
Esok hari Daniel ingin pergi ke rumah sakit ingin menjenguk Pak Hendro. Entah mengapa Daniel belakangan ini senang sekali menjenguk Pak Hendro. Daniel merasa dirinya dekat dengan Pak Hendro padahal meraka tidak saling mengenal.
"Mengapa aku merasa dekat dengan Pak Hendro? aku merasa memiliki hubungan denganya tapi aku bingung dengan perasaanku ini. Kalau Kak Galih sudah pulang dari singapura aku akan coba mengajaknya menjenguk Pak Hendro," batin Daniel
1 jam kemudian, Daniel sudah sampai di rumah sakit. Daniel saat itu langsung berjalan menuju kamar Pak Hendro. Sesampainya di kamar Pak Hendro, Daniel melihat Bu Halimah, Pak Hendro dan Ihsan sedang saling berbincang. Awalnya Daniel hanya menunggu diluar didepan pintu karena tidak enak menganggu. Tetapi Bu Halimah yang melihat keberadaan Daniel langsung memanggilnya.
"Pak Daniel, apakah Pak Daniel sudah lama menunggu diluar? maaf kami bertiga tidak melihat Pak Daniel tadi," ucap Bu Halimah
"Baru saja kok, tidak apa apa. kalian bisa lanjutkan obrolanya," jawab Daniel
"Pak, mari masuk. tadi kami bertiga hanya cerita cerita masa kecil saya," saut Ihsan
"Baiklah saya masuk," jawab Daniel
Setelah Daniel memasuki ruangan, semuanya terdiam karena sungkan. Melihat semua sungkan kepadanya, Daniel mecairkan suasana yang hening saat itu.
"Pak, Buk, Ihsan, ayo dilanjut ceritanya. saya penasaran sama masa kecilnya Ihsan," ucap Daniel
"Iya Pak, pas waktu kecil Ihsan suka panjat pohon dan juga main layangan sampai lupa waktu. sampai sampai saya sama bapak dulu harus jemput dia," ucap Bu Halimah
"Iya Bu, namanya juga masih anak anak. jadi wajar saja, mungkin lain kali Ihsan bisa ngajarin Erlan main layangan," jawab Daniel
"Iya Pak, tapi sebaiknya jangan Pak, nanti Erlan kulitnya item kebanyakan di sawah," saut Bu Halimah
"Gak apa apa Buk, wajar kalau laki laki suka layangan. misalnya anak saya seneng main layangan, saya tidak melarangnya selama ada yang mengawasi," jawab Daniel
Bu Halimah, Pak Hendro, Ihsan dan Daniel saling berbincang dan terlihat sangat akrab seperti keluarga. Daniel saat itu juga menceritakan perjalanan cintanya bersama Chintia. Bu Halimah, Pak Hendro dan Ihsan yang mendengar cerita dari Daniel kompak terkejut tidak menyangka kalau Daniel dulunya adalah seorang preman.
"Pak, beneran dulu pernah jadi preman?" tanya Bu Halimah
"Iya Bu, saya dulu jadi preman karena misi saya balas dendam dulu. sebenarnya sih faktor pergaulan saya juga saat itu. tapi alhamdulillah saya benar benar berhenti menjadi preman saat bertemu dan jatuh cinta dengan Chintia," jawab Daniel
__ADS_1
"Lalu bapak bisa sukses bekerja di perusahaam ceritanya bagaimana, Pak?" tanya Ihsan
"Kamu kira saya kuliah? saya hanya lulusan SMA dan modal pernah jadi preman. saya bahkan pas baru menikah kerja jadi satpam. dan perjalanan saya bisa menjadi sekretaris perusahaan itu karena takdir membawa saya bertemu dengan kakak saya Galih. Kak Galih saat itu menjadikan saya sekretaris karena saya punya banyak prestasi dibidang ekonomi waktu SMA," jawab Daniel
"Galih?" tanya Pak Hendro tiba tiba
"Iya Pak, Bapak mengenal Galih?" tanya Hendro
"Tidak, saya hanya pernah dengar namanya," jawab Pak Hendro
"Ada apa dengan Pak Hendro? mengapa aku merasa Pak Hendro mengenal Galih?" batin Daniel
Sementara itu Bu Halimah dan Ihsan yang mendengar cerita dari Daniel merasa takjub.
"Wah, Pak Daniel hebat. saya tidak menyangka Pak Daniel bisa bangkit dari masa lalu yang suram" saut Ihsan
Daniel hanya tersenyum.
"Iya Pak, benar kata Ihsan. Pak Daniel hebat, pinter, dan banyak prestasi. Alhamdulillah Pak Daniel beruntung dipertemukan dengan Pak Galih," jawab Bu Halimah
Daniel saat itu tiba tiba teringat dirinya pernah mengatakan pekerjaan Ihsan adalah asistenya. Daniel yakin Ihsan tidak lupa dengan ucapanya kemarin. Tidak bermaksud menyinggung Ihsan, Daniel saat itu bertanya kehidupan Ihsan di SMA.
"Ihsan, sebelumya saya minta maaf tidak bermaksud menyinggung. kalau boleh tahu pas SMA kamu jurusan apa?" tanya Daniel
"Saya jurusan bahasa," jawab Ihsan
"Kamu belajar bahasa apa waktu SMA?" tanya Daniel
"Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jerman," jawab Ihsan
"Kamu menguasai tiga bahasa itu?" tanya Daniel
__ADS_1
"Insyallah Pak," jawab Daniel
Mendengar jawaban itu Daniel saat itu memiliki posisi pekerjaan yang tepat untuk Ihsan.
"Saya ingin kamu berhenti dari pekerjaanmu karena saya memiliki pekerjaan baru untukmu," ucap Daniel
"Pekerjaan baru?" tanya Ihsan
"Iya, saya butuh asisten penerjemah bahasa. terutama bahasa inggris dan bahasa arab menurut saya itu penting karena ada klien dari luar negeri termasuk arab saudi akan datang ke perusahaan beberapa minggu lagi," jawab Daniel
"Bapak yakin sama saya?" tanya Ihsan
"Saya yakin kamu bisa. selain jadi asisten penerjemah bahasa saya. kamu disana bisa membantu saya meneliti kosa kata bahasa di proposal dan berkas berkas saya yang berbahasa inggris sebelum saya imput," jawab Daniel
"Tapi saya tidak mengerti masalah teknis perusahaan dan hal hal lain di bidang ekonomi bisnis. itu akan susah saya memahami bahasanya walau saya bisa menerjemahkanya, saya juga gak lulus SMA," saut Ihsan
"Tidak masalah, saya awal awal bekerja di perusahaan juga gitu. tapi Galih membimbing saya waktu itu. yang penting kamu sudah punya modal dibidang bahasa. masalah bagaimana teknis penerapanya di dunia bisnis saya perlahan akan membimbing kamu. besok kamu bisa mulai pekerjaan barumu," jawab Daniel
Degg
Bu Halimah, Pak Hendro dan Ihsan saat itu bersyukur dengan berita gembira dari Daniel. Terutama Ihsan yang mendapat langsung sujud syukur mendapatkan pekerjaan barunya.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
Kunjungi karya author lainya juga ya...
__ADS_1
- Kesabaran Cinta Pak Ustadz (end)
- Skenario Pernikahan Bodyguard & Gadis Polos (up)