Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
168. STRATEGI RATIH DAN FIONA


__ADS_3

Esok hari sesuai rencana Galih, Daniel, Chintia, Hesti, Ratih dan Fiona berkumpul di hotel XYZ. Mereka berenam membicarakan strategi dan rencananya untuk menjebak target yang disasarnya. Setelah berjam jam berunding, Galih saat itu menyuruh Ratih dan Fiona menjalani tugasnya.


"Ratih, Fiona, kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan?" tanya Galih


"Iya, aku sudah tahu," jawab Ratih


"aku juga," saut Fiona


"Baiklah, kalian bisa memulai tugas kalian, dan sekarang masing masing dipakaian kalian tadi Hesti sudah memasang penyadap suara," jawab Galih


"Baiklah, kami berangkat, assalamualaikum," ucap Ratih


"Waalaikumsalam," jawab semua


Ratih dan Fiona meninggalkan vila dan memulai rencanaya.


----------


Didalam mobil Fiona saat itu mulai mendiskusikan apa yang harus dilakukan nanti kepada ibunya.


"Kak, aku akan mengawali menjalankan rencana kita, aku akan mengajak wanita itu ke taman Menteng, tapi kakak aku antar dulu di taman menteng lalu aku jemput mama agar mau kesana," ucap Fiona


"Baik Fi, aku mengerti," jawab Ratih


"Kakak, tahu kan harus ngapain? kalau kakak gak paham tanya saja sama aku, pokoknya gak boleh gagal ini rencana," tanya Fiona


"Fi, aku sudah paham. kamu terlihat semangat sekali deh kayaknya sekarang," jawab Ratih


"Aku kasihan papa Kak, aku sayang papa, aku ingin segera membebaskan papa dari wanita itu, aku tidak mau papa menjadi korban wanita itu," saut Fiona


Ratih tidak menjawab pertanyaan Fiona. Ratih tak sengaja meneteskan air matanya saat itu. Fiona sedikit merasa bersalah langsung meminta maaf pada Ratih. Dalam pikiran Fiona, sejahat jahatnya wanita itu tetap ibu dari Ratih.


"Kak, aku minta maaf, aku tidak bermaksud memusuhi ibu kakak. tapi kakak percayalah kalau aku dan papa sangat sayang sama kakak. Papa bahkan bertengkar sama Ibu kakak hanya karena membela kakak," ucap Fiona


"Iya Fi, aku tahu itu, aku hanya merasa gak enak sama kamu dan Papa. kamu dan papa menyayangiku walaupun aku tidak ada hubungan darah. justru malah ibu yang berniat menjahati kalian, aku minta maaf," jawab Ratih


"Kak, kita sekarang keluarga, kakak gak usah sungkan, kakak tidak sendirian," saut Fiona


"Iya, terima kasih," jawab Ratih


15 menit kemudiam, Fiona dan Ratih sudah sampai di Taman Menteng. Ratih turun dari mobil, lalu Fiona bersiap menjemput mamanya di Gunardharma Group.


---------


Sesampainya di kantor, Fiona menghampiri ibunya yang sedang sibuk di kantor.

__ADS_1


"Mama...." ucap Fiona


"Eh Fiona, ada apa kamu kesini? mau cari papa?" tanya Bu Jauza


"Nggak Ma, aku mau mengajak mama ke suatu tempat," jawab Fiona


"Wah, dimana? tapi mama sibuk sekali nih," tanya Bu Jauza


"Pemburu diskon kaya mama pasti jelas akan betah disana," ucap Fiona


"Hah, produk apa emang?" tanya Bu Jauza


"Produk paket skrincare ligthening series keluaran terbaru dari wardah Ma, ada promo dan banyak diskon. sekarang ada di Taman Menteng satu jam lagi tutup," jawab Fiona


"Hah benarkah? kalau gitu ayo," saut Bu Jauza


Bu Jauza melirik asistenya saat itu.


"Kamu urusin ini bentar ya, saya ada urusan penting," jawab Bu Jauza


Bu Jauza dan Fiona saat itu berangkat di Taman Menteng. Fiona juga tak lupa mengabari posisinya sekarang di group whastapp yang diberi nama "HAIDAR-GUNADHARMA"


📩 "Aku sudah berhasil mengajak Mama ke Taman Menteng, segera bersiap" pesan Fiona


📩 "Aku sudah bersiap," balas Ratih


📩"bazar wardah juga sudah siap, tim kita sudah menuju lokasi," balas Daniel


📩 "Ok siap," balas Fiona


30 menit kemudian, Fiona dan Bu Jauza sudah sampai di taman menteng. Bu Jauza langsung mendatangi Bazar Wardah penuh diskon. Fiona yang melihat ibunya lupa diri ketemu barang diskon langsung meminta izin.


"Ma, aku izin beli cilok," ucap Fiona.


"Iya pergilah," jawab Bu Jauza


10 menit kemudian, Bu Jauza sudah membeli skincare wardah. Bu Jauza menengok ke kanan dan kekiri tiba tiba ada seorang wanita yang menangis memeluk Bu Jauza. Wanita itu adalah Ratih.


"Ma...aku minta maaf, aku menyesal pergi dari mama," ucap Ratih


"Kamu baru menyesal? kamu tahu mama melakukan ini semua sebenarnya bukan hanya untuk diri mama tapi untuk kamu, tapi kamu tidak tahu terima kasih dengan kabur dari mama," jawab Bu Jauza


"Ma, aku minta maaf," ucap Ratih


"Mama memaafkanmu, tapi kamu jangan terpuruk," jawab Bu Jauza

__ADS_1


"Maksud mama?" tanya Ratih


"Kita gak boleh berlarut larut dalam kesedihan pasca ayahmu meninggal. mama menikah juga karena ingin bangkit. harta kita terkuras pasca perampokan besar yang menewaskan ayahmu. mama menikah dengan pak Hasan juga ini adalah kebangkitan kita kembali bergelimang harta seperti semula, apa kamu paham?" jawab Bu Jauza


"Ma, lalu mengapa mama berganti nama lagi? mama juga sangat beda bukan mama seperti dulu," tanya Ratih


"Nama mama Paula sudah jadi buronan polisi, dan nama Maulina banyak orang sudah mengira meninggal, jadi selain ganti nama tentunya juga merubah pemampilan. untung saja teman mama pengacara cepat mengurusinya," jawab Bu Jauza


"Buronan?" tanya Ratih


"Sebelum menikah dengan ayahmu, mama pernah hampir membunuh wanita sialan itu. tapi Purnama mengetahui itu dan menjebloskan mama ke polisi. untungnya Mama berhasil kabur menemui teman dekat mama yang jadi pengacara. mama menjadi Maulina lalu menikah dengan ayahmu. makanya kamu mama suruh nikah sama Galih agar bisa balas dendam," jawab Bu Jauza


Ratih terkejut mendengar cerita langsung dari Ibunya. Ternyata ibunya wanita yang sangat kejam.


"Ok, aku bisa terima bercerai dengam Galih, tapi mengapa mama menyakiti keluarga Danie?," ucap Ratih


"Lupakan keluarga brengsek itu, dia sudah menikah. keluarga Olivia itu semuanya brengsek. mereka selalu mengusik hidup mama. bahkan anaknya sekarang bekerja sama dengan perusahaan suami mama. mungkin mereka sudah tahu siapa mama, dan mereka pasti ingin petunjuk mencari bapaknya yang sudah hilang bertahun tahun," jawan Bu Jauza


"Jadi mama tahu keberadaan Pak Purnama?" tanya Ratih


"Dia menikah lagi dengan gadis desa. dia bertemu gadis desa di tempat kecelakaan sama mama waktu itu. mama kesal balas dendam mama belum tuntas dia sudah menikah lagi. ah sial...tapi biarlah mama gak peduli. sekarang lagian mama kemarin juga puas bisa menyekap istri dari kedua anak Olivia dan Purnama," jawab Bu Jauza


"Oh, jadi Pak Purnama menikah lagi?" saut Ratih


"Iya, dulu mama puas Olivia hidupnya hancur, pasca bercerai dari Purnama, Mama sudan puas dan udah fokus dekat sama Yazid, tapi lagi lagi wanita brengsek itu merebut Yazid dari mama. Mama sudah hilang akal, mama lelah, mama menyuruh orang membakar rumahnya saat itu," jawab Bu Jauza


"Lalu kecelakaan mama sama Pak Purnama?" tanya Ratih


"Itu Mama saat itu ingin membalas dendam sama Purnama. tapi rencana mama gagal malah kecelalakaan itu mama juga jadi korban. ada gadis yang menolong kami dan Purnama jatuh cinta sama gadis itu, ya sudahlah mama gak peduli akhirnya cari duren emas, duda keren bergelimang emas haha.." jawab Bu Jauza


"Oh.." saut Ratih


"Mama....Kak Ratih..." teriak Fiona dari kejauhan


"Iya.." teriak Bu Jauza


Bu Jauza menatap Ratih


"Mama pulang dulu ya, lain kali mama saat butuh kamu bantulah mama," jawab Bu Jauza


"Iya Ma," saut Ratih


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2