
20 menit kemudian, Daniel dan Chintia sudah sampai stasiun. Di stasiun, Chintia melihat Daniel murung dan cuek. Chintia yakin suaminya sedang cemburu saat Joshua mengajak bicara padanya. Tanpa berpikir panjang, Chintia menenangkan suaminya yang sedang cemburu.
"Mas, aku minta maaf. kamu jangan salah paham dan berpikir macam macam.Joshua itu mantan pacarnya Hesti," ucap Chintia
"Ternyata kamu belum menyadari kesalahanmu ya?"tanya Daniel
"Mas, aku sudah minta maat loh kalau aku tadi tidak sengaja bertemu Joshua. lagian Joshua hanya ingin tahu Hesti saja," jawab Chintia
"Aku tidak mempermasalahkan apa yang dia bicarakan," ucap Daniel
"Mas, aku benar benar gak ngerti apa kesalahanku yang kamu maksud," jawab Chintia
"Ya sudah, aku beri waktu kamu untuk menyadarinya," saut Danie
"Mas, tapi aku beneran gak ngerti," ucap Chintia
Daniel hanya diam tak menggubris omongan Chintia.
1 jam kemudian, kereta jurusan menuju stasiun pasar senen datang. Daniel dan Chintia berjalam memasuki kerera tersebut. Saat itu Chintia dan Daniel tidak bergandengan. Chintia yang berjalan duluan tiba tiba saat mau memasuki kereta dirinya tak sengaja hendak bersentuhan tubuhnya dengan laki laki. Namun dengan sigap Daniel menarik tangan Chintia yang hendak menaiki kereta. Chintia sangat kesal dengan perubahan sifar Daniel yang posesif. Tanpa ragu Chintua memarahi Daniel.
"Mas, aku mau naik kereta mengapa kamu tarik tarik sih?" tanya Chintia
"Lain kali kamu harus berhati hati saat berjalan lihatlah disekitarmu," jawab Daniel
"Mas, aku cuma naik tangga kereta saja kamu menariku. aku bingung deh Mas apa isi pikiranmu," ucap Chintia
Daniel saat itu sontak memeluk Chintia dengan erat. Daniel tak peduli banyak orang sekitarnya yang melihatnya. Namun berbeda dengan Chintia yang merasa malu dilihat banyak orang. Karena merasa malu, Chintia lagi lagi memarahi Daniel.
"Mas, kamu itu jangan kaya anak kecil deh, ada banyak orang melihat kita berpelukan. aku bingung deh sama sikap Mas hari ini." ucap Chintia
"Mas tidak mau istri kesayangan Mas bersentuhan dan ditatap mesum oleh pria lain. dan Mas peringatkan sekali lagi kamu jangan menebar senyum kepada pria selain Mas. Mereka akan terpesona dengan dirmu. Mas cemburu, Mas sungguh tidak rela." jawab Daniel
"Iya Mas, aku mengerti," saut Chintia
__ADS_1
"Ya Tuhan, ternyata suamiku bersikap seperti ini karena terbakar api cemburu karena masalah sepele. Untung kamu baik Mas, aku jadi nyaman bersamamu," batin Chintia
Daniel yang melihat Chintia melamun lansung menuntun Chintia masuk kedalam kereta. Setelah berada didalam kereta, kereta mulai berjalan. Di perjalanan, Chintia dan Daniel hanya terdiam. Daniel merasa tidak betah dengan suasana diamnya bersama Chintia tiba tiba memulai pembicaraan.
"Apakah kamu menganggap Mas tiang listrik yang berada di sebelahmu?" tanya Daniel
"Eh, tidak Mas, aku cuma mengantuk," jawab Chintia
"Apakah kamu paham apa kesalahanmu tadi pas ketemu Joshua?" tanya Daniel
"Iya aku tahu, Mas tidak suka aku dekat dekat pria lain karena terlalu cemburu denganku," jawab Chintia
"Chintia, Mas gak suka kamu senyum senyum sama Joshua," saut Daniel
"Ya pasti aku sudah menduga," batin Chintia
"Iya Mas," jawab Chintia
3 jam kemudian, Chintia melihat Daniel tertidur pulas menyender dibahunya. Chintia mengelus dan menghirup rambut Daniel yang beraroma sama seperti rambutnya. Rambut Chintia dan Daniel beraroma sama karena Daniel sangat cuek dengan sabun dan sampo yang dipakainya. Bagi Daniel yang sabun dan sampo apapun mereknya tidak penting. Karena terpenting badan atau rambutnya wangi selesai mandi.
"Mas, saya Pop Mie nya satu," ucap Chintia
"Iya Bu, totalnya 10.000," jawab Pegawai Kereta
Chintia yang tubuhnya menggeliat mangambil dompet membuat Daniel terbangun. Daniel melihat Chintia memberikan uang 10.000 pada pegawai kereta tersebut.
"Mas ini uangnya," ucap Chintia
"Terima kasih Bu, uangnya pas ya. permisi..." jawab Pegawai Kereta itu tersenyum
"Jangan senyum senyum didepan istriku atau kau akan tahu akibatnya," saut Daniel
Pegawai kereta itu hanya bisa terdiam lalu meminta maaf pada Daniel.
__ADS_1
"Eh maaf Pak, saya permisi," jawab
"Baiklah kau boleh pergi. jangan menatap mesum saat melihat istriku," saut Daniel
Pegawai kereta itu hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan tempat duduk Daniel dan Chintia. Chintia sebenarnya saat itu malu dengan sikap Daniel yang berlebihan. Tanpa ragu, Chintia menenangkanya dan sedikit menegurnya.
"Mas, kamu kok uring uringan gitu sih? Mas jangan cemburu terlalu berlebihan. Mas yakin deh sama aku. cintaku hanya untukmu Mas, lagian aku akan selalu bersamamu kok Mas," ucap Chintia
"Kalau Mas cemburu, artinya Mas benar benar mencintaimu. Semenjak kejadian Mas mendapatkan hak Mas dan memilikimu seutuhnya. Mas semakin mencintaimu dan ingin terus bersamamu," jawab Daniel
Daniel kemudian memajukan wajahnya mau mencium bibir Chintia. Namun dengan sigap Chintia menutup mulut Daniel dengan tanganya lalu menegurnya.
"Stop Mas, jangan disini. Mas tahan saja dulu aku sekarang mau makan mie," ucap Chintia
"Chintia, milik Mas berdiri tegak karena dirimu.apakah kamu bisa menenangkanya?" jawab Daniel
"Mas tahan aja dulu, jangan aneh aneh ini dalam kereta. Sekarang tutupi saja bagian itu yang berdiri tegak dengan jaket Mas, biar orang lewat tidak melihatnya," saut Chintia
"Kamu juga tidak rela kan? jika wanita wanita menatap mesum kearah Mas. Kamu tenang saja, semua yang Mas punya itu milikmu. kamu bisa melihatnya jika kamu mau," goda Daniel
"Puk" (Chintia memukul paha Daniel)
"Ih, tolong kendalikan pikiranmu Mas, aku mau makan mie," ucap Chintia
"Baiklah, tapi kamu juga harus suapi Mas," jawab Daniel
"Hmmm...siap komandan," saut Chintia
Akhirnya, Chintia memakan mie nya bergantian dengan Daniel.
--------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga