
--- Di Gedung Tua ---
1 jam kemudian, mobil yang dikemudikan Daniel telah sampai di gedung tua. Gerry dan Martin keluar dari mobil membopong Chintia yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Di dalam gedung, Daniel tidak tega melihat Chintia yang didudukan masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Daniel memutuskan untuk tidak ikut menyekap Chintia dan hanya melihatnya. Gerry dan Martin melihat Daniel diam saja tidak membatunya menyekap Chinta langsung menegurnya.
"Nil, sini dong jangan diam aja, bantuin kita ngikat gadis ini," ucap Gerry
"Iya nih, ayo Nil sini bantuin kita," jawab Martin
"Hmm...baiklah," saut Daniel
Daniel menghampiri Gerry dan Martin untuk mengikat Chintia di kursi. Gerry dan Martin menyuruh Daniel mengikat kaki Chintia. Daniel melingkarkan tali pada kedua kaki Chintia tiba tiba tanganya gemetar. Daniel merasa tidak tega dan bersedih jika harus ikut andil dalam penyekapan Chintia.
Gerry melihat Daniel sangat lama mengikat kaki Chintia. Tanpa ragu Gerry menggepuk punggung Daniel dan langsung menegurnya.
"Nil, lama banget kamu ngikat kaki gadis ini," ucap Gerry
"Iya iya sabar, masih proses," jawab Daniel
__ADS_1
Martin meihat Daniel dari tadi hanya bolak balik melingkarkan talinya berulang ulang di kaki Chintia. Terlintas martin langsung berpikiran aneh aneh terhadap Daniel.
"Nil ,dari tadi tali dilingkarin bolak balik mulu deh, atau jangan jangan kamu cari kesempatan menatap kaki putih dan mulus gadis ini?" ucap Martin.
"Apaan sih? masih proses," jawab Daniel
"Gak usah munafik deh Nil. wajar aja cowok mana yang nggak terhipnotis sama putih mulusnya kaki gadis itu?" saut Martin
" Eh Nil, kalau cari kesempatan bagi bagi dong, kita bisa sama sama menikmatinya," goda Gerry
" Iya udah deh, kamu istirahat dulu biar aku yang ngikat kakinya," jawab Gerry
"Aku izin keluar bentar hirup udara seger" ucap Daniel
" Ok deh, urusin sana tanganmu nanti pas gadis ini sadar, kita puasin deh gadis ini sama sama," jawab Gerry
"Jangan ketiduran Nil, nanti gak kebagian jatah loh," goda Martin
__ADS_1
"Wah, rugi kamu Nil, kalau gak dapat jatah. tidur aja sudah manis apalagi pas bangun diajak main," saut Gerry
"Hahahaha..." tawa Martin dan Gerry
Daniel tak menggubris ucapan Gerry, dirinya langsung berjalan keluar menuju halaman gedung. Sebenarnya Daniel berbohong pada Martin dan Gerry. Pergelangan tanganya tidak sakit, dirinya hanya mengalihkan perhatian Gerry dan Martin agar tidak memaksanya ikut mengikat Chintia. Daniel tidak tega menyakiti Chintia, bahkan tanganya bergetar menolak untuk mengikat Chintia. Makanya Martin tadi menuduhnya dirinya aneh aneh karena memang bolak balik melingkatkan tali di kaki Chintia adalah strategi dari Daniel. Daniel tidak ingin Gerry dan Martin melihat tanganya gemetar.
Diluar gedung, Daniel menyandarkan punggungnya di tembok. Daniel berusaha menenagkan kegelisaanya tetapi dirinya tidak bisa berhenti memikirkan hal buruk yang akan menimpa Chintia. Saat Daniel merenung tanpa sadar, mata Daniel berkaca kaca hingga akhirnya air matanya membasahi pipinya. Daniel yang menyadari dirinya menangis langsung mengusap air mata di pipinya. Kemudian Daniel mengeluarkan ponsel di saku celananya lalu menghidupkan ponselnya yang dari tadi dimatikan. Daniel memandangi foto Chintia di ponselnya berhadap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Chintia.
"Chintia, semoga ketika kamu sadar, kamu baik baik saja, aku sungguh tidak tega menyakti gadis cantik, baik ,dan berhati mulia seperti dirimu." batin Daniel
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1