zaka tenang saja, aku akan memgganti uangnya. tadi saya lupa bawa dompet," jawab Chintia


"Chintia, aku hanya ingin minta maaf kepadamu atas kejadian pahit itu.tapi asal kamu tahu, aku masih mencintaimu. aku yakin jika kita berjodoh kita akan dipertemukan," ucap Zaka


"Maaf Mas, aku permisi. Pop Mie nya keburu dingin." jawab Chintia


Chintia meninggalkan Zaka dengan jalanya yang sedikit dicepatkan. Chintia merasa kesal dirinya tiba tiba bertemu dengan Zaka. Apalagi kata kata Zaka tadi benar benar gila dan tidak masuk akal.


Chintia kembali ke tempat Daniel menunggu kereta dengan wajah cemberutnya sambil memberikan Pop Mie kepada Daniel.


"Mas, ini Pop Mie rasa kari ayam untukmu," ucap Chintia

__ADS_1


"Iya terima kasih. itu punyamu rasa apa?" tanya Daniel


"Rasa ayam bawang," jawab Chintia




Daniel merasa Chintia tidak seperti biasanya. Chintia terlihat murung dan cemberut. Daniel merasa tidak tenang dengan wajah murung dan cemberut Chintia yang datang tiba tiba. Tanpa ragu, Daniel bertanya pada Chintia.


"Chintia, kok dari tadi Mas lihat kamu cemberut. apa terjadi seseuatu?" tanya Daniel


"Tidak apa apa Mas, hanya apes aja aku hari ini," jawab Chintia


"Apes? maksudnya?" tanya Daniel


"Apes aja masa Pop Mie disini mahal banget harganya satunya 15 ribu. sama tadi bertemu sama pengganggu. benar benar apes," jawab Chintia


"Pengganggu? ada yang mengganggumu?" tanya Daniel


"Udah Mas, pokoknya dia pengganggu gak usah dibahas. kita lanjutin makan Pop Mie sok mewah ini. 20 menit lagi kereta kita datang." saut Chintia


"Iya, baiklah Pop Mie sok mewah lucu juga kamu kasih julukan," jawab Daniel


"Lha gimana gak sok mewah Mas, cuma air panas doang 10 ribu," saut Chintia


"Hehe...benar juga," jawab Daniel


Daniel dan Chintia memakan Pop Mienya bersama sama. Namun pada saat menyantap Pop Mie nya raut wajah Daniel biasa saja sementara raut wajah Chintia kaya mendem dendam kepada pelayan itu.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2