
"Mas, apakah kamu juga akan melakukan itu jika orangtuaku bersikukuh menjodohkanku? apakah Mas akan menghancurkan keluargaku?" tanya Chintia
Degg...
Daniel terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan Chintia kepadanya. Daniel menatap Chintia ketakutan saat menanyakan hal itu. Daniel memegang kedua tangan Chintia kemudian berusaha memberinya ketenangan.
"Setelah aku cerita masa laluku, apakah kamu menjadi takut padaku?" tanya Daniel
"Aku takut jika Mas melakukan hal nekat itu kepadaku. jujur saja ada sedikit keraguan untuk mempercayaimu Mas," jawab Chintia
"Keraguan apa yang kamu maksud? kamu meragukan cintaku kepadamu?" tanya Daniel
Suara Daniel yang sedikit membentak membuat Chintia ketakutan hingga terpejam matanya. Daniel menyadari Chintia ketakutan karena nada tinggi bicaranya menjadi merasa bersalah. Daniel melihat Chintia tubuhnya gemetar dan matanya terpejam. Tidak ingin Chintia kembali takut kepadanya sontak Daniel memeluk tubuh Chintia untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan.
"Maaf, Mas tidak bermaksud membentakmu. Tolong kamu jangan bicara seperti itu lagi. Mas takut kehilangan dirimu," ucap Daniel
"Bagaimana aku tidak bicara seperti itu, Mas? aku takut bernasib sama seperti Ratih. aku tidak mau keluargaku terluka, lampiaskan kemarahanmu kepadaku saja Mas. karena disini aku yang bersalah. keluargaku tidak salah apa apa, jangan sakiti mereka," jawab Chintia
"Mas tidak akan menyakiti siapapun ,"ucap Daniel
"Mas, aku mohon lepasin aku," saut Chintia
Chintia yang masih ketakutan memberontak saat dipeluk Daniel. Chintia mulai kembali meragukan Daniel. Karena bagi Chintia, Daniel bisa melakukan apa saja kepada orang yang menganggu dan mengusik kehidupanya. Chintia juga menduga Daniel sewaktu waktu bisa menjadi preman kembali saat memiliki dendam kepada orang lain.
__ADS_1
Daniel yang melihat Chintia membrontak tidak melepaskanya begitu saja. Daniel terus menghadang Chintia agar tidak lepas dari pelukanya. Daniel sangat takut jika kehilangan Chintia. Daniel memohon pada Chintia agar tidak meragukan dirinya.
"Mas mohon jangan perlakukan Mas seperti ini. Mas takut jika harus kehilangan dirimu," saut Daniel
"Mas, aku takut seperti Ratih," jawab Chintia
"Kamu dan Ratih itu berbeda. Ratih menghancurkan keluargaku dan menghianatiku demi kepuasan dirinya sendiri. Sementara kamu adalah gadis berhati mulia yang benar benar tulus sayang kepada suaminya." ucap Daniel
"Bagaimana dengan orangtuaku, Mas? apakah kamu akan membalaskan dendamu kepada orangtuaku yang memiliki rencana menjodohkanku dengan kembali menjadi preman?" tanya Chintia
"Percayalah, Mas sudah berubah. Mas sudah berjanji pada diri Mas sendiri. Saat hari pernikahan kita disitulah aku memutuskan berhenti melakukan pekerjaan haram itu." jawab Daniel
"Tapi saat pikiran Mas tidak jernih, bukanya Mas tidak peduli dengan tindakan yang akan Mas lakukan?" tanya Chintia
Chintia hanya diam tak menanggapi ucapan Daniel karena masih takut. Daniel bingung harus bagaimana cara meyakinkan Chintia kalai dirinya sudah berubah. Namun, walaupun Daniel kebingungan dirinya tidak menyerah begitu saja. Daniel terus membujuk agar istri kecilnya mempercayainya.
"Mas sudah bernjanji kepadamu kalau Mas akan selalu menjagamu, melindungimu, menafkahimu, menjadi imamu. Mas juga pernah bilang kan? kalau sejak Mas mengucap ijab qabul disitulah kamu sudah menjadi tanggung jawab Mas," ucap Daniel
"Mas, aku percaya Mas sangat mencintaiku. Tapi aku tidak yakin jika Mas menyayangi keluargaku," jawab Chintia
"Orang orang yang kamu sayangi tidak mungkin Mas akan sakiti." saut Daniel
"Iya Mas, aku mempercayaimu," tanya Chintia
__ADS_1
"Terima kasih, sekarang ayo kita tidur saling menindih," ucap Daniel
"Hah, menindih?" saut Chintia
"Anggap saja ini penutup malam romantis kita yang penuh drama. kamu cukup tidur diatas tubuh Mas" jawab Daniel
Chintia hanya melongo mendengar ucapan Daniel. Daniel yang melihat Chintia diam tak bergerak dari posisisinya, tanpa ragu Daniel menarik tangan Chintia hingga tubuh Chintia jatuh diatas tubuh Daniel. Daniel melihatnya tersenyum senang dan langsung menggoda Chintia.
"Nikmati malam romantis kita, Mas mohon jangan membrontak. kalau kamu membrontak Mas bisa khilaf," ucap Daniel
"Hah, iya baiklah. aku akan tidur tapi Mas jangan senyum senyum aku takut," jawab Chintia
"Ya sudah, ayo kita tidur.besok pagi kita harus berangkat ke stasiun," ucap Daniel
"Iya Mas," jawab Chintia
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1