Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
50. KEKESALAN ZAKA DAN NIKEN


__ADS_3

--- Di Rumah Bu Hartatik ---


Pagi hari, Zaka pulang dengan kondisi wajahnya yang lebam akibat perkelahianya dengan Daniel. Sesampainya di rumah, Zaka disambut dengan kekhawatiran adiknya Niken yang kebetulan membukakan pintu.


"Kak Zaka, apa yang terjadi denganmu? Kak Zaka habis bertengkar?" tanya Niken


"Menurutmu?" tanya balik Zaka


"Iya jelas Kak Zaka pasti habis keroyokan. ayo masuk dulu Kak biar aku obatin lukanya," jawab Niken.


Niken menuntun Zaka masuk kedalam.di ruang tamu. Setelah mendudukan Zaka di ruang tamu, Niken meninggalkan Zaka sejenak mengambil kotak P3K. Di ruang tamu Zaka menoleh kekiri dan kekanan dengan ekspresi ketakutan. Zaka terlihat seperti maling didalam rumahnya sendiri.


Niken yang datang membawakan kotak P3K melihat kakanya menoleh terus terusan kekanan dan kekiri seperti melihat hantu. Niken yang merasa aneh dengan sikap Zaka langsung menegurnya.


"Kak Zaka, lihat apaan sih? dari tadi aku lihat Kak Zaka menoleh kekanan kekiri terus," tanya Niken


"Ibu dimana? apakah ada di rumah?" tanya balik Zaka


"Ibu masih ke pasar. mungkin bentar lagi juga pulang," jawab Niken


"Iya udah, tolong jangan beritahu Ibu ya masalah ini," ucap Zaka


"Hmm...baiklah Kakak diam dulu aku obatin," jawab Niken


Zaka mengenal betul sifat dan karakter adiknya Niken sejak dari kecil. Zaka tahu kalau Niken tipikal orang yang manja, suka mengadu, dan tidak bisa menjaga rahasia. Tanpa berpikir panjang , Zaka memohon pada Niken agar tidak mengadu masalahnya kepada Bu Hartatik. Karena Bu Hartatik akan memarahinya jika tahu anak gadis kontraka kesayanganya hampir dirinya lecehkan.


"Ken, kamu janji ya sama aku, jangan beritahu Ibu masalah ini," ucap Zaka

__ADS_1


"Untungnya apa buat aku?" goda Niken


"Baiklah, uang jajan kamu aku tambah. gimana?" tanya Zaka


"Boleh, aku setuju. tapi Kakak cerita dulu sama aku kronologi kejadian yang sebenarnya," saut Niken


Zaka menceritakan upaya penculikan terhadap Chintia hingga tindakanya hendak melecehkan Chintia yang berujung perkelahian dengan Daniel. Mendemgar cerita Zaka, lagi lagi terngiang sosok Chintia yang menjengkelka menyelimuti pikiran Niken. Niken sangat geram dengan Chintia yang mampu membuat Zaka seperti budak cintanya. Dengan emosi, Nike meluapkanya kekesalanya pada Zaka karena terlalu bucim dengan Chintia.


"Gih, Kakak ini apa apaan sih? Chintia mulu, Chintia mulu. mual banget deh dengarnya. Kakak ini jangan terlalu bucin deh sama Chintia," ucap Niken


"Lha, emang salah kalau aku mencintainya. aku laki laki normal," jawab Zaka


"Salah banget. dia itu gadis sok cupu, sok polos, sok melas, pokoknya amit amit deh sama cewek modal gituan goda cowok" saut Niken


"Hei, jangan sembarangan ya kamu ngehina Chintia. asal kamu tahu aku bisa melakukan apapun terhadapmu jika kamu menyakiti Chintia," ucap Zaka


"Apa sih istimewanya itu gadis? Buat apa Kak Zaka terus mikirin itu gadis? Masih banyak cewek diluaran sana yang lebih layak jadi istri Kak Zaka," jawab Niken


"Apa? kok aku baru tahu? kirain Chintia nikah sama cowok cupu, miskin, jelek. Eh, ternyata malah makin parah dapat preman." saut Niken


"Preman itu yang bikin aku babak belur. awas saja ya, aku pasti balas dendam dan bikin dia menyesal seumur hidupnya melakukan hal ini kepadaku," ucap Zaka


Melihat kekesalan Zaka terhadap suami Chintia membuat Niken nampak senang. Niken terlihat tersenyum sumringah merasa dirinya mendapatkan rezeki durian runtuh. Niken merasa dirinya bisa melancarkan strategi baru untuk membuat Chintia menderita.


"Hmm...ini kesempatan aku untuk bisa membuat Chintia menderita. sekarang aku harus menggali informasi lebih dalam tentang preman yang menjadi suami Chintia. aku bisa memanfaatkan Kak Zaka untuk mempermulus strategiku, haha..." batin Niken


Zaka melihat dari tadi Niken tersenyum senyum dengan tatapan kedepan. Zaka merasa Niken memikirkan suatu rencana yang berhubungan dengan Chintia. Zaka yang penasaran pada pemikiran Niken langsung menanyainya.

__ADS_1


"Niken, kamu kok senyum senyum terus sih dari tadi?" tanya Zaka


"Aku lagi senang aja," jawab Niken


"Kamu barusan senyum senyum pas habis denger aku cerita. pasti kamu merencanakan sesuatu pada Chintia, kan?" tanya Zaka


"Hehe...Kakak nanti juga akan tahu, ini rencana Niken sekali dayung dapat dua pulau." ucap Niken


"Maksudnya? jangan jangan kamu mau menyelekai Chintia, iya kan?" tanya Zaka


"Kakak tenang saja. aku gak main fisik kok sama dia. tapi Niken perlu banyak informasi dari Kakak tentang suami Chintia," jawab Niken


"Informasi si preman itu? mau ngapain kamu? aku tidak mau kamu nyakitin Chintia," tanya Zaka


"Santai aja Kak, Chintia gak bakal mati. aku bakal bantu Kakak agar Chintia ngejauhin preman itu. pokoknya Kakak cerita aja sama aku tentang sosok suami Chintia," jawab Niken


"Ok, aku pegang kata katamu. aku akan cerita," saut Zaka


Zaka akhirnya menceritakan tentang sosok premam yang tak lain adalah suami dari Chintia. Zaki memceritakan kejadian pernikahan paksa Daniel dan Chintia karena keadaan digerebek warga, profesi Daniel yang sekarang menjadi satpam, serta perkelahianya dengan Daniel dengan dirinya yang tentunya Zaka melebih lebihkan dan memprovokasi Niken agar benci dengan suami Chintia.


Niken sangat puas dengan informasi yang diberikan Zaka tentang kisah antara Daniel dan Chintia. Setelah mendapatkan informasi dari Zaka kini Niken bersiap menyusun siasat jahatnya pada Chintia.


"Wah, informasi tentang suami Chintia sepertinya sudah lengkap. asyik nih, kini waktunya aku menjalani stretegiku membuat Chintia menderita, Haha..." batin Niken


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2