
Malam hari, Galih, Daniel, Chintia, Hesti dan Nenek Irah mulai menyantap menu makan malam asia timur. Bagi Chintia dan Hesti semua makanan asia timur yang dibuatnya sudah tidak asing. Berbeda dengan Nenek Irah, Galih, dan Daniel yang menatap asing makanan dihadapanya.
"Ini masakan apa Chin? kok Mas baru nampak makanan kaya gini?" tanya Daniel
"Oh ini yang kue ada Dorayaki, ini Mochi, lalu di wadah ini namanya Dimsum, terus ini Tteokbokki, lalu ini Kimbab dan terakhir ini ada Kwetiau," jawab Chintia
Daniel, Galih dan Nenek Irah hanya bisa melongo mendengar nama masakan dihadapanya. Galih menyadari Daniel dan Nenek Irah sama halnya dengan dirinya yang tak paham nama masakanya. Hingga terlintas dipikiran Galih untuk mengerjai Daniel.
"Nil, udah dijelasin tuh, coba ulangin nama makanan tadi," goda Galih
"Yo pokoke jare bojoku iku jenenge,(iya pokok kata istriku itu namanya)" jawab Daniel
"Haha, masa satu aja gak hafal," sindir Galih
"Eh, aku bakal hafal ya," jawab Daniel
Daniel kemudian menatap Chintia menanyakan lagi nama makanan asia timur dihadapanya.
"Chin, tolong jelasin lagi namanya," ucap Daniel
"Ok Mas, aku ulangin ya, ini kue namanya dorayaki, dan ini mochi. terus ini ada dimsum dan tteokbokki. dan yang ini namanya kimbab dan ini yang terakhir namanya kwetiau," saut Chintia
Daniel saat itu hanya menggelengkan kepalanya mendengar dua kali penjelasan Chintia. Daniel sangat asing dengan namanya. Tapi dengan percaya diri Daniel menyebut nama makananya dengan ngawur di hadapanya.
"Ini kue modifikasi terang bulan isi coklat kacang, sebelahe ini ada bakpao ala ala, terus ini siomay gaul, sebelahe cireng kuah. lalu itu ada susie sebelahe susie itu ada mie nyemek," ucap Daniel
Mendengar jawaban Daniel, Galih tertawa dan sependapat.
"Wah, masuk Nil, aku sepemikiran, ngapa namanya susah banget ya, nyebutnya kaya kamu tadi kan enak," ucap Galih
"Nah, dari tampilamya mie nyemek ini terlihat enak dan menggugah selera," jawab Daniel
__ADS_1
"Kalau aku tertarik sama cireng kuah ini Nil, wuss mantap nih..." saut Galih
Hesti dan Chintia merasa kesal dengan para suaminya. Mereka berdua merasa suaminya melakukan penghinaan terhadap makanan di hadapanya. Tanpa ragu, Chintia dan Hesti menepuk tangan suaminya saat suaminya mau mengambil makananya.
"Eh, ada apa Hes, kok tangan Mas digepuk sih, kaya mas lagi nyuri aja," ucap Galih
"Chin, kok tangan Mas juga digepuk kaya Galih sih," jawab Hesti
"Karena kalian tadi nyebut ngawur makanan ini. kalian boleh makan, kalau berhasil nyebutin enam makanan ini," ucap Hesti
"Nah setuju, kalian harus bisa nyebutin nama makananya lalu boleh memakanya," jawab Chintia
Galih dan Daniel saat itu kompak menatap Nenek Irah agar diperlakukan sama. Namun, Nenek Irah yang sadar arti tatapan kedua cucunya membela diri.
"Eits, nenek gak ikutan. nenek memang gak hafal nama makanan ini. tapi nenek hanya makan aja. gak main main nyebut ngawur nama makanan ini kaya kalian," ucap Nenek Irah
"Iya, aku setuju Nek, mereka duluan yang ngajak ribut," jawab Chintia
"Iya, Mas Galih juga apaan sih ngerjain Mas Daniel segala, Mas Daniel juga ngapain ngeladenin Mas Galih," saut Hesti
"Hes, tapi Mas gak hafal, namanya asing dan sangar di telinga Mas," ucap Galih
"Ayo, pokok Mas harus sebutin dulu nama masakanya," jawab Hesti
"Haduh, ini mah fakta aku dan Daniel kategori suami suami takut istri. Yaelah...mau ngelawan apalah daya nanti istri malah makin ngamuk," batin Daniel
"Eh tapi jelasin dulu dong. pelan pelan biar Mas hafal," ucap Galih
"Baik, pertama ini kue namanya Dorayaki dan sebelahnya ada Mochi. Nah lalu ini di wadah namanya dimsum, sebelahnya ini namanya Tteokbokki. dan ini namanya adalah Kimbab. terakhir ini adalah Kwetiau," jawab Hesti
"Ok, ini dorayaki, ini mochi, ini dimsum, ini Toekboki..." ucap Galih terpotong
"Tteokbokki Mas, bukan Toekboki," saut Hesti
__ADS_1
"Ok, Mas ulangin. ini tadi dorayaki, ini mochi, ini dinsum, ini Tteokbokki, ini kimbab, terakhir Kwetiau," jawab Galih
"Ok benar, selamat makan," ucap Hesti
"Huh, akhirnya cireng kuah favoritku," jawab Galih
"Apa Mas??? " tanya Hesti
"Eh, anu Tteokbokki maksudnya," jawab Galih
"Hmm..ok," satu Hesti
Sama halnya dengan Galih, Daniel juga terpaksa menyebut satu satu nama makananya
"Ayo Mas, udah aku jelasin tadi namanya. sekarang sebutin satu satu sebelum makan," ucap Chintia
"Hadeh, ini bini kaya lagi sedang nguji ujian lisan deh. pasrah wae lah sing penting bini ra ngamuk," batin Daniel
"Baiklah, ini pertama ada dorayaki, kedua ada mochi, ketiga ada dimsum, keempat ada Tteokbokki, kelima ada Kimbab, dan terakhir Kwitu," jawab Daniel
"Bukan Kwitu, tapi Kwetiau," saut Chintia
"Ok, Mas ulang. pertama adadorayaki, ini mochi, ini dinsum, ini Tteokbokki, ini kimbab, terakhir Kwetiau," jawab Daniel
"Nah sip, udah benar. Mas boleh makan Kwetiau nya," ucap Chintia
"Huh, syukurlah..." jawab Daniel
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga