
2 hari kemudian, Galih dan Daniel perwakilan dari Haidar Group bertemu dengan Pak Hasan di Gunadharma Group. Tentunya Pak Hasan ditemani Ibu Jauza sekretarisnya sekaligus istrinya. Rapat berlangsung lancar saat itu, namun tiba tiba seorang manager dari divisi keuangan datang menyampaikan kabar buruk pada Pak Hasan.
"Pak, maaf saya langsung masuk karena ini sangat genting. dari divisi keuangan ada seseorang yang korupsi 600 juta. sampai sekarang kami belum tahu darimana asal hilangnya aliran dana 600 juta untuk proyek kerja sama dengan Haidar Group," ucap Karyawan
"Apa? serius kamu?" tanya Pak Hasan
"Benar Pak," jawan Karyawan
"Pak, sebaiknya kita batalkan kerjasama kita dengan Haidar Group. karena dana dari Gunadharma Group bermasalah. kita harus menstabilkan keuangan perusahaan kita dulu," ucap Ibu Jauza
Pak Hasan kemudian menatap Daniel dan Galih dengan raut wajah sedih dan meminta maaf.
"Pak Galih, Pak Daniel, saya minta maaf terpaksa harus membatalkan kerja sama kita. ada masalah internal terkait aliran dana perusahaan yang harus kita selesaikan," ucap Pak Hasan
"Iya Pak Galih, Pak Daniel semoga kalian memahami kondisi perusahaan kami. dengan berat hati kerja sama kita terpaksa berhenti sampai disini," jawab Jauza
Galih yang sudah tahu Jauza adalah Paula menduga kalau semua ini adalah akal akalan dari Jauza. Galih menepuk pundak Daniel memberi isyarat kalau dirinya sedang akan menjalankan strategi menjebak Jauza. Daniel menoleh ke arah Galih langsung mengangguk paham. Galih dan Daniel memang dua saudara yang memiliki ikatan batin kuat dalam hal menebak pikiran antara satu dan lainya.
Tanpa berpikir panjang, Daniel yang paham dengan alur pikiran Galih langsung bicara kepada Pak Hasan.
"Pak Hasan, bagi kami nggak masalah kalau Gunadharma Group sedang dilanda masalah internal di bidang keuangan. kami dari Haidar Group tetap memberi kesempatan pada Gunadharma Group untuk tetap bekerja sama dengan Haidar Group," ucap Daniel
__ADS_1
"Tapi Pak Daniel, Karena masalah internal ini, Gunadharma Group hanya bisa kontribusi 10 persen saja dari kesepakatan awal 50 persen dalam pembangunan proyek kerjasama kita." jawab Pak Hasan
"Pak Hasan tenang saja, kami bersedia melanjutkan kerjasama ini," saut Galih
"Tapi, tentunya ini akan merugikan Haidar Group yang nantinya harus berkontribusi masalah pendanaan sebesar 90 persen," jawab Pak Hasan
"Iya Pak, kami paham semua itu, dan kami tidak masalah. Bahkan kalau perlu, kami akan membantu Gunadharma Group dalam mengusut masalah korupsi ini," saut Galih
"Kami tetap menolak kerja sama yang anda tawarkan. sesuai perjanjian awal ini sudah melangkahi aturan yang seharusnya kami berkontribusi 50 persen menjadi 10 persen. jadi untuk menghindari permasalahan dibelakangnya nanti. kami memilih mengundurkan diri dari kerja sama ini, terima kasih," ucap Ibu Jauza
"Bu, ini kesempatan bagus untuk Gunadharma Group. mengapa kita harus menolaknya. kita seharusnya berterima kasih kepada Haidar Group," saut Pak Hasan
"Bu, ini kesempatan bagus, ini proyek besar, bapak akan tetap mau menerima tawaran dari Haidar Group," saut Pak Hasan
Pak Hasan menoleh kearah Galih dan Daniel
"Terima kasih, kami dari Gunadharma Group menerima tawaran dari Haidar Group. secepatnya kami akan berusaha menjebloskan seseorang yang korupsi ke dalam penjara," ucap Pak Hasan
"Iya Pak, sama sama. kami juga akan membantu bapak mengusut pelaku korupsi di Gunadharma Group," jawab Galih
Setelah rapat selesai, Galih dan Daniel saat itu mengajak Pak Hasan berbincang santai.
__ADS_1
"Pak, apakah bapak mengenal wanita ini? tanya Galih.
Galih saat itu menunjukan foto Ratih saat berjualan batagor di taman menteng.
"Iya, ini Ratih. dia kabur saat Jauza menikah denganku dua tahun lalu. dia sangat membenci diriku tapi aku sudah menganggap dia seperti anaku sendiri," jawab Pak Hasan
"Sebaiknya bapak mengajak ibu Jauza jika ingin menemunya. dia berjualan di area luar taman menteng," ucap Galih
"iya baik, kami akan menemui putri kami," jawab Pak Hasan
"Pa, tidak usah, dia anak yang gak tahu diuntung, mama tidak mau dia ada di keluarga kita, dia mau bebas, ya sudah itu pilihanya," saut Ibu Jauza panik
"Ma, kita tetep harus melihat kondisi putri kita titik," jawab Pak Hasan
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1