
Setelah berpakaian, Daniel menuju kedapur untuk membuat makanan untuk Chintia. Sebenarnya dirinya tidak bisa memasak, tapi karena mengingat Chintia sakit dirinya rela belajar memasak untuk menu sarapan.
Di dapur, Daniel menemukan telur, tahu dan tempe. Daniel mencoba mencari resep olahan dengan bahan utama telur ,tahu, dan tempe di internet dan melihat video tutorial di youtube. Setelah Daniel melihat lihat gambar di internet dan video di youtuhe, akhirnya dirinya memutuskan untuk memasak T3 BK (Telur, Tahu, Tempe Bumbu Kuning).
Daniel mencoba meracik bumbu sesuai anjuran di resep. Dirinya juga menggoreng tahu tempenya terlebih dahulu dan merebus telur.Setelah bahan utama telur, tempe, dan tahu selesai dimasak kemudian Daniel mencampurkanya dalam bumbu kuning racikanya di wajan.
15 menit kemudian T3BK masakan Daniel sudah siap. Daniel mencoba memanak nasi di magicom. Daniel tidak tahu tentang takaran air dan beras dalam magicom.Dirinya mencoba mencari tahu di internet namun sayang paketan datanya sudah habis dibuat untuk mancari resep dan menonton youtube cara memasak T3BK. Tanpa berpikir panjang Daniel mencoba dengan instingnya mencampur beras yang sudah di cucinya dan dengan air.
20 menit kemudian nasi dalam magicomnya sudah matang. Namun saat Daniel membuka megicomnya dirinya tidak menjumpai nasi dalam magicomnya bahkan disebut bubur juga bukan bubur. Teksturnya nasinya menurutnya langka dan jarang dirinya jumpai.Tapi saat dirinya mencoba mencicipinya, Daniel menyatakan bahwa nasi dengan tekstur langka menurutnya bisa dimakan.
"Walaupun tekstur nasinya langka, tapi tidak apa apa bisa dimakan." gumam Daniel
Setelah itu, Daniel mencoba mencicipi masakanya di wajan tapi ternyata masakanya masih hambar.
__ADS_1
Daniel kemudian mempunyai ide untuk menambahkan garam pada masakanya dan menghangatkanya kembali. Hasilnya rasanya malah menjadi sedikit keasinan. Tapi menurutnya keasinanya tidak berlebih dan masih kategori wajar. Daniel segera menyajikan nasi dan masakanya dipiring kemudian membawanya ke kamar.
Sesampainya dikamar, Chintia terkejut melihat Daniel memasakanya untuknya.
"Ternyata Mas Daniel benar benar perhatian padaku. dia merawatku dan menjagaku. dia bahkan rela kedapur untuk memasakan sarapan untuku." batin Chintia
Saat Daniel meletakan piringnya di ranjangnya, Chintia merasa aneh dengan bubur yang dibawa Daniel.Daniel melihat Chintia menatap nasinya dengan tatapan keheranan. Daniel yang menyadari tekstur nasinya langka langsung meminta maaf pada Chintia.
"Nasinya aneh ya? aku minta maaf, tadi paketanku habis. jadi gak sempet nyari di internet cara memanak nasi. tadi aku hanya mencampurkan beras dan air sesuai instingku saja," ucap Daniel
"Aku juga minta maaf masakan telur tempe tahu bumbu kuningnya keasinan." ucap Daniel
"Mas, jangan merasa bersalah gitu, aku tahu kamu belajar memasak untuku.terima kasih mas telah merawatku dan menjagaku. walaupun aku belum mencintai dan menerimamu. aku akan berusaha," jawab Chintia
__ADS_1
"Iya, aku menunggumu," saut Daniel
"Tapi aku memiliki permintaan Mas, semoga mas mengabulkan permintaanku," ucap Chintia
"Iya, katakan," saut Daniel
"Maaf mas, untuk sementara ini rahasiakan pernikahan ini dari orang lain karena aku belum siap," jawab Chintia
"Iya aku mengerti, serkarang ayo aku suapin." saut Daniel
Chintia menganggukan kepalanya isyarat dirinya bersedia disuapin Daniel.
-------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga