Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
170. STRATEGI CHINTIA DAN HESTI


__ADS_3

Di kamar, Hesti yang sebelumnya sudah diberitahu Galih tentang rencananya yang akan dijalankan menceritakanya kepada Chintia dan Fiona.


"Nanti malam, Pak Hasan sama Bu Jauza akan makan malam disini, kita harus bersiap," ucap Hesti


"Bersiap untuk masak kan maksudmu?" tanya Chintia


"Iya memang, tapi ini kita gak sekedar memasak, Mas Galih bilang kita akan membuat Bu Jauza tak berkutik," ucap Hesti


Dalam pikiran Chintia sudah terlintas aneh aneh membayangkan racun dalam masakanya nanti.Chintia saat itu tegas menolaknya.


"Hes, aku tidak mau ya kalau disuruh meracuni orang sampai meninggal," ucap Chintia


"Kamu ini terlalu jauh mikirnya, disini kan mumpung ada Fiona aku akan menjelaskanya kepadamu," jawab Hesti


Hesti bicara panjang lebar terkait rencananya kepada Chintia dan Fiona. Setelah mendengar rencana dari Hesti, Chintia dan Fiona langsung mengangguk paham. Saat itu Hesti juga meminta tolong Fiona mencari tahu tentang nomer rekeninb Pak Hasan.


"Fi, ini kamu jangan tersinggung ya, ini informasi yang aku dapatkan dari Mas Galih, aliran uang dana korupsi Gunadarma Group masuk direkening ayahmu, disini atas nama Gunadharma Hasan," ucap Hesti


"Eh, itu bukan rekening ayahku, rekening ayahku Hasanudin Gunadharma," jawab Fiona


"Nah, nanti makan malam kita akan coba buka bukaan juga," saut Hesti


"Iya Hes, aku paham. pasti wanita itu yang menjebak ayahku demi keuntunganya," jawab Fiona


"Fi, jangan suudzon dulu nanti dosa lho. lebih baik sekarang kita memasak buat makan malam," saut Chintia


"Ok," jawab Hesti dan Fiona


Mereka bertiga akhirnya bersama sama menuju dapur untuk menghidangkan makan malam.


--------

__ADS_1


Malam hari, Pak Hasan dan Bu Jauza berkunjung di rumah Galih. Galih mempersilahkan semua yang ada di meja makan menyantap makan malam.


"Pak Hasan, Bu Jauza silahkan dinikmati," ucap Galih


"Iya Pak Galih, makananya sepertinya enak," jawab Pak Hasan


Mereka semua menyantap makan malam mereka dengan lahab. Saat itu di meja makan ada puding coklat. Tentunya Pak Hasan yang menyukai puding memotong pudingnya.


"Wah, pudingnya keliatanya enak," ucap Pak Hasan


"Iya jelas lah pa, tadi Fiona yang buat tapi Chintia dan Hesti juga bantu masak ngajarin Fiona," jawab Fiona


"Wah putri papa sudah bisa masak nih," saut Pak Hasan


"Iya dong Pa," jawab Fiona


Di sela sela makanya, Fiona saat itu teringat nomer rekening ayahnya. Karena ingin memastikan, Fiona mencba bertanya ayahya.


"Ayah, nomer rekening ayah berapa? di kampus ada pendataan," tanya Fiona


📩 "3685 xxxx xxxx a.n. Hasanudin Gunadharma," pesan Pak Hasan


"Papa, ini benar ya atas nama Hasanudin Gunadharma, bukan Gunadharma Hasan," ucap Fiona


"Udah jelas jelas ada nama papamu sayang, mengapa kamu bertanya lagi, lanjutkan makananmu," saut Bu Jauza


"Fiona hanya memastikan saja bu," ucap Hesti


"Hmm..." jawab Bu Jauza


Saat memakan puding, tepat saat Pak Hasan memakaya dirinya tersedak ada kotak kecil yang masuk dalam mulutnya. Pak Hasan megeluarkan kotak kecil itu lalu batuk untuk mengeluarkan dahaknya.

__ADS_1


"uhuk..uhuk.." batuk Pak Hasah


"Pa, minum dulu," ucap Fiona


"Fi, ini beneran kamu yang masak? kamu memasukan kotak kecil dipudingmu?" tanya Bu Jauza


"Fiona gak tahu Ma, coba Papa cek kotaknya," jawab Fiona


"Iya Pak, silahkan dibuka," saut Hesti


"Baiklah, akan saya buka. saya penasaran," jawab Pak Hasan


Pak Hasan membuka kotak kecil itu ternyata dalamnya terdapat kartu memori.


"Hah, kartu memori?" ucap Pak Hasan terkejut


"Kartu memori apa Pak?" tanya Galih


"Saya gak tahu, ini puding buatan Fiona. apa kamu Fi yang memasukan ini," saut Pak Hasan


"Mungkin sih pa, tapi coba deh nanti papa cek isinya itu kartu memori beneran punyaku atau bukan," jawab Fiona


"Ok, ayah akan memutar di ponsel ayah," saut Pak Hasan


Bu Jauza saat itu entah mengapa memiliki firasat tidak enak. Saat itu Bu Jauza juga sedikit gelisa apa yang file yang ada di kartun memori tersebut.


"Kartu memori apa ya itu? aku jadi penasaran. firsatku tidak enak gini, ada apa ya? apakah Galih dan Daniel menjebaku?" batin Jauza


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2