
1 minggu kemudian, Galih sudah pulang dari singapura. Semua keluarga menyambut kedatangan Galih dengan gembira. Mendapat sambutan yang hangat dari keuarganya Galih merasa senang. Terutama Galih sangat gemas dengan Erlan karena pipinya yang gembul.
"Eh kamu kok makin gembul aja sih?" tanya Galih
"Iya dong paman, karena mimik terus aku tuh," jawab Chintia
"Sini yuk, sama paman," ucap Galih
Chintia menyerahkan baby Erlan kepada Galih. Seolah olah tahu Galih pamanya, Erlan tersenyum dan ketawa.
"Uluh, ketawanya itu loh," ucap Galih
"Ganteng kan?" tanya Daniel
"Ini mah mirip bapaknya sumpah," ucap Galih
"Iya kali, masa mirip kamu," saut Daniel
"Mirip kamu boleh lah, tapi semoga dia kagak bucin kaya kamu haha...cowok harus cool dong kaya pamanya ini," jawab Galih
"Kaya kamu gak bucin aja sama Hesti, cepet buat sono biar Erlan punya temen," saut Daniel
"Haha, doain aja biar cepet gol. jadi Erlan punya dedek nanti," jawab Galih
"Keluarnya sampai mentok di dalem, jangan dimentokin diluar," saut Daniel
"Kok kamu jadi vulgar gitu sih, asal kamu tahu ya aku juga keluarnya di dalem, mungkin kurang sering kali ya, akunya sibuk mulu," jawab Galih
__ADS_1
"Kamu harus berguru sama adikmu ini," saut Daniel menepuk dadanya
"Eh dasar, omong asal ceplos gak bisa di rem. untung si Erlan masih kecil, jadi kagak paham dia," jawab Galih
Percakapan Galih dan Daniel yang terlalu vulgas sontak membuat seisi rumah tertawa bukan main.
-------------
Malam hari, Galih dan Daniel berada di ruang kerja. Daniel saat itu membicarakan perkembangan perusahaan termasuk menceritakan Ihsan yang sudah seminggu bekerja padanya.
"Kak, aku memutuskan untuk memperkerjakan Ihsan apa tidak masalah?" tanya Daniel
"Kamu sudah mengetahui latar belakangnya?" tanya balik Galih
"Iya, dia anak baby sister Erlan, aku kasihan denganya. tapi sungguh dia sangat mahir di bidang bahasa," jawab Daniel
"Iya kalau kamu nyaman dan merasa terbantu olehnya aku ikut senang dan bagiku itu tidak masalah," ucap Galih
Daniel saat itu melanjutkan pekerjaanya namun seketika dirinya teringat suami dari Bu Halimah.
"Kak Galih, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Daniel
"Apakah penting? aku sudah mau selesai pekerjaanku. aku mau tidur," jawab Galih
"Ini tentang suami Bu Halimah. entah mengapa aku merasa ada ikatan batin denganya. aku merasa dekat denganya walau aku sendiri tidak kenal,"ucap Daniel
"Maksudmu? aku masih belum mengerti," tanya Galih
"Kak, boleh aku lihat foto ayah kita?" tanya Daniel
__ADS_1
"Hmm...tunggu sebentar," jawab Galih
Galih beranjak dari duduknya kemudian mengambilkan foto keluarganya di lemari. Setelah itu Galih memberikanya pada Daniel.
"Ini foto ayah," ucap Galih
Melihat foto ayahnya, Daniel terkejut melihat kemiripan ayahnya dan suami Bu Halimah. Tapi Daniel juga masih ragu, karena foto yag ada bersamanya nampak lebih gagah dan gemuk.Dalam pikiran Daniel bisa jadi hanya mirip saja fotonya. Tanpa berpikir panjang, Daniel bertanya kapan foto itu diambil.
"Ini foto kapan?" tanya Daniel
"Saat aku 19 tahun," jawab Galih
Daniel terdiam dan masih berpikir. Sementara Galih nampak heran saat itu.
"Daniel, apa kamu mengetahui sesuatu? apakah ada sesuatu yang janggal selama aku di Singapura?" tanya Galih
"Aku tidak bisa memastikanya, karena Kak Galih yang lebih dekat dan mengenal ayah. besok kita ke rumah sakit," jawab Daniel
"Kamu melihat ayah?" tanya Galih
"Mungkin, tapi aku belum bisa memastikan. setidaknya aku sudah dapat petunjuk darimu untuk meastikan," jawab Daniel
"Hmm..baiklah besok kita ke rumah sakit," saut Daniel
"Siap," jawab Daniel
---------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga