
Hesti dan Chintia sudah berada di ruang tamu. Tanpa berpikir panjang, Daniel saat itu mengajak Galih, Hesti dan Chintia berkunjung ke rumah Paman Yasir.
"Berhubung kita sudah berkumpul, sebaiknya kita berangkat sekarang ke rumah pamanku," ucap Daniel
"Iya Mas, tapi bukanya keluarga ayahmu membencimu Mas, bagaimana kita bisa menemui paman?" tanya Chintia
"Apa? ayah?" tanya Galih
"Iya, maksudnya keluarga almarhum ayahku. sekarang kita akan menemui adik kembaran ayahku, paman Yasir," jawab Daniel
"Ayahmu kembar?" tanya Galih
"Iya benar, ayahku Yazid. sementara adiknya ayah Paman Yasir," jawab Daniel
Daniel dengan tenang menyebutkan nama ayahnya saat itu merasa yakin kalau ayahnya berbeda dengan ayahnya Galih. Daniel di kantor menjabat sebagai sekretaris, jadi dirinya tentu tahu riwayat pemimpin perusahaan terdahulu. Nama Purnama bagi Daniel juga sudah tidak asing baginya. Daniel percaya Purnama adalah ayah dari Galih
Namun berbeda dengan Galih yang terlihat kaget saat itu mendengar Yazid adalah ayah dari Daniel. Hesti saat itu juga terlihat terkejut sama halnya seperti Galih. Daniel yang melihat Galih dan Hesti terkejut mencoba menanyainya.
"Mengapa kalian berdua terkejut mendegar nama ayahku?" tanya Daniel
"Tidak apa apa Nil," jawab Galih
"Kalian terlihat gugup? apa ada lagi hal yang kalian sembunyikan dariku?" tanya Daniel
"Sebenarnya aku ingin menceritakan apa yang ingin aku ceritakan kepadamu, Nil. tapi sebelum aku ceritakan lebih baik kita sekarang lebih baik kita menemui Paman Yasir, nanti setelahnya aku akan cerita semuanya," jawab Galih
"Iya Lih, sekarang ayo kita berangkat," ucap Daniel
------- Rumah Keluarga Mahardika -----
30 menit perjalanan, akhirnya mobil yang dikemudikan Galih telah sampai di rumah Mahardika. Galih sanga terkejut ketika mengetahui Daniel adalah keluarga dari Mahardika. Galih mengenal Mahardika adalah musuh Kusuma di dunia bisnis. Berkali kali Perusahaan Kusuma Group dan Mahardika Group bersaing sengit memperebutkan tender dan saling menjatuhkan.
Namun di masa kepemimpinan Galih, Kusuma Group beralih nama menjadi Haidar Group. Sementara Mahardika Group masih memiliki nama yang tetap. Galih mengubah nama Kusuma menjadi Haidar karena dimasa pertama kepemimpinanya, Mahardika Group terus menjatuhkan perusahaanya. Namun sejak Mahardika melantik putranya menjadi pemimpin perusahaan. Kepemimipian baru dari Mahadika Group tidak pernah mengusik Haidar Group tentunya juga sudah berdamai.
Mahardika adalah nama kakek dari Daniel. Dan istri dari Mahardika adalah Purwati. Mahardika dan istrinya Purwati sangat membenci Daniel sejak masih kecil. Sesampainya di rumah Mahardika saat itu, satpam sudah mengusir Daniel dan rombonganya.
"Maaf, anda silahkan meninggalkan kawasan ini karena anda tidak memiliki janji dengan Tuan Mahardika sekeluarga," ucal Satpam
"Tapi Mahardika adalah kakeku, ayahku adalah Yazid anak dari Mahardika. tolong jangan halangi aku bertemu dengan keluarga Mahardika. aku disini hanya ingin bertemu Paman Yasir," jawab Daniel
"Maaf Pak, anda tetap tidak boleh masuk," ucap Satpam
"Tolong mengertilah, aku tidak akan meminta harta atau apapun di keluarga ini. tolong bicarala pada majikanmu kalau aku ada disini," jawab Daniel
__ADS_1
"Maaf, jika anda membrontak kami terpaksa melakukan hal kekerasan," saut Satpam
"Aku tidak peduli, aku disini mencari kebenaran, aku mau bertemu dengan pamanku. aku ingin bertanya pada keluarga ini. Mengapa mereka membenciku sejak kecil !!!" jawab Daniel
Daniel sangat frustasi melihat perlakuan satpam kepadanya. Tanpa ragu, kekuatan pamungkas Daniel yang jago bela diri menghajar para satpam yang berjaga hingga babak belur.
"Buk..Buk..Buk.."(Daniel memukuli Satpam)
Satpam saat itu pingsan hanya dengan dua tiga kali pukulan. Daniel langsung menyelonong masuk bersama rombonganya. Hingga akhirnya Daniel dan rombonganya seorang gadis kecil bermain di taman.
"Eh, kalian siapa? mengapa kalian di rumahku," ucap gadis kecil
"Cantik dan menggemaskan sekali gadis ini," batin Daniel
"Adik kecil..." ucap Daniel terpotong
"Aku bukan adik kecil, aku sudah besar," jawab gadis kecil kesal
"Lihatlah senyumnya kalau cemberut manis sekali," batin Daniel
"Maaf dik, kami mau bertemu dengan paman Yasir," jawab Daniel
"Mengapa kalian mencari ayahku?" tanya gadis kecil
Semua merasa gemas dengan gadis kecil itu. Terutama Chintia, Chintia saat itu yang juga merasa gemas dengan gadis kecil di hadapanya. Tanpa ragu Chintia memberanikan diri bertanya nama gadis kecil itu.
"Namaku Zeva Yustika Mahardika, usia 6 tahun. kalian bisa memanggilku Zeva,," jawab Zeva
"Oh namamu Zeva ya, kakak bisa minta tolong panggilkan Paman Yasir nggak?" tanya Chintia
"Mengapa kalian mau bertemu dengan ayahku? aku tidak mau kalian jahat sama ayahku. ayahku itu orang baik," jawab Zeva
Tak lama kemudian, Mahardika menghampiri Zeva yang sedang berbicara dengan Daniel dan rombonganya.
"Zeva, ayo masuk kedalam. ibumu sudah menyiapkan makanan untukmu," ucap Mahardika
"Iya Kek, Oh iya ini kakak cantik dan paman ganteng mau ketemu sama ayah," jawab Zeva
"Apa ? setua itu kah aku?" batin Galih
"Dia menganggap aku dan Galih paman, sementara meganggap Chintia dan Hesti kakak. gadis kecil ini membuatku ingin menggigitnya" batin Daniel
"Iya biar kakek yang urus, Zeva masuk duluan sana ke rumah," ucap Mahardika
__ADS_1
"Iya Kek," jawab Zeva.
Zeva berlari meninggalkan Daniel dan rombonganya masuk dalam rumah. Mahardika yang sudah melihat cucunya masuk rumah langsung menegur Daniel.
"Mengapa kamu disini?" tanya Mahardika
"Kek..." ucap Daniel terpotong
"Jangan panggil aku kakek, aku bukan kakekm, kamu penghancur hidup anaku," jawab Mahardika tegas
"Aku ingin menemui Paman Yasir. aku ingin tahu kebenaran tentang masa laluku sehingga kalian sekeluarga membenci diriku," jawab Daniel
"Apa kau bilang? Pamanmu? bahkan ibumu sudah memilikimu sebelum menghancurkan masa depan kehidupan anaku," ucap Mahardika
Degg...
Daniel saat itu terkeut dengan ucapan Mahardika. Ucapan Mahardika bagaikan ratusan anak panah yang menusuk hatinya. Daniel merasa sakit hati melihat kenyataan Ibunya sudah memilikinya sebelum menikah dengan ayahnya. Tapi Daniel memiliki keyakinan kalau dirinya bukan anak haram. Daniel menggelengkan kepalanya saat itu lalu bertanya dengan Mahardika.
"Apa maksud semua ini? aku tidak percaya,"tanya Daniel
"Terserah, aku malas mendegar ocehanmu yang membuag bunag waktuku. kamu bukan cucuku. lebih baik kamu dan temanmu pergi dari sini. jangan harap Yasir mau menemuimu," jawab Mahardika.
Mahardika saat itu masuk kedalam rumahnya meninggalkan Daniel dan rombonganya. Galih melihat Danie sangat syok mendengar kenyataan dari Mahardika. Galih saat itu menepuk punggung Daniel dan mengatakan sesuatu.
"Kita bisa kesini lainkali, aku memiliki cara bagaimana agar kita bisa bertemu Paman Yasir," ucap Galih
"Bagaimana rencanamu?" jawab Daniel
"Kamu akan tahu jika besok kerja di kantor, sekarang kita pulang. kasihan Hesti dan Chintia sudah lelah mereka," ucap Galih
"Baiklah," saut Daniel
Visual Tokoh
1. Zeva
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
nb : Siapa pemimpin perusahaan Mahardika Group sekarang? Apa rencana Galih selanjutnya?🤔