
Setelah berhasil membuat Zaka pingsan. Galih menatap Daniel memberikan kode dirinya pamit mau keluar dari kamar hotel. Daniel menganggukan kepalanya isyarat setuju kemudian Galih kembali ke kamarnya. Setelah Galih keluar dari kamar, Daniel mendekatkan dirinya pada Chintia kemudian memeluk dan berusaha menenangkan Chintia.
"Chintia," sapa Daniel
"Mas, aku takut," jawab Chintia
"Chintia, tenanglah jangan takut. kamu sudah aman. Mas akan selalu bersamamu," ucap Daniel
"Mas, aku merasa hina," jawab Chintia
"Sstt...jangan bilang seperti itu. kamu masih perawan.dia belum menyentuhmu," saut Daniel
"Mas, aku merasa jijik pada diriku sendiri, mas," ucap Chintia menangis
"Bagi Mas, kamu adalah wanita istimewa, Mas beruntung sekali menjadi suamimu, sudah jangan menangis," jawab Daniel
"Mas, terima kasih. Mas selalu ada untuku. Mas juga selalu menjagaku dan melindungiku," saut Chintia
Daniel mengeratkan pelukanya pada Chintia. Tersadar jika Chintia hanya memakai b** dan celana da***. Tiba tiba bagian bawah Daniel mengeras dan menegang. Daniel berusaha menahan hasratnya itu dengan memajamkan matanya dan terus memeluk Chintia. Karena tidak mungkin juga Daniel menuntut haknya disaat kondisi Chintia yang belum sepenuhnya tenang.
Chintia yang masih berada didekapam Daniel merasakan Daniel terus menggeliat dan memeluknya erat. Chintia merasakan sesak karena eratnya pelukan Daniel sontak Chintia menegurnya.
"Mas, aku sesak napas, pelukanmu terlalu erat," ucap Chintia
Daniel yang menyadari Chintia sesak nafas karena eratnya pelukanya langsung melepaskan pelukanya dan meminta maaf.
"Maaf, Mas cuma kedinginan," jawab Daniel bohong
__ADS_1
"Mas, bukanya hari ini mas bekerja?" tanya Chintia
"Mas, ingin menjagamu hari ini. tidak apa apa mas izin hari ini," jawab Daniel
"Mas, aku selalu jadi beban ya untuk mas? aku selalu menyusahkan ya?" tanya Chintia terisak tangis
Daniel yang melihat Chintia kembali menangis langsung menghapus air mata Chintia dan berusaha menenangkanya.
"Chintia, sudah jangan menangis lagi," ucap Daniel
"Tapi benar kan Mas, aku selalu menyusahkan hidupmu, Mas?" tanya Chintia
"Itu tidak benar. semua itu adalah tugasku sebagai suamimu. Mas sudah janji akan selalu menjagamu, melindungimu, memberimu nafkah. jadi jangan berpikiran seperti itu," jawab Daniel
Chintia terseyum mendengar ucapan Daniel. Tetapi saat itu juga Chintia teringat kemarin malam dan tadi pagi Daniel mendiamkanya. Chintia ingin tahu alasan suaminya mendiamkanya. Tanpa berpikir panjang, Chintia bertanya pada suaminya.
"Iya," jawab Daniel
"Aku mau menanyakan sesuatu yang penting," ucap Chintia
"Iya, tanyakan saja," saut Daniel
"Mas, mengapa mas mendiamkanku? jika aku ada salah sama Mas, aku minta maaf," tanya Chintia
Degg....
Ingatan Daniel tentang ucapan Chintia yang menganggapnya sepupu dihadapan teman temanya kembali tergiang. Daniel merasa geram saat Chintia belum menyadari kesalahanya.Daniel berusaha mengontrol emosinya karena Chintia baru saja tenang dari kejadian buruk yang menimpanya.
__ADS_1
"Mas hanya sibuk kerjaan, Mas baik baik saja," jawab Daniel
"Berarti apakah benar Mas mendiamkanku karena aku menyusahkan hidupmu, Mas?" tanya Chintia menangis
Daniel lagi lagi harus menenangkan Chintia yang menangis. Daniel berusaha menjelaskan tidak bermasksud membuat Chintia bersedih.
"Eh, bukan itu, kamu salah paham," jawab Daniel sembari mendekap Chintia
"Lalu alasanya apa, Mas? aku tidak nyaman dengan perlakuan Mas yang mendiamkanku," tanya Chintia
"Ok, jadi gini, Mas akan jawab pertanyaan kamu asalkan kami janji tidak menangis lagi," jawab Daniel
Chintia dengan polosnya seperti anak kecil mengusap air matanya dan siap mendengarkan kejujuran Daniel.
"Udah Mas, aku udah gak nangis kok," ucap Chintia
"Baiklah, Mas akan menjawab tapi mas punya teka teki" jawab Daniel
"Teka teki?" ucap Chintia
"Iya teka teki yang harus kamu pecahkan dan nantinya kamu akan menemukan point penting alasan Mas mendiamkanmu," jawab Daniel
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga