Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
194. HARI PERTAMA BEKERJA


__ADS_3

Esok hari, Ihsan memulai pekerjaaanya di kantor sebagai penerjemah Daniel. Hari pertama bekerja, Daniel memberikan ponsel untuk Ihsan.


"Ini untukmu," ucap Daniel


"Pak, tapi saya masih punya ponsel," jawab Ihsan


"Pindah sim cardmu di ponsel ini, karena kamu akan membutuhkan ini saat bekerja bersama saya," saut Daniel


"Baik Pak, terima kasih banyak," jawab Ihsan


"Iya sama sama, sekarang kamu tolong cek berkas yang masuk di meja saya. sekilas saya membaca semuanya bahasa inggris. perlu waktu lama nanti jika saya menerjemahkan langsung bahasanya. jadi buat salinan file terjemahanya untuk efisien waktu," jawab Daniel


"Siap Pak," saut Ihsan


Ihsan saat itu memulai pekerjaanya dengan menerjemahkam berkas berkas berbahasa inggris di meja lalu membuat file terjemahanya. Disela sela bekerja, Ihsan saat itu sangat aktif bertanya pada Daniel tentang bahasa perkantoran yang masih asing didengarnya. Daniel yang melihat kesungguhan Ihsan dalam bekerja terus membimbing Ihsan di hari pertamanya bekerja.


"Pak, disini ada istilah outsourcing. saya masih merasa asing dengan bahasanya," ucap Ihsan


"Outsourcing itu istilah perusahaan yang memperkerjakan orang luar perusahaan untuk melakukan tugas tugas seperti produksi, penyediaan, manufaktur dan tugas lainya," jawab Daniel


"Oh iya Pak, berarti ini dalam berkas yang saya terjemahkan. Perusahaan asal malaysia menawarkan tenaga kerjanya dibidang produksi agar direkrut Haidar Grop," ucap Ihsan


"Iya saya mengerti, saya akan konsulkan ini kepada Pak Galih. nanti saya akan sampaikan balasanya lalu kamu buat surat balasanya dalam bahasa inggris sesuai dengan intruksi saya," jawab Daniel


"Iya Pak," saut Ihsan

__ADS_1


-----------


Beberapa jam kemudian, Jam sudah menunjukan pukul 16.00. Ihsan saat itu berpamitan pada Daniel karena ada urusan.


"Pak, ini sudah waktunya jam pulang


saya mau pamit," ucap Ihsan


"Terburu buru sekali, tunggu saya sebentar. biar saya antar," jawab Daniel


"Maaf Pak, tapi...." ucap Ihsan terpotong


"Bukanya saya sudah bilang ke kamu kalau kamu harus mengundurkan diri dari semua pekerjaan kamu sebelumnya?" tanya Daniel


"Abah dan Ummi?" tanya Daniel


"Iya Pak, Abah dan Ummi maksud saya Ustadz Budi dan Ustadzah Salamah pendiri yayasan TPQ. saya sudah memiliki tekad bekerja dan mengabdi disana membantu Abah dan Ummi. karena sejak kecil saya belajar mengaji disana," jawab Ihsan


Mendengar jawaban Ihsan, Daniel saat itu kagum dengan pria remaja usia 20 tahun di depanya. Tanpa berpikir panjang, Daniel langsung mengizinkan Ihsan pulang.


"Iya baiklah. kamu boleh pulang. tapi maaf ya saya gak bisa antar kamu karena saya pulangnya maghrib," ucap Daniel


"Iya Pak, tidak apa apa. saya permisi Pak," jawab Ihsan


Ihsan berjalan keluar menuju pintu. Tapi langkahnya terhenti saat Daniel mencegahnya.

__ADS_1


"Tunggu..." saut Daniel


"Iya Pak, ada apa?" tanya Ihsan


Daniel membuka tasnya kemudian mengambil amplop dan diberikanya kepada Ihsan.


"Saya mau menyumbangkan ini ke yayasan TPQ tempatmu mengajar, saya ingin TPQ itu berkembang. siapa tahu nanti anak saya Erlan jika udah gede. saya ingin dia mengaji di TPQ tempatmu," ucap Daniel


"Iya Pak, alhamdulillah. terima kasih atas sumbanganya Pak, semoga Allah membalas kebaikan bapak," jawab Ihsan


"Iya amin, insyallah bentar lagi Erlan mau syukuran 3 bulanan beberapa minggu lagi. tolong kamu undang pendiri yayasan dan anak anak disana untuk menghadiri acara anak saya. masalah urusan transportasi biar saya urus," ucap Daniel


"Baik Pak,kalau gitu saya pamit dulu. asaalamualaikum," jawab Ihsan


"Waalaikumsalam," saut Daniel


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


mampir juga ke novel author lainya🤗

__ADS_1


__ADS_2