
Esok hari, Pak Hasan mengajak Bu Jauza mengunjungi Ratih di stand pedagang batagor. Bu Jauza saat itu menolak keras ajakan suaminya dan memilih berdiam diri di rumah.
"Pa, hari ini papa sendiri aja ya disana? mama harus jaga rumah. kasihan Fiona nanti kesepian," ucap Bu Jauza
"Mama gak usah khawatir, tadi Fiona udah papa aja tadi jam 14.00 ketemuan di Taman Menteng," jawab Pak Hasan
Jauza hanya terdiam bingung mencari alasan bagaimana cara agar dirinya tidak ikut suaminya. Entah apa yang dipikiran Jauza saat ini, dipikiranya hanya mencari cara agar bisa merayu suaminya. Akhirnya Jauza dengan cerdik pura pura sakit.
"Pa, kepala Mama pusing, sama Mama juga lagi sembelit," ucap Bu Jauza
"Kalau gitu Papa undur besok sampai Mama sembuh dulu aja gimana?" tanya Pak Hasan
"Mama gak apa apa Pa, Mama perlu istirahat saja. Papa jangan nunggu besok. kasihan Fiona nanti kalau gak jadi makan batagor disana," jawab Jauza
"Apa Mama beneran sakit? jangan jangan ini alasanmu Mama saja karena Mama gak menyukai anakmu Ratih," saut Pak Hasan
"Pa, ngapain juga Mama bohong sama Papa," jawab Jauza
Bu Jauza saat itu tiba tiba terjatuh pingsan mendadak dilantai. Pak Hasa panik melihar istrinya pingsan menyuruh pembantunya menuju kamar istrinya.
"Bik Siti, Bik Unah, tolong siapkan kompres dan minyak kayu putih di kamar istri saya," ucap Pak Hasan
"Baik Tuan," jawa Bik Siti dan Bik Umah
Pak Hasan membawa istrinya ke kamar lalu mengoleskan minya kayu putih dan mengompres dahi istrinya. Tak lama kemudian Bu Jauza terbangun dari pingsanya. Setelah Bu Jauza bangun, Pak Hasan berpamitan pada Bu Jauza untuk menemui Ratih.
"Ma, Papa pergi sebentar ya, Papa mau bawa Ratih, Mama kalau butuh apa apa bilang sama Bik Siti atau Bik Unah," ucap Pak Hasan
"Iya Papa hati hati," jawab Bu Jauza
__ADS_1
---- Di Taman Menteng ----
1 jam kemudian, Pak Hasan dan Fiona sudah saling bertemu di Taman Menteng. Pak Hasan dan Fiona saat itu mencari stand penjual batagor. Fiona penasara dengan alasan ayahnya mengajaknya ke stand batagor mendadak. Fiona yang belum mengerti tujuan dan maksud ayahnya mengajaknya ke stand batagor langsung bertanya.
"Pa, mengapa Papa mau beli batagor disini? di kampus aku juga ada Pa, jadi gak jauh jauh sampai ke menteng," tanya Fiona
"Hari ini Papa mau ajak ketemu kakak kamu," jawab Pak Hasan
"Kakak? maksud ayah? Fiona punya kakak? bukanya Fiona anak tunggal?" tanya Fiona
"Fiona, kakak kamu itu anak dari Mama Jauza, namanya Ratih.walaupun bukan kakak kandung kamu,Fiona harus janji sama Papa agar Fiona nanti mau menyanyangi Ratih layaknya kakak kandung Fiona," jawab Pak Hasan
"Iya Pa," saut Fiona
Tak butuh waktu lama, Pak Hasan dan Fiona berhasil menemukan stand pedagang batagor. Dilihatnya pedagang batagor itu seorang wanita berkaos merah maroon dan celana jeans. Pak Hasan yakin penjual batagor itu adalah Ratih seperti informasi yang didapatkan dari Galih dan Daniel.
"Ratih," ucap Pak Hasan
Ratih yang mendengar suara pria dewasa memanggilnya terkejut dan langsung bangun dari tidurnya. Ratih saat itu melihat Pak Hasan dan seorang gadis langsung membalas salam.
"Eh, iya Pak, mau pesan batagor ya?" tanya Ratih
"Iya boleh, tapi panggilnya kok masih Pak, panggil saya papa. dan ini adik kamu namanya Fiona," jawab Pak Hasan
"Iya Pa, Fiona, silahkan duduk," saut Ratih
Hanya butuh waktu 10 menit, Ratih berhasil menyajikan dua porsi batagor untuk Pak Hasan dan Fiona. Di sela sela menyantap batagor, Pak Hasan bertanya pada Ratih.
"Ratih, kamu benci ya sama Papa, karena Papa menikah dengan ibu kamu?" tanya Pak Hasan
__ADS_1
"Tidak Pa, Ratih tidak benci sama Papa," jawab Ratih
"Lalu mengapa Ratih kabur nggak mau tinggal sama Papa dan Mama," ucap Pak Hasan
"Pa, Papa itu orang baik, Ratih hanya tidak mau Mama nanti...."jawab Ratih terpotong karena menangis
"Ada apa Ratih, Mama nanti apa? ceritakan sama Papa," saut Pak Hasan.
Ratih menceritakan tentang siapa sebenarnya ibunya kepada Pak Hasan. Tidak ada yang ditambah ataupun dikurangi. Penjelasan Ratih kepada Pak Hasan sama dengan penjelasanya kepada Daniel dan Galih. Cerita dari Ratih sontak membuat Pak Hasan terkejut.
"Apa? Jauza itu Paula? Paula pernah berbuat sekeji itu pada keluarga Kusuma?" tanya Pak Hasan
"Iya Pa, Papa harus hati hati sama ibu saya, saya tidak mau Papa nanti menyesal. Papa orang baik, saya meninggalkan ibu saya karena saya capek ibu saya selalu semena mena kepada saya," jawab Ratih
"Baiklah, walaupun Papa rasanya berat mendengar ceritamu itu, Bismillah,Papa berdoa agar keluarga kita satu kesatuan salonh menyanyangi. Ratih mau pulang bareng Papa dan Fiona?" tanya Pak Hasan
"Maaf Pak, saya tidak bisa ikut. Walaupun Papa bukan ayah kandung Ratih. Ratih sayang sama Papa, jika waktunya tiba, saya akan ikut sama Papa dan Fiona," jawab Ratih
"Baiklah, ini uang untuk batagornya. kembalianya kamu ambil saja. Papa dan Fiona mau pamit.assalamulaikum," ucap Pak Hasan
"Waalaikumsalam," jawab Ratih
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1