
Setelah makan malam bersama, Daniel dan Chintia memutuskan untuk beristirahat di kamar. Di dalam kamar, Chintia teringat ucapan Daniel saat makan malam yang menyinggung tentang pacaran orang zaman sekarang. Saat tadi makan malam, Daniel memperlakukan Chintia dengan romantis. Pada masa SMA, Chintia sering menjadi obat nyamuk melihat gaya pacaran Melati dan Hesti. Namun hari ini sungguh berbeda, Chintia merasa menang dari sahabatnya karena menurutnya Daniel jauh lebih romantis.
Chintia semakin penasaran dengan masa lalu Daniel terutama tentang masalah cinta. Hampir empat bulan menikah, Chintia tidak pernah menyinggung dan bertanya tentang masa lalu Daniel. Bahkan latar belakang keluarga Daniel, Chintia masih belum megetahuinya. Chintia sebenarnya takut mau bertanya tentang masa lalu Daniel. Namun karena rasa penasaranya, Chintia nekat bertanya pada Daniel.
"Mas, aku mau bertanya sesuatu kepadamu. tapi aku mohon jangan marah," ucap Chintia
"Memang apa yang ingin kamu akan tanyakan kepadaku?" tanya Daniel
"Aku hanya ingin tahu masa lalumu Mas," jawab Chintia
"Masa lalu Mas sangat memyeramkan. jika Mas menceritakanya, Mas takut kamu meninggalkan Mas," ucap Daniel
"Mas, apakah kamu masih meragukanku? aku bahkan tidak mempermasalahkan kalau Mas dulunya preman," jawab Chintia
"Baiklah, Mas akan menceritakan semuanya," saut Daniel
Untuk menghilangkan beban pikiranya Daniel menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghempaskanya secara kasar. Setelah dirasa pikiranya sudah tenang, Daniel menceritakan masa lalunya pada Chintia.
"Dulu keluargaku adalah keluarga yang harmonis. Ayah dan Ibuku selalu menyayangiku. Namun suasana harmonis di keluargaku seketika hancur karena peristiwa kebakaran rumah yang di rencanakan. Aku dulu masih berusia 19 tahun. Saat itu aku tidak ada di rumah. karena hari itu adalah hari pemberangkatanku mengikuti seleksi tes pertama masuk TNI. Musibah kebakaran itu dalam sekejap menghancurkan kebahagiaan dan harapanku" ucap Daniel
"Kebahagiaan dan Harapan?" ucap Chintia
"Iya aku kehilangan suasana harmonis kebahagiaan dari ayah dan ibuku serta kehilangan impianku menjadi TNI." jawab Daniel
__ADS_1
Daniel berhenti bercerita sejenak untuk menahan tangisnya mengingat masa awal suram kehidupanya. Dua kebahagiaan saat itu lenyap bersamaan. Pertama, Daniel kehilangan orang tua dan rumahnya. Kedua, Daniel mengubur impianya menjadi TNI. Karena saat dalam perjalanan, Daniel memutuskan kembali pulang untuk mengurus pemakaman ayah dan ibunya.
Chintia yang mengetahui suaminya bersedih tidak ingin Daniel melanjutkan ceritanya.
"Mas, tidak usah diterusin ceritanya. jangan dipaksakan untuk cerita," ucap Chintia
"Tidak apa apa, ini cerita masa lalu Mas baru awalnya saja. Mas akan melanjutkan ceritanya. Walaupun nanti Mas bersedih atau bahkan bisa jadi menangis. yang terpenting ada kamu sekarang yang menemani Mas," jawab Daniel
"Iya Mas, aku akan selalu menemanimu dan menjadi pendengar setia curahan hatimu," ucap Chintia
"Baiklah Mas lanjutkan ceritanya sekarang." ucap Daniel
Chintia membalas ucapan Daniel dengan anggukan dan senyum. Chintia saat itu juga memegangi lengan kekar Daniel. Daniel merasakan ada ketenangan saat Chintia memegangi tangan kekarnya. Karena meraa tenang Daniel memulai melanjutkan ceritanya.
Mendengar fakta Daniel pernah mencintai seseorang. Chintia sontak langsung melontarkan pertanyaan pada Daniel.
"Apa Mas Daniel masih mencintai Fira?" saut Chintia
"Kamu jangan salah paham. Fira sudah meninggal karena kecelakaan. Kejadian kecelakaan Fira terjadi tepat satu minggu sebelum musibah kebakaran menimpa keluargaku. jujur saja memang Fira adalah cinta pertamaku. Aku berpacaran dengan Fira sejak kelas X SMA. Bahkan dulu walaupun Fira sudah meninggal aku masih kukuh mencintainya bahkan aku menolak cinta dari Ratih." jawab Daniel
"Apakah Mas Daniel masih mencintai Fira sampai sekarang? walaupun Mas Daniel sendiri sekarang sudah menjadi suamiku?" tanya Chintia
"Aku mencintaimu. justru kamulah yang mampu merobohkan dinding beton hatiku saat pertama kali kita berjumpa. aku saat itu mulai sadar kalau aku juga berhak untuk bahagia dan tidak terpuruk terus dalam kesedihan." jawab Daniel
__ADS_1
"Mas, aku minta maaf. aku barusan meragukan cintamu kepadaku," ucap Chintia
"Iya, Mas mengerti perasaanmu. Fira memang cinta pertamaku dan semua itu hanya menjadi kenangan di masa lalu. Tapi sekarang aku memilikimu. kamu adalah cinta terakhirku dan masa depan dalam hidupku." jawab Daniel
"Iya Mas, apa ceritanya sudah selesai, Mas?" tanya Chintia
"Belum, sekarang kita akan masuk ke intinya," jawab Daniel
"Iya Mas, aku masih tetap setia menjadi pendengar curahan hatimu," saut Chintia
Chintia masih membetahkan dirinya menahan kantuk dengan terus menguap. Daniel yang melihat Chintia mengantuk membangkitkan semangat Chintia untuk mendengar ceritanya.
"Kamu mengantuk ya? cerita bagian ini, Mas jamin kamu tidak akan mengantuk. karena sekarang Mas akan menceritakan alasan mengapa Mas menjadi seorang preman," jawab Daniel
Degg...
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1