Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
6. PENCURIAN


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju rumah, Chintia merasa perutnya lapar. Chintia ingin sekali makan nasi goreng perumahan dekat kontrakanya. Sebenarnya tinggal belok kiri saja Chintia sudah sampai di kontrakan, namun karena rasa lapar diperutnya tak terbendung, Chintia terpaksa mengalihkan arah jalanya menjadi belok kanan.


Chintia melihat ke kiri dan kekanan jalanan nampak jalanan sangat sepi. Chintia melihat jam melalui ponselnya sudah menunjukan pukul 21.14 WIB.


"Wah, udah malem ternyata," gumam Chintia


Chintia mempercepat jalanya agar secepat mungkin bisa makan nasi goreng lalu bisa kembali ke kontrakan. Namun saat itu tiba tiba ada seorang preman yang menyaut tas dan mengambil paksa dompet milik Chintia.


Chintia terkejut dengan ulah preman yang telah mencuri dompetnya sontak berteriak dan membrontak.


"Hei, dasar pencuri, kembalikan dompet saya !!!" teriak Chintia


Preman itu tak menggubris ocehan Chintia langsung berlari jauh meninggalkan Chintia. Tidak mau hanya diam, Chintia tidak putus asa, dirinya mengejar preman itu dan berteriak memaki preman itu.

__ADS_1


"Mas, berhenti Mas, tolong kembalikan dompet saya. ambil saja uangnya yang penting kembalikan dompet saya," teriak Chintia berlari mengejar preman yang mencuri dompetnya.


Saat mengejar preman itu, Chintia merasa perutnya sakit hingga menghentikan langkahnya berlari mengejar preman itu.Chintia terduduk lemas di pinggir jalan memegangi perutnya yang sakit karena belum terisi makanan.


"Aku lapar sekali. tapi aku tidak punya uang, dompetku dicuri," gumam Chintia


Chintia berpikir bagaimana caranya mengganjal perutnya yang lapar. Beberapa detik kemudian, Chintia teringat dirinya masih punya air mineral.


"Oh iya, aku masih ada air mineral yang kubeli di kantin tadi, mungkin bisa mengganjal perutku," lanjut Chintia lirih


Di sisi lain, dari jauh preman yang mencuri dompet Chintia diam diam memperhatikan Chintia yang terduduk memegangi perutnya. Preman itu penasaran dengan nama gadis yang ditatapnya. Tanpa ragu preman itu membuka isi dompetnya, mata jahatnya langsung melotot tak berkedib melihat KTP dan foto Chintia di dompet.


"Gadis itu namanya Chintia, dia sangat cantik, imut dan sempurna," ucap Preman itu lirih

__ADS_1


Preman itu kembali menutup dompet curianya dan melanjutkan mata jahatnya menatap Chintia.Preman itu melihat Chintia menangis memegangi perutnya yang sepertinya kesakitan. Entah mengapa Preman itu merasa tidak tega melihat Chintia menangis. Hatinya terasa sakit jika melihat Chintia bersedih. Tangan preman itu bergetar memegang dompet Chintia, dirinya merasa bersalah dengan Chintia. Tanpa berpikir panjang preman itu ingin mengembalikan dompet Chintia. Preman itu malu jika langsung mengembalikan dompet curianya di hadapan Chintia. Hingga akhirnya akhirnya preman itu melemparkan dompet Chintia tepat kearah sasaran tempat Chintia terduduk.


"Puk"(lemparan dompet terjatuh di sisi Chintia)


Chintia yang merasa ada sesuatu yang jatuh disisinya langsung menoleh kesamping.Chintia terkejut ternyata benda yang jatuh tepat disisinya adalah dompetnya. Chintia senang sekali dompetnya kembali, dirinya mencoba mengecek isi dompetnya dan hasilnya ternyata tidak ada sesuatu yang hilang, bahkan uang tunai 250.000 juga masih utuh. Chintia merasa heran dengan siapa yang mengembalikan dompetnya.


"Alhamdullllah dompetku kembali. Tapi siapa yang mengembalikan dompetku? apakah ada seseorang yang aku kenal telah menyelamatkanku? disini tempatnya sangat sepi dan aku tidak melihat siapa siapa. atau jangan jangan preman tadi yang mengembalikan dompetku? tapi tidak mungkin mana ada preman kaya gitu," ucap Chintia sembari memegangi dompetnya.


Chintia melihat jam di ponsenya sudah pukul 21.55 WIB. Chintia sudah sangat lapar akhirnya karena dompetnya sudah kembali. Chintia memutuskan untuk melanjutkan perjalananya mencari penjual nasi goreng.


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2