
1 minggu kemudian
Hari ini adalah hari pertama masuk kuliah. Chintia sudah tidak sabar menjalani aktivitasnya berkuliah. Sebelum berangkat, Chintia terlebih dahulu memasak sarapan pagi untuk dirinya dan suaminya. Setelah memasak Chintia membangunkan Daniel yang masih tertidur pulas untuk segera sarapan.
"Mas, ayo bangun kita sarapan," ucap Chintia
"Aku masih ngantuk," jawab Daniel masih terpejam matanya
"Tapi kamu harus sarapan Mas, nanti masakanya dingin," saut Chintia
Daniel sebenarnya masih ingin terpejam matanya. Tapi karena tidak ingin Chintia kecewa, dirinya terpaksa membuka matanya lalu berajak dari tempat tidur menuju ruang tamu untuk sarapan.
Setelah sarapan Chintia pamit kepada Daniel untuk berangkat kuliah. Chintia berjalan keluar kontrakan tiba tiba ada seorang pria yang mengajaknya bareng berangkat kuliah.
"Chintia, barangkat bareng yuk?" sapa pria itu
Chintia menoleh kebelakang dirinya terkejut melihat Zaka dan Niken yang sudah siap di depam mobilnya. Chintia tidak ingin berdekatan dengan Zaka karena dirinya sadar sudah memiliki suami.
"Maaf, saya naik angkot saja," tolak Chintia
"Kamu takut sama suami brandalanmu itu? gak usah takut. sadarlah Chin, apa yang kamu harapkan dari preman itu? aku juga yakin orangtuamu di kampung tidak akan merestui hubunganmu dengan preman itu," ucap Zaka
Chintia sangat geram Zaka menjelekan suaminya dihadapanya. Chintia tidak mau berdebat dengan Zaka akhirnya memutuskan untuk mencari angkot.
__ADS_1
"Maaf Mas, saya permisi cari angkot," ucap Chintia
"Chintia, ayolah, aku sudah menganggapmu sebagai adiku sendiri," jawab Zaka
"Mas, kalau gadis kampungan itu gak mau ya udah gak usah dipaksa," saut Niken
"Niken, jaga bicaramu !!!" tegas Zaka
"Apa salahku? dia memang gadis kampungan," saut Niken
Chintia merasa risih melihat Zaka dan Niken saling bertengkar karena dirinya.Tanpa berpikir panjang Chintia menghentikan perdebatan adik kakak itu lalu bergegas pergi mencari angkot
"Mas Zaka, Niken, daripada terus berdebat sebaikya kalian berangkat dulu. saya permisi," ucap Chintia
--- Di Kampus ---
20 menit kemudian, Chintia sudah sampa di kampus lalu ikut berbaris bersama mahasiswa lain untuk mengikuti ospek. Karena sudah telat Chintia berlari terbirit birit di barisan kelompoknya. Saat berlari, tiba tiba Chintia tidak sengaja menabrak seorang perempuan. Chintia merasa bersalah pada orang yang ditaraknya sontak dirinya meminta maaf.
"Maaf Mbak, saya tidak sengaja," ucap Chintia menunduk
"Lho, ini beneran Chintia kan?" jawab perempuan itu
Chintia merasa heran perempuan yang ditabraknya mengenalnya. Chintia yang penasaran langsung mendongakan kepalanya. Sungguh, Chintia terkejut da tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabatnya Hesti.
__ADS_1
"Hesti, kamu kuliah disini?" ucap Chintia
"Iya Chin, alhamdulillah aku lolos jalur tes SBMPTN disini.aku ambil jurusan pendidikan biologi." jawab Hesti
"Alhamdulillah, akhirnya kita bertemu lagi," saut Chintia
"Eh, aku juga mau kasih tahu ke kamu kalau Melati juga kuliah disini," ucap Hesti
"Lho, bukanya dia dulu keterima di PTKIN?" tanya Chintia
"Iya Chin, tapi dia ingin coba coba ikut SBMPTN bareng. dan hasilnya ternyata dia juga lolos. dia ambil jurusan pendidikan fisika." jawab Hesti
"Wah, aku senang banget kita bertiga bisa kumpul lagi," saut Chintia
Chintia tidak menyangka hari ini bisa bertemu lagi dengan sahabat di desanya. Chintia dan Hesti tergabung dalam satu kelompok barisan sementara Melati masih kurang beruntung karena harus berada di keompok barisan terpisah.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1