
Setelah makan bersama di kafe, Chintia melihat jam sudah menunjukan pukul 17.00. Chintia merasa dirinya harus segera bersiap siap untuk berangkat ke tempat bekerjanya. Chintia melihat Hesti dan Melati masih sibuk dengan ponselnya sontak memecah keheninga pamit ingin pulang.
"Hesti, Melati, sudah sore aku pulang dulu ya," ucap Chintia
"Buru buru amat Chin," jawab Melati
"Eh, kita antarin kamu ya Chin?" tawar Hesti
"Tidak perlu, aku naik taksi saja. kita tidak searah," jawab Chintia
Chintia menaruh uang di meja makan kemudian dirinya bergegas keluar dari kafe. Namun saat Chintia baru beberapa langkah berjalan, tiba tiba Melati menghentikan langkah Chintia.
"Chintia, tunggu !" ucap Melati
"Ada apa Mel?" tanya Chintia
"Bulan depan kamu kos aja bareng kita agar lebih mudah nanti kita bisa makan bareng, tidur bareng, masak bareng, jalan jalan bareng," jawab Melati
"Nah, aku setuju, mending kamu kos sama kita aja bulan depan. biaya juga lebih hemat malahan, dan kita juga bisa pulang kampung sama sama," saut Hesti
__ADS_1
Degg
Chintia terkejut saat kedua sahabatnya menawarkan ingin ngekos bersama.Ingin sekali Chintia menerima tawaran kedua sahabatnya. Akan tetapi, tidak mungkin Chintia menerimanya karena dirinya sudah memiliki suami. Chintia juga tidak ingin kedua sahabatnya tahu tentang kehidupanya. Sehingga Chintia terpaksa berbohong pada kedua sahabatnya.
"Gimana ya? aku pikir pikir dulu aja," jawab Chintia
"Masalah biaya gak usah khawatir Chin, kita ngerti kok, kita berdua pasti bantuin kamu," saut Melati
"Iya Chin, masa kamu tega sih nggak mau kos bertiga bareng kita?" ucap Hesti
"Aku minta maaf Hesti, Melati. aku tidak bisa pindah. aku juga sudah terlanjur akrab sama teman sekamarku. tapi kalian gak usah sedih. kita masih bisa kok aktivitas bareng," jawab Chintia
"Kalau gitu ajak saja temanmu itu ngekos bareng kita bulan depan. kita juga senang bisa punya teman baru," saut Hesti
Chintia belum siap dengan reaksi kekecewaan sahabat dan oramg tuanya padanya. Chintia tidak ingin dirinya semakin tersudut, akhirnya Chintia memutuskan untuk pulang ke kontrakan.
"Hesti, Melati, sepertinya aku harus pulang. aku permisi, assalamualaikum," ucap Chintia
"Waalaikumsalam," jawab Melati dan Hesti
__ADS_1
Chintia pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih di kafe. Setelah kepergiam Chintia, Melati dan Hesti salinh berbincang membicarakan sikap Chintia yang menurutnya aneh.
"Mel, kamu apa merasa Chintia bertingkah aneh nggak hari ini?" tanya Hesti
"Iya Hes, aku merasa juga gitu. kaya ada sesuatu yang disembunyiin Chintia dari kita." jawab Melati
"Iya Mel, kamu benar, sepertinya Chintia ada masalah," saut Hesti
"Aku mah yakin Chintia pasti ada apa apanya nih, kita tahu Chintia orangnya tertutup kalau ada masalah. kalau nggak kita desak untuk cerita. dia pasti gak bakal cerita," ucap Melati
"Iya Mel kamu benar, tapi kali ini kita harus nyeledikin Chintia diam diam. coba deh mulai besok kita nyelidikan dia," jawab Hesti
"Siap Hes," saut Melati semangat
Dari SMP, mereka sudah saling bersahabat maka tak heran jika Hesti dan Melati akrab dengan Chintia. Diantara mereka bertiga, memang Chintia memiliki kondisi ekonomi yang paling rendah dari kedua sahabatnya. Chintia orangnya tertutup, bahkan pernah dulu waktu SMA Chintia belum bayar buku LKS sampai sering di panggil ke kantor. Namun beruntung diam diam Melati dan Hesti membantu Chintia membayar buku LKS.
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga