Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
117. KECIPRATAN BAHAGIA


__ADS_3

--- Di Kontakan Daniel dan Chintia ---


Sehabis ikut andil mengurus pernikahan Galih dan Hesti, Daniel dan Chintia seperti biasanya menjalankan aktivitas keseharianya. Hari sudah sore, saat itu Chintia meghentikan aktivitasnya membersihkan halaman kontrakan. Chintia merasa badanya gerah dan lengket karena banyak keringat setelah seharian beraktivitas. Akhirnya Chintia memutuskan untuk menyegarkan badanya di kamar mandi. Namun baru saja hendak masuk ke kamar mandi, ada tangan kekar yang menghentikan langkahnya. Pemilik tangan kekar itu tak lain adalah Daniel.


"Mas, aku mau mandi. mengapa Mas tarik tanganku?" tanya Chintia


"Hari ini Mas mau ikut bahagia. biar sama kaya Galih," jawab Daniel


Daniel memberi tatapan genit dengan menaikan alisnya. Tentu Chintia tidak paham dengan arti tatapan Daniel. Karena Chintia bukanlah Hesti atau Melati yang paham arti kode kode cinta. Chintia adalah gadis polos yang baru mengenal arti cinta dari Daniel. Bagi Chintia, Daniel adalah cinta pertamanya.


Melihat tatapan Daniel, tentu Chintia dengan polosnya gak ngerti maksud ucapan Daniel.


"Aku gak ngerti Mas ngomong apa, tapi yang pasti aku bahagia Hesti menikah dengan Mas Galih," ucap Chintia


"Kamu gak ingin kecipratan bahagia?" tanya Daniel


"Kita tadi udah ikut andil ngurusin pernikahan Hesti dan Mas Galih. Jadi bukanya kita udah kecipratan bahagia? lagian kita dapat jajanan banyak loh Mas. ada mendhut, kue lapis, roti kukus, nagasari," jawab Chintia


"Iya kamu benar, makan sana semuanya. maksud Mas apa kamu nggak tahu apa yang dilakukan Hesti dan Galih pas habis nikah? Mas ingin hari ini kita melakukanya," saut Daniel frustasi


"Makan mendhut? Hesti soalnya suka banget sama mendhut. mungkin Hesti dan Mas Galih lagi nghabisin mendut pas tamunya udah gak ada." jawab Chintia


"Bukan itu," ucap Daniel


"Lalu apa Mas?" tanya Chintia

__ADS_1


"Aach.. gini deh mengapa kamu berpikiran seperti itu? apakah kamu benar benar tidak paham ucapan Mas barusan?" tanya Daniel frustasi


"Lha benarkan, Mas? Hesti makan mendhutnya bareng Mas Galih pas acara selesai. selama ada tamu Hesti dan Mas Galih senyum senyum aja gak makan dan gak minum. jadi wajar dong kalau aku berpikir Hesti dan Mas Galih makan mendutnya. lagian mubazir juga kalau gak habis," jawab Chintia


Benar benar berbeda dari wanita lain, Chintia benar benar tidak peka dengan maksud ucapan Daniel. Sikap Chintia yang polos membuat Daniel semakin jatuh cinta dengan Chintia. Saat itu Daniel merasa gemas dengan Chintia. Tanpa ragu Daniel menempelkan tubuhnya memeluk Chintia. Dan tentunya Chintia merasa kaget.


"Mas," ucap Chintia


"Apa?" tanya Daniel


"Aku mau mandi, aku gerah," ucap Chintia


"Mas mau ikut mandi kalau gitu," saut Daniel


"Iya tapi aku dulu yang mandi, Mas mandinya setelah aku," jawab Chintia


"Hah?" saut Chintia


"Kok kaget? bukanya udah pernah? kita sudah sama sama melihat," jawab Daniel


Chintia mengingat masa masa saat Daniel membobol keperawananya. Dan tentunya saat ini Chintia menduga kejadian itu akan terjadi lagi. Chintia merasa sangat malu saat itu langsung menegur Daniel.


"Mas, kamu gak malu ya? aku aja malu lho Mas," tanya Chintia


"Suami istri kok malu, dikontrakan juga kita berdua saja. Mas pingin melakukanya lagi biar kamu cepet hamil," jawab Daniel

__ADS_1


"Terus Mas mau melakukan itu padaku di kamar mandi?" tanya Chintia


Tanpa menjawab Daniel menggendong Chintia untuk masuk kedalam kamar mandi. Kontrakan Chinthia bukanlah apartemen atau hotel mewah yang memiliki shower dan bak ukuran besar. Namun bukan Daniel namanya jika tidak banyak ide. Posisi apapun selama miliknya masuk ke sarangnya, Daniel akan tetap merasa nyaman melakukan bersama Chintia. Lagi lagi penyatuan kembali terulang dengan diiringi guyuran air di selang. Daniel dan Chintia keduanya menikmati penyatuan tersebut.


---- Di Rumah Galih ----


Sesampaimya di rumah, Galih menuntun Hesti masuk kedalam kamar. Mereka berdua hanya saling terdiam sejak dari tadi didalam mobil. Namun, Hesti yang tersadar dirinya bakal tidur satu ranjang dengan Galih, tanpa ragu langsung memulai pembicaraanya saat itu.


"Kita seranjang?" tanya Hesti


"Menurutmu?" tanya balik Galih


"Aku tidak mau seranjang denganmu. apakah ada kamar lain," jawab Hesti


"Tidak bisa, kamu harus tetap disini. dirumah ada neneku.nanti neneku melihatmu tidak sekamar denganku. aku harap kamu bisa menjaga sikapmu pada neneku. aku hanya punya nenek dikeluargaku," ucap Galih


"Hanya nenek?" tanya Hesti


"Iya, kamu pasti terkejutkan? keluargaku benar benar hancur. sekarang dalam hidupku. aku hanya memiliki nenek dan dirimu. kamu boleh lakukan apapun padaku karena tidak setuju dengan pernikahan ini. tapi aku mohon jangan tinggalkan aku dan nenek. Hanya kamu yang bisa membuatku dan membuat nenek tersenyum." jawab Galih


Degg...


----------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2