Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
79. MALAM ROMANTIS


__ADS_3

Setelah puas menikmati perjalananya di Taman Situ Lembang. Malam harinya Daniel dan Chintia kembali bersiap meyiapkan keperluan yang akan dibawa saat pulang kampung. Entah mengapa malam hari ini terasa berbeda. Tidak seperti tadi siang yang penuh tawa, malam ini mereka berdua merasa canggung. Mereka berdua hanya fokus menata pakaianya didalam tas. Daniel saat itu menyadari kalau suasananya nampak hening dan sunyi tidak ada pembicaraan. Daniel tidak mau malam ini diselimuti dengan kecanggungan. Tanpa ragu akhirnya Daniel memulai pembicaraan.


"Chintia," ucap Daniel


"Iya Mas," jawab Chintia


"Hari ini kan kita harusnya selalu tertawa dan bahagia. tapi malam ini kok kita kaya orang baru kenal aja tidak saling bicara." ucap Daniel


"Iya Mas, aku juga merasa seperti itu. apa karena kita besok mau ketemu Bapak Ibu ya, Mas?" tanya Chintia


"Sebaiknya kita selalu berpikiran positif aja untuk hari esok. sekarang kita makan malam aja gimana? kita buat mie terus dimakan sepiring berdua." jawab Daniel


"Memang kita masih kencan, Mas?" tanya Chintia


"Anggap saja ini malam romantis di kencan pertama kita. biar kita juga merasakan bagaimana rasanya orang pacaran," jawab Daniel


"Ah, Mas bisa aja deh," saut Chintia


"Oh Iya, biar makin romantis kita buat mie nya sama sama." ucap Daniel


"Iya Mas, di dapur masih sisa mie indomie rasa ayam bawang. nanti kita buat mie nya dikasih sawi sama telur." jawab Chintia


"Ok, sekarang ayo kita masak mie nya di dapur." saut Daniel


Chintia dan Daniel pergi menuju dapur untuk membuat mie indomie rasa ayam bawang.

__ADS_1



Di dapur, Daniel mulai memotong motong sawi. Sementara Chintia bagian merebus mie nya dan menggoreng telur mata sapi. Chintia sengaja menyuruh Daniel hanya memotong sawi. Karena menurut Chintia memotong sawi adalah pekerjaan paling mudah dan semua orang bisa melakukanya.


10 menit kemudian, mie indomie rasa ayam bawang dengan tambahan potongan sawi dan telur mata sapi sudah jadi. Mereka berdua duduk di meja makan dan hendak menyantapnya bersama sama. Sebelum menyantap mie nya, Daniel membuat suatu peraturan konyol saat nanti menyantap mie nya.


"Princes Imut, sebelum kita menyantap mie nya bersama sama, ada peraturan yang harus kita jalankan," ucap Daniel


"Mas, kok panggilnya balik Princes imut lagi? tadi di kamar sudah normal lagi perasaan," tanya Chintia


"Hari ini kan hari spesial kita. seharian ini Mas akan panggil kamu Princes Imut. untuk yang tadi Mas kelupaan tidak manggil Princes Imut," jawab Daniel


"Lalu tadi Mas bilang ada peraturan saat makan mie ini. Memang peraturanya apa, Mas?" ucap Chintia


"Pertama, kita harus saling menyuapi. Kedua, kita harus saling mencium sehabis disuapi. Ketiga, selesai makan istri harus merayu suami." jawab Daniel


"Aku tidak setuju untuk peraturan yang ketiga, pihak istri keberatan," ucap Chintia


"Kok keberatan? kan sudah diatur dalam undang undag pasal cinta rumah tangga kita. dan sudah disetujui oleh Daniel yang menjabat sebagai kepala keluarga." jawab Daniel


"Ok, kalau gitu pihak istri mengajukan banding karena pasal cinta point ketiga hanya menguntungkan pihak suami." saut Chintia


"Tidak bisa. Hakim menolak gugatan banding pihak istri karena pihak istri belum pernah merayu suaminya." jawab Daniel


"Lha, hakimnya siapa, Mas?" tanya Chintia

__ADS_1


"Hakimnya ada tiga yaitu Saputra, Nur, dan Lafifah." jawab Daniel


Chintia berpikir sepertinya tidak asing dengan nama hakim yang disebutkan Daniel. Namun akhirnya Chintia menyadari Daniel memiliki nama lengkap Daniel Saputra sementara dirinya memiliki nama lengkap Chintia Nur Latifah. Sungguh konyol, Daniel menggunakan nama belakang dirinya dan Chintia menjadi hakim. Malam romantis yang sangat unik. Seorang suami membuat peraturan dan mengesahkanya sendiri hanya sekedar menciptakan nuansa romantis makan mie indomie rasa ayam bawang bersama istri.


"Mas, hakimnya nama belakangku sama nama belakangmu," ucap Chintia


"Gimana? Princes Imutku mau ngajuin kasasi cinta? percuma saja, ketiga hakim itu tetap menolak semua gugatan dari pihak istri karena pihak istri belum pernah merayu suami, Hehe..." jawab Daniel


"Mas, kamu itu lucu banget deh sumpah. kita hanya mau makan mie aja ada peraturan pasal cintanya segala," ucap Chintia


"Romantiskan? biar beda sama pacaran zaman sekarang. Lagian kita juga sudah sah ada label halalnya." jawab Daniel


"Ok deh, hari ini aku yang suapi kamu dulu terus gantian kamu suapi aku,"ucap Chintia


"Baik, sekarang kita menjalankan peratutan point pertama dan point kedua." jawab Daniel


"Halah, ujung ujungnya Mas pasti nungguin peraturan point ketiga. Iya, kan?" tanya Chintia


"Nah, benar sekali. Princes Imutku memang paling pinter." jawab Daniel sambil mengacak rambut Chintia


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2