Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
24. MANDI BERSAMA


__ADS_3

Esok hari, Chintia terbangun dari tidurnya tiba tiba terkejut melihat Daniel yang masih tertidur disampingnya. Chintia menyadari kalau dirinya semalam memeluk dan menyembunyikan kepalanya di dekapan Daniel. Terlihat Daniel tidur disampingnya dengan kondisi terduduk karena menjaga dirinya semalaman.


Chintia ingin pergi ke kamar mandi tapi dirinya tidak mau menganggu tidur Daniel yang sepertinya nampak kelelahan. Chintia berusaha duduk menggerakan kakinya tapi sepertinya kaki kananya masih sakit. Saat itu Daniel merasakan pergerakan tubuh Chintia langsung terbangun. Daniel menatap Chintia yang sudah terduduk sepertinya menginginkan sesuatu. Tanpa berpikir panjang Daniel mencoba menanyai Chintia


"Chintia, ada apa? kamu butuh sesuatu?" tanya Daniel


"Aku mau pergi ke kamar mandi," jawab Chintia


Daniel langsung menggendong Chintia bergegas pergi ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Chintia yang merasa malu menyuruh Daniel menunggunya di depan pintu.


"Mas, turunkan aku disini saja. tunggu aku di depan pintu," ucap Chintia


"Apa maksudmu? kamu belum bisa berjalan. aku akan ikut kedalam membantumu," jawab Daniel


"Mas, aku mau mandi.aku malu jika kamu melihatku," saut Chintia


"Biar adil sama sama melihat kita mandi bersama. tidak usah malu, kita sudah suami istri," jawab Daniel


"Mas, aku takut," ucap Chintia


"Jangan takut, kita hanya mandi.aku mengerti kamu belum siap melakukanya," jawab Daniel


Daniel menggendong Chintia masuk kedalam kamar mandi kemudian Daniel terlebih dahulu melepas pakaian Chintia. Sebenarnya Chintia merasa malu, tapi keadaanya yang tidak bisa berdiri memaksanya untuk menerimanya. Setelah melepas pakaian Chintia, Daniel mendudukan Chintia di lantai, kemudian dirinya juga ikut melepas pakaianya. Chintia melihat dengan jelas dihadapanya Daniel juga ikut melepas pakaianya. Baru pertama kali dalam hidupnya Chintia melihat laki laki tidak memakai sehelai benang dihadapanya.


Chintia menutup matanya karena merasa malu. Daniel yang melihat Chintia menutup matanya langsung menegurnya.

__ADS_1


"Mengapa matanya ditutup?" tanya Daniel


"Mas, aku kaget...dasar kamu tidak punya malu...kamu nekat tidak berpakaian dihadapanku," jawab Chintia masih menutup matanya


"Mengapa aku harus malu?aku melakukanya didepan istriku, sekarang buka matamu aku akan memandikanmu," saut Daniel


Chintia membuka matanya kemudian Daniel mengguyur tubuhnya dengan air. Setelah tubuhnya basah kemudian Chintia membersihkan tubuhnya dengan sabun dan mengeramasi rambutnya.


Daniel juga mengguyur tubuhnya lalu membersihkan tubuhnya dengan sabun yang dipakai Chintia. Chintia yang menyadari sabunya dipakai Daniel langsung menegurnya.


"Mas ,kok pakai sabunku? Mas tidak bawa sabun?" ucap Chintia


"Apa salahnya aku memakai sabunmu?" tanya Daniel


"Sabun itu khusus wanita Mas, sabun itu rasa strawberry untuk mencerahkan dan melembutkan kulit wanita," jawab Chintia


"Iya udah deh terserah," jawab Chintia kesal


Setelah memakai sabun milik Chintia, Daniel berganti memakai sampo Chintia untuk mengeramasi rambutnya. Chintia semakin geram dengan Daniel. Lagi lagi Chintia menegur Daniel.


"Mas, sampo itu..." ucap Chintia terpotong


"Sampo ini khusus wanita iya kan?" potong Daniel


"Mas itu sampo juga rasa strawberry. sampo itu buat rambut wanita lurus dan tidak rontok," jawab Chintia

__ADS_1


"Aku tidak peduli. yang penting wangi. cepat selesaikan ritual mandimu," saut Daniel


"Ih Mas ini gak ngerti deh. dari wanginya sabun, sampo pria dan wanita udah beda, fungsinya juga beda, ada banyak jenis jenisnya, aku harap kamu tidak memakai sabun muka miliku," ucap Chintia


"Yang penting wangi sudah cukup bagiku," jawab Daniel


"Iya udah terserah," saut Chintia kesal


"Sabun muka itu untuk mencerahkan wajah dan menghilangkam komedo khusus wanita" lanjut Chintia


Daniel lagi lagi tidak memperhatikan ocehan Chintia, dirinya juga memakai sabun cuci muka milik Chintia. Karena menurut Daniel, Chintia terlalu berlebihan dalam hal perlengkapan kamar mandi. Tapi Daniel bangga dengan sikap berlebihan Chintia itu. Kulit lembut, kulit putih, wajah cerah dan rambut hitam lurus yang dimiliki Chintia adalah buah dari sifat berlebihan Chintia.


Tidak lupa Daniel dan Chintia menggosok giginya masing masing. Untuk sikat, beruntung dirak ada bungkusan sikat gigi sehingga Daniel bisa memakainya. Setelah aktivitas mandi bersama selesai


Daniel seketika mengeringkan tubuhya dengan handuk kemudian mengeringkan tubuh istrinya dengan handuk yang sama.


Setelah mengeringkan badanya dengan handuk, Daniel menggendong Chintia ke kamar untuk memakai pakaian.


Sungguh sebenarnya Daniel merasa hasratnya memuncak melihat Chintia yang tidak memakai sehelai benang di tubuhnya. Tapi dirinya berusaha menahan hasratnya itu walaupun miliknya sudah menegang sejak dari kamar mandi. Saat dikamar mandi tadi bahkan Daniel selalu mengguyur miliknya dengan air membelakangi Chintia, karena tidak ingin Chintia takut kepadanya.


-------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2