
Degg...
Daniel terkejut saat Chintia mengatakan bahwa merawat suami lebih prioritas dari kuliah. Daniel merasa senang Chintia telah menganggap dirinya prioritas dalam kehidupanya. Daniel kemudian memegang kedua tangan Chintia dan mengatakan sesuatu.
"Chintia, " sapa Daniel
"Iya Mas, Mas butuh apa sekarang?" tanya Chintia
"Terima kasih," ucap Daniel
"Iya Mas, sekarang Mas jangan banyak bicara. aku mau suapin mas makan," jawab Chintia
Chintia menyuapi Daniel makan tapi tetap saja Daniel tidak berselera makan. Chintia kemudian menyentuh kening Daniel yang terasa panas.
"Mas, suhu tubuhmu makin panas," ucap Chintia
"Mas tidak apa apa, nanti juga sembuh," jawab Daniel
"Mas, kita harus ke rumah sakit. aku akan pesan taksi dulu," saut Chintia
Chintia mencoba memesan taksi dari ponselnya namun sayang tidak ada satu taksi hari ini yang menerima pesananya. Karena hari ini dirinya teringat terdapat aksi mogok angkutan umum.
"Haduh...taksi gak ada yang menerima orderanku karena aksi mogok," ucap Chintia
"Chintia, mas tidak apa apa. nanti mas juga akan sembuh," jawab Daniel
"Nggak, pokoknya Mas harus dilarikan ke rumah sakit." saut Chintia
Chintia berpikir bagaimana cara mengantarkan suaminya ke rumah sakit. Terlintas dipikiran Chintia ingin meminta tolong pada Zaka. Tapi semenjak mengetahui kelakukan buruk Zaka, Chintia mengurungkan niatnya itu. Chintia terus berpikir mencari solusi, hingga akhirnya dirinya mengigat temanya Hesti yang memiliki mobil.
__ADS_1
"Mas, aku akan minta bantuan Hesti ngantar ke rumah sakit," ucap Chintia
Chintia mencoba menghubungi Hesti dengan ponselnya. Tapi tiba tiba dirinya terkejut saat tanganya dipegang oleh Daniel.
"Eh, ada apa Mas?" tanya Chintia.
"Jangan, nanti kamu malu. Mas nggak mau kamu malu di kampusmu karena Mas," jawab Daniel
"Buat apa aku malu, Mas? Mas sudah berubah sekarang. apa gunanya aku malu? pokoknya Mas hari ini harus ke rumah sakit." saut Chintia
"Mas gak keberatan kok kamu menyembunyikan identitas Mas. Mas sadar masa lalu Mas buruk. Mas merasa masa depanmu jauh lebih penting. Mas nggak mau kamu dihina di kampus" ucap Daniel
"Mas, aku tidak peduli itu. Mas yang dulu bukanlah Mas yang sekarang. aku ingin menatap masa depan. selain kuliah, Mas sekarang masa depan hidupku. aku bahagia Mas hadir dalam kehidupanku." jawab Chintia
Daniel merasa tersentuh dan terharu dengan ucapan Chintia. Daniel seketika mengingat kenangan pahut dulu pernah hampir menyelakai Chintia. Daniel merasa beruntung jatuh cinta terhadap wanita yang berhati muliah. Air mata Daniel menetes membasahi pipinya melihat perlakuan baik istrinya kepadanya. Chintia melihat dengan jelas air mata Daniel menetes langsung menanyainya.
"Mas, kamu nangis?" tanya Chintia
"Mas jangan nangis. aku jadi ikut nangis," ucap Chintia
"Mas nggak nangis. Mas hanya kelilipan kok," jawab Daniel
"Mas, aku juga beruntung Mas menjadi suamiku. Mas selalu menjagaku, melindungiku, dan dulu Mas juga pernah merawatku sekarang aku Ingin merawat Mas," saut Chintia
Daniel mengangguk dengan senyuman. Chintia kemudian mencoba menghubungi Hesti untuk meminta bantuan mengatarkan suaminyanyang sedang sakit.
Tut...Tut...
📞"Hallo, asalamualaikum Hes," ucap Chintia
__ADS_1
📞"Waalaikumsalam, ada apa, Chin?" tanya Hesti
📞"Kamu hari ini sibuk?" tanya balil Chintia
📞"Nggak chin, aku di kontrakan sendirian. hari ini Melati yang jadwalnya padat," jawab Hesti
📞"Oh gitu, aku boleh minta tolong kamu antarin aku ke rumah sakit?" tanya Chintia
📞"Ke Rumah Sakit? kamu sakit?" saut Hesti
📞"Nggak, suamiku yang sakit," jawab Chintua
📞 "Apa? Suami? Siapa suaminu?" tanya Hesti
"Hmm...terbongkar deh. tapi gak apa apalah nanti aku coba ceritain semuanya ke Hesti pas di rumah sakit." batin Chintia
📞"Ceritanya panjang nanti aku ceritain. sekarang tolong jemput aku dulu," jawab Chintia
📞 "Ok, aku tutup. aku akan segera kesana assalamualaikum," ucap Hesti
"Waalaikumsalam," jawab Chintia
Tut...Tut...
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga