
Sorak riuh bergema di dalam kelas karena pada membicarkan fakta pernikahan Chintia. Chintia semakin lama sudah tidak tahan. Saat itu dirinya diam saja karena trauma mengingat kejadian pahit itu. Namun seketika Chintia mengingat kenangan kebaikan Daniel kepadanya.
Chintia merasa Daniel selalu ada untuknya, dirinya selalu aman terlindungi, bahkan sekarang Daniel telah berubah. Chintia sangat geram dengan Niken, tanganya terkepal memegangi rok panjangnya. Karena kesabaranya sudah habis, sontak Chintia berteriak membela dirinya.
"CUKUP !!!" teriak Chintia
Seluruh mahasiswa yang mendengar Chintia berteriak langsung membubarkan diri berhenti merumpi. Namun berbeda dengan Niken, Rosa dan Maria yang malah senang kegirangan melihat Chintia yang dipermalukan.
"Apa? mau ngelak? mau bohong? itu deritamu aja tanggung sendiri sono, Haha..." ucap Niken
"Ucapanmu memang benar. aku menikah dengan laki laki yang dulunya preman.tapi suamiku sudah berubah. sekarang suamiku bekerja sebagai satpam, puas !" jawab Chintia
"Haha...emang ada preman mau berubah? dimana mana preman itu suka ngerampok, suka begal, suka nyulik, dipikiranya hanya uang, uang ,dan uang." sindir Niken
"Aku tidak peduli. bagiku masa lalu udah lewat. sekarang aku menjalani masa depanku bersamanya," jawab Chintia
__ADS_1
"Eh, kita harus hati hati teman teman sama Chintia. jangan tinggalin barang berharga kalian di dalam kelas. karena nanti barang kalian akan dicuri, Haha..." ucap Niken
"Aduh...takut aku tuh..." saut Rosa dan Maria
Chintia tidak terima terus terusan dihina dan dipermalukan. Chintia pasrah dan sudah lelah meladeni Niken dan teman temanya. Akhirmya tanpa ragu, Chintia mengaku bahagia dengan kehidupanya yang sekarang.
"Terserah apa yang kalian katakan padaku. memang aku menikah paksa karena warga salah paham sama kami berdua. yang terjadi sebenarnya adalah preman yang sekarang menjadi suamiku telah menyelamatkanku dari preman lain yang hendak melecehkanku. aku bersyukur memiliki suami yang selalu ada untuku, selalu melindungiku, menjagaku dan membuatku merasa aman. dan sekarang suamiku bekerja sebagai satpam, aku bahagia hidup bersamanya." jawab Chintia
Chintia mengatakanya dengan tulus hingga air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Chintia merasa Daniel tidak pantas untuk dihina. Chintia tidak peduli dengan buruknya masa lalu Daniel. Karena Chintia percaya Daniel sudah berubah dan juga menyayanginya.
Teman teman kelas yang mendegar cerita dari Chintia sebagian besar meraskan iba pada Chintia. Teman teman kelas yang peduli pada Chintia berusaha terus menenangkan Chintia yang menangis. Chintia perlahan mulai menghentikan isak tangisnya, dirinya bersyukur masih ada teman temanya yang percaya kepadanya.
"Krek...Krek...Krek" (Niken merobel tabel SPU milik Rosa
Rosa yang menyadari lembaran tabel SPU nya di robek oleh Niken langsung menegur Niken.
__ADS_1
"Niken, itu tabel SPU punyaku mengapa kamu robek?" tanya Rosa kesal
"Sorry Ros, aku kesel banget hari ini sama teman teman sekelas kita yang masih mau berteman dengan Chintia," jawab Niken
"Tapi gak usah dirobek robek juga tabel SPU punyaku. nanti jamnya kimia dasar gimana dong? aku gak apal kecenderungan sifat sifat periodik unsur, Haduh..." saut Rosa
"Yaelah, cuma empat ribu doang ribet amat dah. nanti aku ganti deh aku beliin 10 lembar sekalian," ucap Niken
"Masalahnya 15 menit lagi ada mata kuliah kimia dasar. kalau dosen tanya gimana?" jawab Rosa panik
"Jawab aja gampang, Haha..." goda Niken
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga