
Daniel membuka kotak makan yang diberikan Chintia tadi untuk dimakan bersama. Chintia yang melihat kotak makan pemberianya belum dimakan langsung menegurnya.
"Mas, aku bawain kotak makan agar kamu makan. mengapa kotak makanya baru di buka sekarang?" ucap Chintia
"Sekarang aku tanya, apa kamu sudah makan?" tanya Daniel
"Aku bisa makan di kontrakan Mas, kalau Mas nanti berjaga sampai shubuh," jawab Chintia
"Bagaimana aku bisa makan jika istriku sendiri juga bekerja dan belum makan. aku tidak tenang jika istriku bekerja malam hari dan belum makan. sekarang ayo makalah, aku suapin," ucap Daniel
Belum mendapat persetujuan dari Chintia, tanpa ragu Daniel langsung menyuapi Chintia makan dengan sendok. Chintia merasa terharu melihat suaminya sangat perhatian kepadanya. Walaupun Daniel adalah dulunya preman sekarang Chintia yakin Daniel berubah.
Suap demi suap makanan telah masuk kedalam mulut Chintia. Chintia merasa dirinya sudah banyak makan, apabila dirinya tidak mencegah Daniel menyuapinya. Mungkin makanan dalam kotak makan ludes dimulutnya. Chintia tidak ingin Daniel kelaparan, akhirnya Chintia menyuruh Daniel berhenti menyuapinya.
"Mas, cukup, aku udah kenyang. sekarang gantian mas yang makan," ucap Chintia
"Aku tidak apa apa. jika kamu masih lapar habiskan saja. aku belum lapar," jawab Daniel
"Mas, jangan seperti ini. aku tidak mau kamu sakit Mas, pokoknya harus makan." saut Chintia
"Baiklah, kalau gitu ada syaratnya," ucap Daniel
"Syarat apa mas?" tanya Chintia
__ADS_1
"Gantian suapi," jawab Daniel
Chintia terkejut membelakan matanya saat Daniel menyuruhnya menyuapinya.Chintia menganggap Danie berlebihan, sehingga dirinya menolak permintaan Daniel.
"Tidak mau Mas, kan udah gede? kok minta disuapi?" tanya Chintia
"Lha kamu juga udah gede aku suapi," jawab Daniel
"Aku nggak minta Mas, kan Mas sendiri yang nyuapi aku," saut Chintia
"Gimana enak? disuapin suami?" goda Daniel
"Ah...aku tidak mau," tolak Chintia
Chintia kali ini kalah, dirinya terpaksa menerima permintaaan suaminya karena takut suaminya sakit jika tidak makan.
"Iya Mas, aku mau suapin kamu. tapi mukanya biasa aja jangan senyum senyum gitu," ucap Chintia
"Kalau senyum senyum mengapa emangnya? aku hanya tersenyum melihat kecantikanmu." jawab Daniel
"Aku malu Mas, ini pertama kalinya aku menyuapi laki laki makan," ucap Chintia
"Ok baiklah, Mas nggak senyum senyum lagi. sekarang ayo suapi," jawab Daniel
__ADS_1
Chintia akhirnya menyuapkan makanan kedalam mulutn Daniel. Daniel merasa Chintia memang gerogi menyuapinya.
"Aku tidak salah memilihnya. dia gerogi karena pertama kalinya menyuapi laki laki. apakah benar Chintia belum pernah pacaran? apakah aku laki laki pertama yamg mendapat suapanya? Chintia, kamu membuatku semakin mencintaimu." batin Daniel
Setalah makananya habis, Chintia pamit pulang pada Daniel karena dirinya tidak ingin menganggu Daniel bekerja. Daniel sebenarnya ingin mengantar Chintia ke kontrakan tapi Chintia menolaknya. Akhirnya Daniel membiarkan Chintia pulang sendiri menuju kontrakan.
10 menit kemudian, Daniel terus memikirkan Chintia. Daniel merasa tidak tenang jika belum memastikan Chintia sudah sampai di kontrakan. Jarak kontrakan dan pos perumahan hanya 300 meter. Walaupun tidak terlalu jauh, tapi tetap saja Daniel khawatir. Tanpa berpikir panjang Daniel memberi pesan wa pada Chintia
📩"Chintia sudah sampai kontrakan?" pesan Daniel
📩 "Sudah Mas" balas Chintia
📩 "Jangan lupa kunci pintu terus langsung tidur" pesan Daniel
📩"Iya Mas" balas Chintia
Daniel merasa tenang setelah mendapat balasan dari Chintia. Akhirnya Daniel bisa fokus kembali melanjutkan aktivitasnya berjaga malam hingga shubuh.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga