Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
89. ANCAMAN ZAKA


__ADS_3

Setelah kepergian Daniel dari rumah, Chintia dan Zaka pergi ke toko perhiasan untuk memilih cincin. Dalam perjalanan menuku toko perhiasan, Chintia dan Zaka hanya saling terdiam. Mata Chintia juga terlihat sembab karena kepergian Daniel beberapa jam yang lalu sebelum berangkat ke toko perhiasan.


15 menit kemudian, Zaka dan Chintia sudah sampai di toko perhiasan. Sesampainya di toko perhiasan, Zaka dengan sengaja tanganya menggandeng Chintia. Namun Chintia yang merasa Zaka bukan muhrimnya langsung melepaskan gandengan Zaka. Zaka sangat kesal Chintia menolak gandenganya langsung menegurnya.


"Berani kamu ya, tolak gandenganku," ucap Zaka


"Apa salahnya? lagian kita belum muhrim," jawab Chintia


"Apa kamu tidak ingin tahu mengapa Bapakmu dan Ibukmu mau menjodohkan kamu denganku?" tanya Zaka


"Yang pasti karena kita keluarga kurang mampu. orang kaya mah bebas tapi kasihan cara itu sungguh murahan," jawab Chintia


"Apa kamu bilang? Murahan? Dengar ya, Bapakmu gak sebaik yang kamu kira. kamu tahu apa syarat Bapakmu agar aku bisa melamarmu?" tanya Zaka


"Aku tidak peduli," jawab Chintia


"Kamu memang tidak peduli tapi kamu harus tahu kalau Bapakmu ingin uangku sebesar 300 juta," saut Zaka


Degg


Chintia terkejut dengan apa yang dikatakan Zaka. Chintia tidak menyangka ayahnya memeras Zaka dengan meminta uang 300 juta untuk melamarnya. Tapi Chintia tidak mau berburuk sangka pada ayahnya.


"Bapaku bukan orang seperti itu. aku tahu Mas Zaka yang berinisiatif memberi Bapak uang 300 juta," ucap Chintia


"Kamu itu terlalu polos, secara tidak langsung Bapakmu menjualmu 300 juta kepadaku. Jadi terimalah kenyataan kalau kamu sudah aku beli." jawab Zaka


"Jaga bicaramu Mas, Bapaku bukan orang seperti itu," saut Chintia

__ADS_1


"Faktanya memang seperti itu. sekarang kamu menjadi miliku seutuhnya. tinggal mengesahkanya secara agama dan negara." ucap Zaka


"Aku tidak mau menikah dengan Mas Zaka. sampai kapan pun hanya Mas Daniel yang aku cintai," jawab Chintia


"Mau tidak mau kamu harus menjadi istriku. Jika kamu berani menggagalkan acara lamaran besok lusa. akan aku pastikan keluargamu akan hancur kehilangan segalanya," saut Zaka


Chintia langsung terdiam tak berkutik mendengar ancaman Zaka.Chintia takut Zaka akan berbuat nekat kepadanya dan keluarganya. Jadi mau tidak mau Chintia terus menurut dengam Zaka. Chintia tidak membrontak saat membeli cincin lamaran. Setelah membeli cicin lamaran Zaka ternyata juga mengajaknya di butik membeli gaun pengantin.


Saat di butik Zaka memaksa Chintia memilih gaun pengantin


"Cepat pilih gaun pengantin pilihanmu," ucap Zaka


"Pilihanku terserah Mas Zaka saja," jawab Chintia


"Cepat pilih atau aku akan mulai menghancurkan bisnis getuk ibumu sekarang juga," saut Zaka


"Baiklah, aku akan pilih," jawab Chintia


"Kamu cantik sekali bidadariku. aku tidak sabar menantikan malam pertama kita. setelah acara lamaran aku akan mempercepat hari pernikahan kita," ucap Zaka


"Singkirkan tatapan mesum Mas Zaka dariku, aku sudah bersuami," jawab Chintia


"Kamu bersuami? bukanya kalian akan berpisah lalu kamu menikah denganku," ucap Zaka


"Aku tidak mau berpisah dengan Mas Daniel, aku mencintai Mas Daniel," jawab Chintia


"Sekali lagi kamu menyebut mencintai preman itu ingat nasib keluargamu. sekarang katakan kalau kamu mencintaiku," ucap Zaka

__ADS_1


Chintia hanya terdiam karena tidak mau mengatakan mencintai laki laki lain selain suaminya. Zaka yang melihat Chintia hanya terdiam terus mengancam Chintia agar mengatakan cinta kepadanya.


"Katakan kalau kamu mencintaiku !" tegas Zaka


"Aku tidak mau mengatakanya," jawab Chintia


"Katakan sekarang juga atau kamu akan tahu akibatnya," saut Zaka


"Baiklah, aku akan mengatakanya. jangan sakiti keluargaku," jawab Chintia


"Cepat katakan," saur Zaka


"A..Aku..mencintaimu." ucap Chintia


"Sekali lagi ucapkam dengan lancar dan sebut namaku juga," jawab Zaka


"A..Aku mencintaimu Mas Zaka," saut Chintia


"Katakan sekali lagi dengan lancar" jawab Zaka


"Aku mencintaimu Mas Zaka" ucap Chintia


"Aku sangat membencimu Mas Zaka," batin Chintia


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2