
Setelah sarapan sudah siap, Hesti menyajikan masakanya di piring Galih dan Nenek Irah. Mereka bertiga akhirnya sarapan bersama sama. Setelah selesai makan, Nenek Irah mengatakan sesuatu pada Galih.
"Galih, apakah kamu akan mulai menyelidikinya?" tanya Nenek Irah
"Iya Nek, setelah mengantar Hesti kuliah, Galih akan mulai menyelidikinya," jawab Galih
"Iya baiklah, Nenek percaya sama kamu. Nenek tahu kamu tidak akan mengecewakan Nenek," ucap Nenek Irah
"Iya Nek, Galih akan berusaha," jawab Galih
Hesti saat itu bertanya tanya penyelidikan apa yang akan dilakukan Galih. Hesti ingin sekali bertanya tapi dirinya urungkan karena tidak enak dengan Nenek. Hesti saat itu berpikir akan menanyakan penyelidikan yang dimaksud Nenek tadi kepada Galih waktu di dalam mobil
Selesai sarapan, Galih dan Hesti berpamitan kepada nenek untuk pergi ke kampus. Setelah berpamitan, Galih dan Hesti masuk kedalam mobil. Didalam mobil, Hesti saat itu mulai mengeluarkan pertanyaan yang dari tadi dirinya pendam di meja makan.
"Mas Galih, aku mau menanyakan sesuatu," ucap Hesti
"Tanyakan saja," jawab Galih
"Penyelidikan yang dimaksud Nenek tadi apa ya Mas?" tanya Hesti
"Oh itu, Mas mau cerita tapi kamu jangan bilang bilang ya? terutama Chintia," jawab Galih
"Apa ada hubunganya dengan Chintia?" tanya Hesti
"Iya, yang jelas ada hubunganya sama Chintia. karena ini menyangkut suaminya," jawab Daniel
Hesti merasa sangat penasaran saat itu. Hesti mengingat ingat kalau makan siang kemarin Nenek Irah memanggil Daniel dengan sebutan Putra. Tanpa ragu, Hesti melontarkan dugaan penyelidikan Galih.
"Mas, apakah masksud Mas karena kejadian makan siang kemarin waktu nenek memanggil Mas Daniel dengan sebutan Putra?" tanya Hesti
"Iya kamu benar, setelah mengantarkan kamu ke kampus.Mas berencana akan ketemuan dengan Daniel," jawab Galih
__ADS_1
"Iya Mas, kalau Mas butuh bantuanku aku bersedia Mas," ucap Hesti
"Iya, tapi Mas gak mau kamu terlibat dalam permasalahan keluarga Mas. cukup pikirkan kuliahmu dan tugasmu sebagai istriku," jawab Galih
"Mas, keluarga kamu itu keluargaku juga. aku berhak tahu keluargamu Mas. aku akan ikut membantumu. mungkin aku akan juga ketemuan sama Chintia nanti untuk membicarakan Mas Daniel. siapa tahu bisa jadi tambahan informasi buat Mas Galih," ucap Hesti
"Hmm...makasih ya kamu sudah menerima masa lalu Mas yang suram," jawab Galih
"Iya Mas, Mas itu kan suamiku. aku akan selalu ada bersamamu Mas," saut Hesti
Galih merasa terharu saat mendengar tutur kata istrinya yang menyejukan hatinya. Sambil menyetir tangan kiri Galih memegang erat tangan Hesti. Hesti saat itu sontak terkejut melihat Galih yang menggenggam tanganya
"Eh, Mas Galih," ucap Hesti
"Kamu terkejut?" tanya Galih
"Sedikit," jawab Hesti
"Hmm...terima kasih," saut Galih
"Aku berjanji akan membantumu Mas," batin Hesti
----- Di Kampus -----
Hari ini terdapat mata kuliah Biologi Sel. Hesti saat itu tidak fokus mengikuti kuliah. Terlihat jelas Hesti terus melamun tidak memperhatikan Bu Siti yang menjelaskan tentang Sel Hewan. Dipikiran Hesti hanya ada pikiran bagaimana cara menggali informasi tentang Daniel lewat Chintia.
Bu Siti saat itu menyadari kalau Hesti terus melamun. Bu Siti yang merasa kesal melihat Hesti tidak memperhatikan dirinya mengajar langsung menegurnya.
"Hesti, kamu daritadi melamun. cepat maju kedepan dan jelaskan materi yang saya sampaikan hari ini," ucap Bu Siti
Hesti langsung tersadar dari lamunanya. Tentu saja, Hesti tidak tahu materi apa yang hari ini disampaikan Bu Siti. Yang dilakukan Hesti saat itu hanya bisa mengulur waktu
__ADS_1
"Saya maju, Bu?" tanya Hesti
"Iya cepetan kamu maju," jawab Bu Siti
"Sekarang, Bu?" tanya Hesti kikuk
"Tahun depan," jawan Bu Siti kesal
"Eh, iya Bu. alhamdulillah kalau tahun depan. saya kira sekarang," canda Hesti
"Sekarang lah...Hesti !!! sekarang cepat maju kedepan," jawab Bu Siti
"Eh, yang sabar bu, jangan marah marah," ucap Hesti
"Kalau kamu nggak maju saya kasih nilai D," jawab Hesti
"Eh, jangan D dong Bu, kasih A atau B aja hehe... jangan marah Bu, saya akan maju kedepan. sebelumnya saya izin minum dulu," saut Hesti
Hesti mengambil bekal minumnya lalu meminum di hadapan mahasiswa sekelasnya dan saja Bu Siti. Bu Siti hanya bisa menggelengkan kepalanya meihat tingkah Hesti. Setelah minum Hesti pasrah maju kedepan. Namun ternyata dewi fortuna memihak kepada Hesti. Baru saja hendak menjelaskan materi, tiba tiba alarm ponse mahasiswa di kelas ada yang berbunyi
"Tit...Tit...Tit...jam 12.00 waktunya Ishoma," bunyi ponsel
Bu Siti saat itu tersadar jamnya habis langsung menutup pembelajaranya. Sementara Hesti dirinya sangat bahagia karena gak jadi menjelaskan materi.
"Yes..."batin Hesti
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
nb :perbuatan Hesti jangan ditru😆