
Esok hari seperti biasa Chintia masih mual mual. Daniel saat itu panik masih melihat Chintia mual mual. Daniel saat itu melarang Chintia kuliah dan mengajaknya ke dokter.
"Mas hari ini larang kamu kuliah. hari ini kita ke dokter," ucap Daniel
"Tapi aku takut Mas, aku gak mau disuntik," jawab Chintia
"Gak sakit kok, rasanya kaya digigit kupu kupu," ucap Daniel
"Ah, Mas bohong. rasanya kaya di sengat lebah sampai aku nangis. pokoknya aku tidak mau," jawab Chintia
"Kalau kamu tidak mau, aku akan memelukmu 24 jam tanpa bergerak sedikit pun," ucap Daniel
Chintia saat itu merasa Daniel cuma menggertaknya. Chintia tidak takut saat itu karena diriinya yakin Daniel tidak akan menyakitinya.
"Aku tetap tidak mau ke dokter," ucap Chintia
"Jadi tidak mau ya? baiklah jangan salahkan Mas," jawab Daniel
Daniel beneran memeluk tubuh Chintia dalam dekapanya debgan erat. Awalnya Chintia merasa nyaman saat didekap Daniel. Mungkin jika kondisinya hujan, biarpun lama Chintia akan merasa nyaman karena hangat didekap Daniel. Namun sekarang beda lagi ceritanya jika di musim kemarau. Cuaca panas, apalagi di pagi hari dengan kondisi tidak mengantuk tentunya bukanya semakin lama semakin nyaman yang didapat, malahan semakin lama Chintia merasa gerah dan risih.
"Mas, aku merasa gerah, lepaskan Mas," ucap Chintia
"Kamu akan bisa lepas jika mau ke dokter," jawab Daniel
"Kita sudah ditunggu di meja makan Mas," ucap Chintia
"Mas, sudah ngomong sama Galih dan Hesti kalau kamu sakit," jawab Daniel
Daniel semakin mengeratkan pelukanya karena merasa gemas dengan Chintia yang menggeliat ingin lepas. Keringat Chintia mulai bercucuran membuatnya semakin gerah. Jika seharian dalam posisi seperti ini Chintia tidak kuat menahan gerah di tubuhnya. Dengan pasrah, Chintia mau pergi ke dokter.
"Mas, aku kalah, aku mau ke dokter aja.lama lama aku gak bisa nafas," ucap Chintia
"Baiklah," jawab Daniel tersenyum puas
"Lebih lama Mas betah kok Chin," batin Daniel
Daniel melepaskan pelukanya lalu bersiap mengantarkan Chintia ke klinik terdekat.
Saat itu semua keluarga sudah bersiap di meja makan. Daniel dan Chintia ikut bergabung saat itu. Namun entah apa yang ada dipikiran Nenek Irah tiba tiba tangan Nenek Irah menyentuh perut Chintia.
"Kamu hamil?" tanya Nenek Irah
__ADS_1
"Hah?" semua terkejut
"Apa yang salah? Chintia hamil kan?" tanya Nenek Irah
"Nek, sebelumnya kami minta maaf. Chintia sudah menggunakan tespeck kemarin lusa hasilnya negatif," jawab Daniel
Nenek Irah menggelengkan kepalanya saat itu. Semua yang ada di meja makan takut nenek irah marah. Terutama Chintia, melihat tatapan Nenek Irah kepadanya, Chintia merasa bersalah.
"Nek, aku minta maaf belum bisa memberikan cicit untuk nenek," ucap Chintia
"Hei, mengapa kamu minta maaf. kamu itu hamil. nenek yakin itu. tebakan nenek tak pernah salah," jawab Nenek Irah
"Maksud nenek?" tanya Daniel
"Chintia itu hamil, prediksi nenek mengatakan usia kandungan Chintia 4-5 minggu. kamu sebagai suami harus ekstra dan ketat menjaganya," jawab Nenek Irah
"Iya Nek, semoga saja prediksi nenek benar. aku hari ini mau mengantar Chintia periksa ke klinik sebelum berangkat ke kantor," ucap Daniel
"Kamu libur saja tidak apa apa, itu juga perusahaanmu. kamu jaga saja istrimu hari ini. semoga beruntung," jawab Galih
"Baiklah, aku libur hari ini. atau jika kau butuh bantuanku, aku bisa mengerjakan di rumah," saut Daniel
"Ok, aku akan kabari nanti, aku akan kirim di via email jika aku membutuhkanmu," jawab Galih.
--- Klinik ---
20 menit perjalanan, Daniel dan Chintia sudah sampai di klinik. Chintia diperiksa dokter dengan sangat telaten. Setelah memeriksa Chintia, dokter saat itu bertanya oada Chintia.
"Kapan ibu Chintia terakhir menstruasi?" tanya Dokter
"Ah kapan ya? aku lupa apakah Mas ingat?" ucap Chintia
"Mungkin sekitar 4 mingguan dok, dari siklusnya tiap bulan. oh iya dok, seharusnya istri saya seminggu kemarin jadwalnya menstruasi," jawab Daniel
"Bapak ternyata hafal juga jadwal menstruasi istrinya, jarang jarang suami mempehatikan jadwal mentruasi istri" saut Dokter
"Eh, mas kok kamu tahu?" tanya Chintia
"Ya karena Mas sering antarin kamu beli itu(pembalut) setiap bulanya, dan kamu habis berapa buah itu Mas hafal," jawab Daniel
"Eh, iya benar juga," saut Chintia
__ADS_1
"Bulan ini tumben kan kamu gak beli?" tanya Daniel
Dokter menggelengkan kepalanya melihat Daniel yang memperhatikan jadwal menstruasi istrinya. Dokter itu langsung tersenyum dan mengatakan suatu hal.
"Selamat ya Bapak Daniel. istri anda sedang hamil usia kandunganya 5 minggu," ucap Dokter
"Apa? istri saya hamil?" tanya Daniel
"Iya Pak, itu benar," jawab Dokter
"Dok, tapi lusa kemarin saya uji tespeck hasilnya negatif," ucap Chintia
"Test pack adalah uji kehamilan yang mendeteksi hormon β-HCG yaitu hormon yang dihasilkan oleh jaringan trofoblast janin (Sel telur yang telah dibuahi) atau jaringan yang menyerupai trofoblast tersebut. ada beberapa sebab anda hamil tapi pada testpack hasilnya negatif. diantaranya :
1. Pemeriksaan yang terlalu dini.
Makin kecil usia kehamilan kadar hormon β-HCG yg dihasilkan tentu lebih rendah. Sehingga dapat dilakukan pengulangan pemeriksaan beberapa hari atau beberapa minggu kemudian untuk menunjukkan hasil yang lebih terpercaya.
2.Waktu pemeriksaan yang terlalu cepat.
Tiap test pack biasanya menyantumkan waktu yang dibutuhkan masing masing alat untuk mendeteksi hormon dan memunculkan hasil positif atau negatif. Proses pemeriksaan yang terlalu singkat bisa juga menyebabkan false negative.
3.Kualitas alat test pack dan kadar β-HCG yg dapat diukur oleh alat tersebut.
Masing2 alat test pack memiliki kemampuan mengukur kadar hormon β-HCG yg berbeda-beda sehingga memiliki akurasi yang beragam.
Kasus seperti ini dinamakam negatif palsu. maksudnya ada kehamilan tapi hasil negatif. hal itu disebabkan oleh 3 sebab tadi," jawab Dokter
Daniel dan Chintia saling menatap dan berpelukan. Mereka berdua menangis haru karena sebentar lagi akan menjadi orang tua.
"Alhamdulillah, kita akan menjadi orang tua. terima kasih ya sayang, ini sungguh kado terindah yang kamu berikan kepada Mas," ucap Daniel
"Mas, aku juga sangat senang. alhamdulillah Mas, aku terharu Mas," jawab Chintia
Mereka berdua sangat senang saat itu. Karena saking bahagianya, Daniel terus mengelus dan menciumi perut istrinya yang telah tumbuh benih darah dagingnya.
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga