Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
157. STRATEGI DANIEL DAN GALIH


__ADS_3

Setelah selesai dengan batagornya, Saat itu Galih tiba tiba menyuruh Hesti dan Chintia pulang sendiri dengan sopir.


"Hesti, aku sudah menghubung Pak Karim, kamu dan Chintia nanti pulangnya sama Pak Karim, karena aku dan Daniel ada urusan," ucap Galih


"Ok, berarti kami berdua nunggu Pak Karim nih?" tanya Hesti


"Sebentar lagi Pak Karim datang, aku sudah menghubunginya. aku dan Daniel akan menemani kalian berdua sebelum Pak Karim datang," jawab Galih


10 menit kemudian, Pak Karim datang menjemput Hesti dan Chintia pulang ke rumah. Hanya tersisa Galih dan Daniel di kursi taman. Galih saat itu memulai pembicaraanya pada Daniel.


"Apakah kamu memperhatikan penjual batagor tadi?" tanya Galih


"Iya Kak, aku melihatnya, sebenarnya aku mau mengatakan hal itu kepadamu," jawab Daniel


"Tapi kita harus memastikan siapa dia, jika dia adalah orang yang benar benar kita duga, kita bisa dengan mudah mendapat informasi tentang Paula," ucap Galih


"Apakah kamu sudah punya rencana?" tanya Daniel


"Iya, kita akan memulai permainanya," jawab Galih


Sementara di tempat batagor tadi, Pedagang Batagor itu mendengar suara adzan dhuhur. Pedagang Batagor itu menutup warungnya sejenak dengan menyuruh pedagang es degan disampingnya menjaganya.


"Pak, saya mau shalat, ini saya titip gerobak saya pak, kalau ada orang beli bilang saja masih tutup semetara," ucap Pedagang Batagor

__ADS_1


"Iya Neng, siap," jawab Pedagang Es Degan


Pedagang Batagor itu mulai bergegas menuju mushola terdekat. Daniel dan Galih melihat Pedagang Batagor itu berjalan ke musholah lansung ikut membuntutinya berjalan ke musholah sekalian shalat dhuhur.


Sesampainya di musholah, Pedagang Batagor itu shalat berjamaah bersama jamaah yang lain. Setelah shalat, Pedagang Batagor itu merapikan mukenahnya lalu bergegas pergi kembali ke tempat jualanya. Namun saat baru saja memakai sandal, tiba tiba ada seseorang laki laki yang memanggil namanya.


"Ratih," ucap seorang pria


Pedagang Batagor itu sontak terkejut melihat seseorang yang memanggilnya dengan sebutan Ratih. Seseorang itu adalah Galih dan Daniel yang kebetulan juga habis ikut shalat berjamaah.


Pedagang Batagor itu hanya diam dengan wajah paniknya. Gerak geriknya seperti orang yang mau kabur dari kejaran polisi. Namun Galih dan Daniel saat itu langsung mendekati Pedagang Batagor tersebut lalu menanyainya.


"Ratih, kami berdua hanya ingin bicara denganmu. kami tidak akan menyakitimu," ucap Galih


"Maaf, kalian berdua salah orang, saya bukan Ratih. permisi," jawab Pedagang Batagor


Pedagang Batagor itu akhirnya pasrah dengan keadaan.


"Yah...aku Ratih. kalian mau balas dendam kan? aku tidak takut, aku menerima dendam kalian semuanya, kalian puass !!! ayo, bunuh aku !!!" teriak Ratih


"Kami hanya ingin bicara denganmu," jawab Daniel


"Bicara apa? alasan aku menghancurkan hidup kalian? kalian sudah tahu alasanya. aku mohon jangan usik hidupku, kalian bebas melaporkan aku ke polisi, membunuhku, memukuliku, silahkan...sekarang saja kalau perlu," saut Ratih

__ADS_1


"Kami tak peduli dengan apa alasanmu dulu menghancutkan hidupku.disini kita hanya mau bertanya sesuatu terkait ibumu, kami janji setelah ini tidak akan mengusikmu. informasi tentang ibumu ini penting bagi kami," jawab Galih


"Mengapa kalian berurusan dengan ibuku? aku tak bersamanya saat ini," tanya Ratih


"Informasi tentang ibumu mampu menjawab teka teki dimana ayah kami sekarang, dan kami juga ingin keluargamu tidak mengusik keluarga kami," jawab Galih


Degg...


Ratih dan Daniel saat itu terkejut. Daniel tidak tahu kalau ayah kandungnya sampai sekarang masih hidup. Daniel dulu mengira ayahnya sudah meninggal.


"Jadi, maksudmu ayah Purnama masih hidup?" tanya Daniel


"Iya, ayah meninggalkanku sejak aku 19 tahun. aku curiga semua ini berhubungan dengan keluarga Ratih," jawab Galih


Ratih merasa serba salah pada Galih dan Daniel. Di masa lalunya,dirinya menghancurkan keluarga Galih dan Daniel. Tidak ingin ada yang ditutupi lagi, Ratih menceritakan suatu hal yang penting kepada Daniel dan Galih.


"Baiklah, sekarang ini sudah saatnya aku menceritakan semuanya pada kalian. tapi sebelumnya aku meminta maaf sudah mengusik hidup kalian," ucap Ratih menangis


"Kami siap mendengarkan ceritamu, kami sama sekali tidak ada dendam denganmu. hanya saja kami berdua harus tahu dimana ayah kami sekarang. entah sekarang masih hidup atau sudah meninggal kami butuh pencerahan," jawab Galih lirih


---------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2