
---- Di Hotel ----
25 menit kemudian, Galih, Daniel dan Chintia telah sampai di hotel. Jam sudah menunjukan pukul 22.00 WIB. Galih yang saat itu merasa dirinya menjadi obat nyamuk memutuskan untuk balik ke jakarta duluan.
"Nil, aku balik dulu ya ads kerjaaan yang harus aku selesaikan di kantor," ucap Galih
"Kamu kan direktur Lih, kamu bisa nginap aja di hotel dan suruh bawahanmu ngerjain kerjaan kantor," jawab Daniel
"Kamu itu ya jadi sahabat gak peka banget sih," saut Galih
"Maksudnya?" tanya Daniel
"Jangan mancing mancing aku lo Nil, kamu tahu sendiri kan aku masih fresh perjaka," jawab Galih
Daniel saat itu menangkap maksud ucapan Galih. Daniel berpikir mungkin Galih tidak mau jadi obat nyamuk di hotel. Tanpa sungkan Daniel menggoda Galih.
"Ya deh aku percaya. lebih baik sekarang pergilah daripada jadi obat nyamuk abadi disini," goda Daniel
"Sialan banget kamu Nil. Ingat ya janjimu dulu kepadaku," jawab Galih
"Janji? Janji apaan?" tanya Daniel pura pura lupa
"Perjanjian kita simbiosis mutualisme. jangan sampai jadi simbiosis parasitme akunya yang dirugikan," jawab Galih
"Baiklah, aku inget sekarang pulanglah. aku mau malam romantisku bersama istriku tidak terganggu olehmu," saut Daniel
Chintia yang merasa malu dengan ucapan Daniel langsung mencubit pinggang Daniel.
"Auh sakit," teriak Daniel kena cubitan Chintia
__ADS_1
"Haha..makan tuh karma godain orang yang masih fresh perjaka," jawab Galih
"Sekarang kamu pergi atau aku akan menyajikan film dewasa untukmu," saut Daniel
"Eh...jangan lakukan di depanku. baiklah aku pamit. assalamualaikum," jawab Galih
"Waalaikumsalam," jawab Daniel
Setelah kepergian Galih, Chintia langsung meluapkan kemarahanya karena pembicaraan Daniel yang terlalu vulgar kepada Galih.
"Mas, kamu itu apa apaan sih? Mas gak malu apa sama Mas Galih bicara kaya gitu," ucap Chintia
"Mas minta maaf, dia yang mulai duluan. sekarang lupakan ayo kita masuk kamar," jawab Daniel
Chintia menganggukan kepalanya lalu berjalan menuju kamarnya. Namun beberapa langkah berjalan, Daniel meraih tubuh Chintia kemudian menggedongnya seperti brydal style. Chintia saat itu langsung berteriak karena terkejut dengan perlakuan Daniel.
"Aaaaaa..." teriak Chintia
"Tidak akan, Mas mau menggendongmu," jawab Daniel
Daniel berjalan sambil menggendong Chintia menuju kamar. Sesampainya di kamar Daniel menurunkan Chintia ke ranjang lalu memeluk dan menindihnya. Chintia yang merasa Daniel tiba tiba menindinya langsung bersuara.
"Mas, mengapa kamu menindihku? ada apa ini?" tanya Chintia
"Karena Mas sangat mencintaimu, Mas sangat merindukanmu," jawab Daniel
"Mas, hari ini sudah malam. aku mau tidur," ucap Chintia
"Mas menginginkanya, apakah kamu bersedia," jawab Daniel
__ADS_1
Chintia saat itu hanya terdiam tidak menjawab. Daniel saat itu mengira diamnya Chintia adalah tanda setuju. Tanpa ragu Daniel mulai mencium kening, pipi dan bibir Chintia dengan lembut.
"Cup Cup Cup Cup"(Daniel mencium kening, pipi dan bibir Chintia,)
Selama menikah, Chintia dan Daniel lebih sering saling berpelukan. Chintia dan Daniel jarang sekali berciuman. Apalagi berciuman bibir, Chintia belum pernah melakukanya dengan Daniel. Dan tepat di malam ini, Daniel telah menjadi satu satunya pria yang berhasil mengambil ciuman pertama bibir Chintia.
Chintia yang baru merasakan ciuman pertamanya dengan Daniel langsung melontarkan kata kata yang membuat Daniel takjub
"Mas, kamu telah mencuri ciuman pertamaku di bibirku," ucap Chintia
"Benarkah? Mas yang pertama? Mas sangat beruntung sekali. bisakah Mas meminta hak Mas hari ini?" tanya Daniel
"Maksud Mas?" tanya balik Chintia gugup
"Mas ingin malam ini menjadi penuh cinta. Mas ingin kamu melayani Mas. Hari ini kita sama sama melakukan kewajiban kita sebagai suami dan istri. apakah kamu bersedia?" tanya Daniel
"Mas, tapi aku masih takut " jawab Chintia
"Baiklah, Mas mau menyegarkan diri di balkon. kamu mengantuk kan tadi? sekarag tidurlah," ucap Daniel datar
Daniel langsung turun dari ranjang berjalan menujun balkon. Chintia melihat raut wajah Daniel terlihat kecewa padanya. Chintia merasa bersalah dengan Daniel. Tapi apa dayalah Chintia yang masih takut dan belum siap.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1
NB : Wah Mas Daniel marah, Apa yang dilakukan Chintia setelah ini ?🤔