
Esok hari, Chintia sudah bersiap untuk berangkat kuliah di hari keduanya. Karena masih masa masa ospek, kegiatan di kampus sangat padat layaknya jam pelajaran di sekolah. Sebelum berangkat kuliah, Chintia terlebih dahulu berpamitan pada Daniel.
"Mas, aku pamit berangkat kuliah," ucap Chintia mencium tangan Daniel
"Kamu sudah minum obat?" tanya Daniel
"Aku udah sehat Mas,tidak usah minum obat," jawab Chintia
"Kamu tetap harus minum obat. kamu belum pulih sepenuhnya," ucap Daniel
"Mas, aku udah telat. aku harus berangkat. 40 menit lagi kuliahku dimulai," jawab Chintia
"Kamu kemarin kelelahan sampai sakit dan hari ini kamu sudah mau aktivitas berat. setidaknya minum obatmu dulu sebelum berangkat," saut Daniel
Chintia akhirnya menuruti ucapan Daniel untuk meminum obat. Sebenarnya selain takut suntik, Chintia juga paling susah jika diajak minum obat. Chintia tidak ingin meminum obatnya kemarin dari dokter, karena rasanya pasti pahit. Akhirnya tanpa berpikir panjang Chintia berinsiatif untuk meminum obatnya di kampus.
"Mas, karena sudah telat aku minum obatnya di kampus. biar obatnya aku bawa kuliah aja," ucap Chintia
"Tidak bisa, Mas tidak yakin kamu akan meminumnya," jawab Daniel
"Oh, jadi tidak percaya nih sama aku? mengapa emang?" tanya Chintia
"Kamu nggak suka obat kan? jangan coba coba menghindar," jawab Daniel
"Mas, tapi aku mau berangkat kuliah, aku takut telat," rengek Chintia
"Kalau kamu tidak mau minum obat dulu, Mas gak izinin kamu kuliah hari ini," jawab Daniel
Daniel langsung menuntun Chintia kembali ke meja makan. Di meja makan sudah terdapat obat dan satu gelas air putih. Obat dan air putih sudah tersedia di meja makan, karena diam diam Daniel menyiapkanya pada saat Chintia memakai sepatu. Saat Chintia sudah terduduk di meja makan, Daniel menyodorkan obat dan air putih kepada Chintia.
__ADS_1
"ayo diminum obatnya" ucap Daniel
"Bagamana ini, aku tidak bisa minum obat, apa yang harus aku lakukan, aku pasti muntah" batin Chintia
Daniel melihat Chintia terdiam memperhatikan obat yang akan di minumnya. Daniel teringat Chintia yang tidak suka minum obat langsung mengambil kerupuk sisa sarapan dan memberikanya pada Chintia
"Chintia, ini coba minum obatnya pakai kerupuk," ucap Daniel
"Hah? minum obat pakai kerupuk?" jawab Chintia panik
"Iya, belum pernah ya?" tanya Daniel
"Belum mas, aku tidak bisa" jawab Chintia
"Kunyah dulu kerupuknya, jika sudah halus dimulut masukan obatnya dalam mulut lalu minum air," ucap Daniel
Chintia merasa ragu, tapi dirinya memaksakan diri mencobanya. Namun bukan keberhasilan yang didapat, melainkan saat obat masuk menempel dilidahnya, sontak Chintia melepehnya.
"Mas, obatnya terasa dilidahku. obatnya terlalu besar," ucap Chintia
Daniel yang bingung bagaimana cara Chintia meminum obat akhirnya memiliki ide menghancurkan obatnya dalam sendok yang diberi sedikit air. Setelah obat menjadi halus, Daniel kembali menyuruh Chintia memakan krupuk dan meminum obatnya.
"Coba makan lagi kerupuknya, nanti pas kerupuknya sudah halus dimulut akan langsung Mas suapi obat dalam sendok ini," ucap Daniel
"Iya Mas, akan aku coba," jawab Chintia
Chintia mengunyah kerupuknya hingga halus dimulut. Kemudian Daniel menyuapkan obat dalam semdok itu ke mulut Chintia. Chintia menelan campuran kerupuk dan obat dalam mulutnya dengan paksa. Daniel yang melihat Chintia meringis kepahitan langsung menegukan minum di mulut Chintia.
"Glek...Glek...Glek..."(Chintia minum air putih)
__ADS_1
Setelah minum air putih, Chintia protes karena tetap merasakan pahit dilidahnya.
"Mas, kamu berbohong. rasanya tetap pahit. aku tidak mau lagi," protes Chintia
Daniel hanya melontarkan senyum melihat tingkah Chintia yang masih kayak anak kecil. Daniel semakin gemas dengan perlakuan Chintia. Tanpa ragu, Daniel mencium pipi Chintia.
"Cup" (Daniel mencium Chintia)
"Mas, ngapain cium cium aku segala?" tanya Chintia
"Biar nggak pahit. makanya mas cium pipi kamu," jawab Daniel
"Apa hubunganya coba? nggak nyambung," tanya Chintia
"Hubunganya kamu habis minum obat bisa mersakan sensasi ciumanku di pipimu dan sensasi itu membuat pahitnya ilang," goda Daniel
"Idih..." saut Chintia
"Ya sudah, berangkat kuliah sana nanti telat," ucap Daniel
"Setengah jam lagi aku masuk, aku berangkat dulu, assalamualaikum," ucap Chintia
"Waalaikumsalam," jawab Daniel
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga