Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
45. KHAWATIR


__ADS_3

Malam hari, jam sudah menunjukan pukul 19.55 menandakan Chintia akan segera pulang ke kontrakan. Di pos perumahan, Daniel terus memikirkan Chintia yang masih belum pulang. Daniel berusaha berpikir positif bahwa gadis yang disekap sahabatnya bukan Chintia, namun Daniel memiliki firasat tidak enak pada Chintia.


"Aku yakin gadis sasaran mereka yang sama itu bukan Chintia, Chintia orangnya baik tidak mungkin punya banyak musuh. tapi aku tetap saja tidak tenang. bisa jadi gadis sasaran itu memang Chintia. aku memiliki firasat tidak enak hari ini, lebih baik aku menunggu Chintia datang." batin Daniel


30 menit kemudian, dari pos satpam Daniel masih belum melihat tanda tanda kedatangan Chintia di pos perumahan. Daniel semakin khawatir dengan keadaan Chintia. Pikiran Daniel sudah tidak karuan entah mengapa Daniel merasa begitu yakin Chintia dalam bahaya. Tanpa berpikir panjang, Daniel meninggalkan pos perumahan menyuruh rekanya menggantikanya sebentar.


Di sisi lain, Chintia yang berjalan kaki hendak memasuki kawasan perumahan tiba tiba ada dua preman yang menyergap tubuhnya. Chintia berteriak meminta tolong dan memberontak.


"Tolong...tolong...lepaskan saya..." teriak Chintia


"Kau mengingatku gadis cantik?" tanya pria itu


Chintia membelakan matanya teringat kembali masa kelam kedua preman itu hampir merengut kesucianya. Kedua preman itu adalah Gerry dan Martin. Chintia sangat takut kejadian pahit beberapa bulan yang lalu terulang kembali. Chintia terus memberontak memaksakan dirimya terlepas dari cengkraman preman tersebut.


"Lepaskan aku !" teriak Chintia


"Kali ini kamu tidak akan lepas dariku gadis cantik, miliku sudah menegang kau mau memegangnya," goda Martin


"Aku mohon lepaskan aku !" teriak Chintia


"Plakk" (Gerry menampar Chintia hingga pingsan)


Gerry dan Martin yang melihat kondisi Chintia tak sadarkan diri langsung membopongnya di dalam mobil. Di dalam mobil Martin dan Gerry tidak mau kejadian kemarin terulang. Seperti perintah tuan muda Gerry dan Martin ingin menyerahkan langsung gadis yang disekapnya di hadapan tuan muda. Gerry dan Martin tidak sabar mendapatkan hadiah 1 Miliyar dari tuan muda.

__ADS_1


"Ger, hari ini kita kaya, kita kaya, kita miliader, 1 Miliyar bakal menjadi milik kita, Haha..." ucap Martin


"Bener banget Mar, kita akan kaya. gak apa apa deh kita nggak nikmatin tubuh dia yang penting kita kaya dulu, Haha..." jawab Gerry


15 menit kemudian, Gerry dan Martin sudah sampai di hotel tempat tuan muda menginap. Gerry dan Martin menyerahkan tubuh munyil Chintia yang masih pingsan kepada tuan muda.


"Tuan Muda, kami berhasil menjalani misi ini." ucap Martin


"Bagus, kalian berdua sudah melakukan tugas kalian," jawab Tuan Muda


"Iya Tuan Muda, sekarang kami meminta bayaran tuan," saut Gerry


"Sebelumnya kalian harus jujur padaku. apakah kalian menyentuh dan menikmati tubuh gadis ini?" tanya Tuan Muda


"Brukk"( tonjokan tuan muda pada Martin)


"Sekali lagi kau berpikiran mesum pada gadis ini akan ku lenyapkan kau!" saut Tuan Muda


"Ampun Tuan," ucap Martin


"Baiklah, ambil koper diatas meja itu didalamnya ada 1 Miliyar. kalian bisa cek dan keluarlah dari kamar ini," saut Tuan Muda


"Baik, Tuan Muda" jawab Gerry dan Martin bersamaan

__ADS_1


Martin dan Gerry bergegas mengambil koper itu kemudian pergi meninggalkan kamar tuan muda. Dalam perjalanan keluar hotel, Gerry dan Martin membukanya koper yang dibawanya. Saat koper itu terbuka, Martin dan Gerry membelakan matanya melihat uang 1 Miliyar dalam koper. Mereka berdua takjub melihat uang sebanyal iti dalam hidupnya.


"Kita dapat 1 Milyar Ger, ini nyata, kita miliader," teriak Martin


"Mantap Mar, kita akan bagi dua 500 juta untukmu dan 500 juta untuku," jawab Gerry


"Siap," saut Martin


Setelah keluar dari hotel, Martin dan Gerry segera masuk mobil. Namun baru saja membuka pintu mobil ada serangan tak terduga mendarat di punggung Gerrry.


"Brukkk" (serangan mendarat ke tubuh Gerry)


Gerry langsung pingsan di tempat mendapatkan serangan itu. Martin yang menatap langsung sahabatnya mendapat serangan tak terduga. Dirinya terkejut melihat seseorang yang tak asing baginya telah menyerang Gerry.


"Kau..." ucap Martin ketakutan


"Iya kau benar, ini aku." jawab pria itu


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2