
Esok hari kebetulan Chintia dan Hesti libur kuliah. Mereka berdua mencoba menjalani misi dari suaminya. Misi dari suaminya yaitu mencari tahu tentang ayah mertuanya. Sebenarnya Chintia ragu menjalankan misi ini tetapi Hesti terus memotivasi Chintia agar mau ikut membantu suaminya.
"Chin, kita harus bisa membujuk nenek untuk bercerita tentang ayah mertua kita," ucap Hesti
"Tapi Hes, apa nenek gak curiga? kita belum pernah bicara seprivasi ini pada nenek," tanya Chintia
"Kita jangan langsung in the point. nenek pasti curiga. pura pura ngapain misalnya," jawab Hesti
"Bagaimana kalau aku pura pura dulu ngajak Erland minta ngumpul sama nenek?" tanya Chintia
"Nah ide bagus," jawab Hesti
Chintia dan Hesti memulai rencananya dengan membawa Erland masuk kedalam kamar.
"Nenek, Erland rindu nenek nih..." ucap Chintia
"Oh cucuku sayang, sini sama nenek," jawan Nenek Irah
Nenek Irah mulai mengajak Erland bermain.Setelah agak lama bermain Chintia memulai aksinya.
"Nek, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Chintia
"Tanya saja," jawab Nenek Irah
__ADS_1
"Nek, bolehkah aku tahu tentang masa lalu mertuaku?" tanya Chintia
"Mereka berdua sudah tiada,buat apa kamu ingin tahu tentang mereka?" tanya balik Chintia
"Ya pingin tahu saja nek, rahasia suksesnya perusahaan yang dikelolah keluarga ini," jawab Chintia
Nenek Irah saat itu menidurkan Erlan di kasur kemudian memulai ceritanya.
"Semua ini berkat kerja keras alhmarhum kakek mertuamu. kakek mertuamu merintis perusahaan dari nol. nenekmu ini menjadi saksi berdirinya perusahaan yang dikelola sekarang," ucap Nenek Irah
"Apakah pernah mengalami masa kemunduran?" tanya Hesti
"Iya saat kepemimpinan Purnama, perusahaan Kusuma dan Mahardika saling menjatuhkan. dan puncaknya juga Purnama saat itu bermasalah dengan keluarganya. dan yang paling nenek ingat, Purnama kabur dengan seorang wanita ketika Galih beranjak remaja," jawab Nenek Irah
"Bahkan nenek sudah menganggapnya tiada, entah apa yang ada didalam pikiranya dulu, saat kejadian itu kakek mertuamu menyabut kekuasaan Purnama dan melantik Galih sebagai CEO perusahaan," jawab Nenek Irah
"Seandainya ayah mertua masih hidup, apa nenek menolaknya?" tanya Chintia
"Ah, sepertinya tidak mungkin. terakhir kabar yang nenek terima Purnama mengalami kecelakaan," jawab Nenek Irah
"Tapi nenek belum tahu apa ayah mertua tiada apa belum kan?" tanya Hesti
"Harapan nenek, purnama itu adalah anak nenek satu satunya. jadi nenek akan menerimanya kembali apabila dia meminta maaf dan mengakui kesalahanya," jawab Nenek Irah
__ADS_1
"Nek, faktanya sekarang ayah mertua masih hidup Nek, dan asal nenek tahu suami dari Bu Halimah itu ayah mertua. apa nenek mau jenguk ayah mertu" tanya Hesti
"Apa? Purnama masih hidup? baiklah nenek ingin menjenguknya," jawab Nenek Irah
------------------
Esok hari sesuai permintaan nenek, Hesti dan Chintia mengajak nenek ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, di dalam ruangan Bu Halimah nampak menghalangi Nenek Irah masuk kedalam
"Maaf Nyonya, apa keperluan Nyonya disini? suami saya sedang istirahat. tak bisa di ganggu," ucap Bu Halimah
"Halimah, sebelumnya aku berterima kasih padamu. kamu telah menyelamamatkan putraku dari kecelakaan. sekarang kamu adalah istri dari anaku. jadi aku sekarang adalah ibu mertuamu. aku tidak akan memisahkannya dengan anaku, aku ingin kamu selalu ada untuk anaku," ucap Nenek Irah
"Nyonya,terima kasih. maafkan saya Nyonya. saya sempat berpikiran tidak tidak tentang Nyonya," jawab Bu Halimah
"Jangan panggil saya Nyonya, aku ibu mertuamu," saut Nenek Irah
"Baik Ibu," ucap Bu Halimah
Nenek Irah hanya mengangguk kemudian memeluk Bu Halimah. Sementara Chintia dan Hesti hanya bisa meluapkan rasa harunya dengan menangis melihat pemadangan yang menurutnya membahagiakan.
Di sisi lain juga, Daniel, Galih dan Ihsan yang berada d kantor nampak senang mendapat kabar akhirnya keluarga mereka bersatu dan kembali utuh
END
__ADS_1