Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
103. PERJUANGAN CINTA


__ADS_3

"Hentikan !!!" teriak seseorang


Chinta langsung refleks menghentikan ucapanya kemudian menoleh kearah seseorang yang berteriak di acara pertunanganya. Chintia melihat seseorang tersebut adalah suaminya sendiri. Chintia sangat bahagia melihat suamuminya datang. Tanpa memperdulikan Zaka dihadapanya, Chintia berteriak memanggil nama suaminya.


"Mas Daniel !!!" teriak Chintia


"Chintia," balas Daniel


Chintia sangat merindukan suaminya.Tanpa ragu, Chintia saat itu bergegas berlari menghampiri Daniel. Namun baru saja melangkakam kakinya mau berlari, Zaka memegang erat tangan Chintia hingga membuat Chintia meringis kesakitan.


"Ah, sakit..." ucap Chintia


"Kamu bilang ini sakit? apakah kamu tidak merasa tindakanmu barusan membuat diriku, keluargamu dan keluargaku sakit hati? apakah kamu tidak punya malu, Huh?" tanya Zaka


"Lepaskan tanganku, aku tidak mau bertunangan denganmu," ucap Chintia


"Ingatlah, aku sudah menjadi tunanganmu," jawab Zaka


"Kamu percaya diri sekali Mas, ritual pertunangan lamaran kita belum selesai. bahkan aku belum mengucapkan kesediaanku bertunangan denganmu. cincin juga belum terpasang di jari manisku," saut Chintia


"Apa kamu lupa apa yang aku lakukan jika aku sudah marah?" tanya Zaka


"Aku tidak peduli. lepaskan tanganku," jawab Chintia


Chintia memberontak melepaskan tanganya dari cengkraman Zaka. Namun tenaga Zaka yang lebih kuat memaksa Chintia harus terus meringis kesakitan. Daniel yang melihat Chintia kesakitan langsung berlari menghampiri Chintia lalu menonjok Zaka secara tiba tiba.


"Bukk" (tonjokan Daniel mendarat di pipi Zaka)


Zaka yang terkena serangan tonjokan dari Daniel secara tiba tiba refleks berteriak kesakitan lalu melepaskan cengkraman tanganya dari Chintia.


"Aach..." teriak Zaka


Chintia saat itu memiliki cela lepas dari Zaka. Tanpa berpikir panjang, Chintia mencari perlindungan dengan langsung menghamburkan tubuhnya di dada bidang Daniel. Chintia menangis ketakutan di pelukan Daniel. Daniel yang melihat Chintia menangis mencium pipi Chintia lalu menenangkanya.


"Cup" (Daniel mencium pipi Chintia)


"Chintia, tenanglah. sekarang kamu sudah aman. Mas sudah datang kesini untuk melindungimu.kamu jangan takut," ucap Daniel


"Mas, aku ingin pergi dari sini. aku ingin kita pulang. aku tidak peduli dengan mereka semua," jawab Chintia menangis

__ADS_1


"Kita tidak akan pergi dari sini sebelum mendapat restu dari keluargamu. Mas akan berjuang mendapat restu dari Bapak," ucap Daniel


Daniel memeluk erat Chintia untuk memberikan kehangatan dan rasa aman. Namun disaat mereka berpelukan tiba tiba ada seseorang yang tiba tiba berteriak dengan suara lantang.


"Sampai kapan pun aku tidak sudi merestui hubungan kalian !!! " saut seseorang


Chintia dan Daniel terkejut mendengar teriakan seseorang tersebut. Chintia dan Daniel refleks melepaskan pelukanya lalu menatap seseorang yang meneriakinya.


Sedih...


Kecewa...


Marah....


Takut...


Semua perasaan bercampur aduk mejadi satu didalam hati dan pikiran Chintia. Chintia hanya bisa terdiam dan menangis. Seseorang yang dengan lantang berteriak tak merestui hubungan Daniel dan Chintia adalah Pak Bariq yang merupakan ayah kandung Chintia.


Daniel yang masih berada di sisi Chintia langsung mengenggam tangan jari Chintia untuk memberi penguatan. Setelah memberi penguatan pada Chintia, Daniel menatap Pak Bariq lalu dengan tegas meminta restu secara terang terangan.


"Pak, saya Daniel yang sampai sekarang masih sah menjadi suami Chintia, kedatangan saya disini ingin meminta restu sekali lagi kepada Bapak. Saya berjanji pasti akan bertanggung jawab menjaga, melindungi, dan menafkahi anak Bapak yang saat ini dan juga detik ini masih sah mejadi istri saya." tegas Daniel


"Saya tidak peduli. sampai kapan pun saya tidak sudi merestui hubungan kalian. silahkan, ambil dia. jangan akui kami sebagai keluarga," jawab Pak Bariq


"Kamu adalah preman !!! Kamu membuat putriku menjadi pembankang dan durhaka pada orang tuanya," jawab Pak Bariq


"Bapak..." teriak Chintia menangis


"Jangan panggil aku Bapak. dan jangan panggil istriku Ibu. Detik ini juga jangan anggap kami keluargamu !!!" saut Pak Bariq


Bu Hartatik dan Zaka yang menyaksikan pertunjukan drama Chintia sangat senang. Bu Hartatik saat itu mencoba membujuk Pak Bariq agar melanjutkan prosesi lamaran Zaka dan Chintia.


"Pak Bariq, lebih baik anda jangan terburu buru dalam mengambil keputusan. hari ini juga masih ada waktu untuk melanjutkan prosesi ritual lamaran Zaka dan Chintia," ucap Bu Hartatik


"Percuma saja Bu, preman itu membuat putriku menjadi pembangkang. saya tidak tahu selama hidup bersama apa yang mereka lakukan. pasti diam diam preman itu mengajak putriku menjadi seorang preman juga." jawan Pak Bariq


"Pak, Chintia adalah putriku. terserah jika Bapak tidak suka dengan Chintia.Tapi yang pasti aku mendokan putriku selalu bahagia bersama suaminya," saut Bu Rahma


"Berani beraninya kamu membela preman itu !!!" teriak Pak Bariq

__ADS_1


"Plakk" (Pak Bariq menampar Bu Rahma)


"Aaach..." teriak Bu Rahma


Bu Rahma yang terkena tamparan suaminya kehilangan keseimbanganya berdiri langsung jatuh terduduk di lantai. Daniel saat itu melihat Pak Bariq kelewatan sikapnya tanpa ragu langsung menegurnya.


"Pak, jangan sakiti Ibu. jika Bapak marah dengan saya silahkan Bapak sakiti saya. jangan sakiti Ibu dan juga tentunya jangan sakiti Chintia !!!" teriak Daniel


"Wah, hebat sekali kamu. setelah menghancurkan dan mempermalukan keluarga saya apa maumu?" tanya Pak Bariq


"Saya hanya ingin restu dari Bapak. tapi jika memang itu keputusan Bapak. saya akan menuruti permintaan Bapak dengan membawa istri saya pergi," jawab Daniel


"Silahkan bawa dia pergi sejauh mungkin," saut Pak Bariq


Melihat Pak Bariq yang dengan cepat memutuskan melepaskan Chintia pergi membuat Bu Hartatik merasa sangat geram. Bu Hartatik tidak terima acara lamaran Zaka dan Chintia batal. Mumpung Chintia dan Daniel belum pergi, Bu Hartatik berusaha memaksa Pak Bariq untuk melanjutkan acara lamaran Zaka dan Chintia.


"Pak Bariq, saya tidak terima anak saya batal tunangan dengan Chintia. kita harus melanjutkan acara tunangan Chintia dan Zaka.atau jika acara ini sampai batal, Pak Bariq harus mengembalikan uang 300 juta kepada saya," ancam Bu Hartatik


Pak Bariq saat itu ketakutan hanya bisa terdiam. Daniel melihat Pak Bariq yang ketakutan sontak menyindir Bu Hartatik.


"Apakah hanya dengan uang Ibu bisa memisahkan saya dan istri saya? Sekalipun Bapak mertua saya memaksa Chintia melanjutkan pertunanganya dengan Zaka. saya dengan tegas menolaknya karena sekarang Chintia masih sah istri saya," ucap Daniel


"Baiklah sekarang kembalikan uang 300 juta miliku, lalu kamu bisa pergi," jawab Bu Hartatik


"Apakah Ibu sangat yakin kalau saya akan melepaskan istri saya? jawabanya tidak akan," ucap Daniel dengan santai


"Kamu pasti melepaskan istrimu karena tidak mungkin kamu memiliki uang 300 juta," jawab Bu Hartatik


"Kalau saya tetap membawa istri saya tanpa membayar 300 juta. apa yang Ibu lakukan?" tanya Daniel dengan santai


"Saya akan menuntun Pak Bariq atas dasar penipuan," jawan Bu Hartatik


"Itu tidak akan terjadi jika saya membayar 300 juta itu dan asal anda tahu saya akan balik menuntut keluarga anda," saut seseroang tiba tiba


Degg


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2