Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
59. PERMINTAAN DANIEL


__ADS_3

---- Di Kontrakan ----


Sore hari, Chintia dan Daniel sudah sampai di konntrakaan. Sesampainya di kontrakan Chintia menuntun Daniel berjalan menuju kamar lalu membaringkanya. Setelah membaringkan Daniel dirajang tak lupa Chintia membuatkan bubur ayam untuk Daniel.



Chintia hari ini meliburkan kuliahnya dan bekerjanya karena harus merawat Daniel. Perlakuan Chintia terhadap Daniel membuat Daniel merasa tidak enak dengan Chintia. Daniel merasa dirinya menjadi penghambat masa depan Chintia untuk meraih impianya.


"Chintia, Mas minta maaf," ucap Daniel


"Minta maaf untuk apa, Mas?" tanya Chintia


"Mas merasa telah merenggut masa masa remajamu. dan juga Mas merasa menjadi penghambat masa depanmu, impianmu ,cita citamu," jawab Daniel


"Mas, jangan ngomong gitu. aku sudah merasa bahagia sekarang," saut Chintia


"Kalau kamu bahagia Mas punya permintaan untukmu," ucap Daniel


"Apa mas? Mas minta apa?" tanya Chintia


"Mas ingin menjadi suami yang bertanggung jawab. Mas merasa kaya suami yang numpang doang di rumah istrinya. kalau kamu bahagia hidup bersama Mas, tolong berhentilah bekerja." jawab Daniel


"Mas, itu berat bagiku," saut Chintia


Daniel kemudian menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkanya secara kasar lalu melanjutkan ucapanya.


"Insyaallah Mas sanggup nafkahin kebutuhan kamu. kamu jangan salah paham dan merasa terbebani. Mas hanya merasa khawatir jika kamu kerja malam." lanjut Daniel

__ADS_1


Degg...


Mendengar ucapan suaminya, Chintia terdiam dirinya tidak rela jika harus melepas pekerjaanya. Dirinya sudah merasa nyaman bekerja sebagai guru bimbel di angkasa jaya. Chintia tidak menyetujui permintaan suaminya, dengan tutur lembut Chintia mencoba membujuk Daniel agar permintaan itu di cabut.


"Mas, apa tidak ada permintaan lain? aku sudah nyaman, Mas?" tanya Chintia


"Sebenarnya ada banyak permintaan. tapi Mas ingin melakukanya secara bertahab. Mas ingin menjadi suami yang bertanggung jawab melakukan kewajibanya. tapi untuk kali ini Mas menginginkan permintaan itu," jawab Daniel


"Mas, walaupun aku bekerja tapi Mas jangan berpikiran seperti itu. Mas juga sudah kerja dan menafkahi aku. bagiku Mas sudah menjadi laki laki yang bertanggung jawab." saut Chintia


"Chintia, Mas memiki alasan untuk semua ini. Mas merasa khawatir saat kamu bekerja malam. semenjak kejadian kemarin, Mas ingin kamu bisa mengambil hikmahnya." jawab Daniel


"Tapi Mas..." ucap Chintia terpotong


"Dulu kamu pernah cerita sama Mas kalau Bapak dan Ibumu melarang anak gadisnya keluar malam. apa itu benar?" saut Daniel


"Iya Mas," jawab Chintia


Chintia seketika menangis ketika Daniel mengingatkan dirinya dengan orang tuanya di kampung. Lagi lagi bayangan rasa bersalah itu tergiang di ingatan Chintia. Daniel memahami arti tangisan Chintia adalah mengingat masa pahitnya dulu dirampok dan disekap. Daniel ikut bersedih melihat Chintia menangis. Tanpa ragu Daniel langsung beranjak berdiri dati ranjangnya memeluk dan menenangkan Chintia.


"Chintia, tenanglah.Mas paham kamu ingat larangan orangtuamu. sekarang biarlah masa kelam itu berlalu. dari kejadian itu kita bisa ambil hikmanya akhirnya kita bisa dipertemukan dan menikah. Mas janji tidak akan membiarkan kamu mengalami masa kelam itu lagi. Mas akan selalu bersamamu dan selalu menjagamu," ucap Daniel


"Mas, tapi Mas sudah menjagaku walaupun aku bekerja malam. jadi amanah Bapak dan Ibuk tanpa Mas sadari, Mas sudah menjalankaya," jawab Chintia


"Apakah kamu melupakan peristiwa itu? Zaka tanpa sepengatahuan Mas telah menculikmu. Apa kamu tahu apa yang Mas rasakan saat itu? Mas merasa menjadi suami yang gagal untuk kamu. Jadi saat ini dan mulai detik ini. Mas tidak ingin mengulangi kesalahan yanh sama," saut Daniel


Chintia langsung terisak tangisnya karena terharu. Chintia merasa beruntung dipertemukan oleh sosok laki laki yang menjadi pelindungnya. Tapi disisi lain, Chintia merasa takut jika suatu saat orangtuanya dikampung tidak merestui hubunganya. Saat itu Daniel menyadari Chintia terlihat gelisah memikirkan sesuatu. Tanpa berpikir panjang, Daniel menanyai Chintia.

__ADS_1


"Chintia, ada yang kamu pikirkan?" tanya Daniel


"Mas, apakah Mas yakin kita akan selalu bersama?" tanya balik Chintia


"Kamu pasti takut Ibu dan Bapak nggak merestui hubungan kita, iya kan?" tanya balik Daniel


"Mas, aku takut ketemu Bapak sama Ibu," ucap Chintia


"Jangan takut, Mas yakin Bapak dan Ibumu pasti mengerti kondisimu. Mas yang akan tanggung jawab. Mas berjanji kepadamu saat kamu libur kuliah nanti Mas ingin menemui orangtuamu," jawab Daniel


"Iya Mas, terima kasih," saut Chintia


"Hmm...jadi gimana keputusanmu? apakah sudah ada jawaban dari permintaan Mas tadi?" tanya Daniel


"Iya Mas, aku akan berhenti bekerja," jawab Chinta


Daniel saat itu senang dengan keputusan istrinya langsung memeluknya.


"Terima kasih. Mas janji akan membahagiakan kamu," ucap Danel


"Iya Mas," jawab Chintia


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2